01 Oktober 2012

Komunisme Di Mataku


#Bimbingan Orang Tua

Lagi belajar nulis serius. Jangan dikomplen ya...

Tanggal 1 Oktober, rasanya ga asik kalo tidak ngomongin tentang komunisme. Sebuah ideologi yang ide dasarnya bagus namun selalu buruk di mata sebagian orang khususnya rakyat Indonesia Raya. Padahal sebagai sebuah paham, komunis sama dengan ideologi lain yang selalu memiliki sisi baik dan sisi buruk.

Kayaknya sudah menjadi sebuah pakem di masyarakat, bila kita suka main vonis tentang suatu hal tanpa mau menelusur ke ujung akarnya. Kita juga seringkali menggeneralisir suatu masalah tanpa mau memilah itu beneran ideologinya atau sudah bergeser ke ranah lain seperti politik misalnya.

Dalam benak kita, kayaknya susah banget untuk memisahkan definisi komunis dengan PKI. PKI memang berideologi komunis, namun segala kejahatannya terhadap negara murni unsur politik. Makanya aneh ketika ajaran komunis kemudian dilarang setelah PKI memberontak, namun DI/TII yang berideologi Islam tidak padahal berbuat sama. Sebuah standar ganda yang tak pernah diungkit dan selalu terlupakan.

Saat mendengar kata komunis, yang pertama kali terpikir adalah atheis atau anti agama. Padahal komunisme hanyalah sebuah ajaran yang muncul sebagai perlawanan atas paham kapitalisme dimana kekuatan ekonomi dipegang oleh segelintir orang yang kuat modal. Kapitalisme menganggap wong cilik dalam hal ini buruh dan tani hanyalah bagian dari alat produksi yang hidupnya bergantung kepada kaum borjuis.

Komunisme menginginkan terbentuknya masyarakat sosialis yang adil dan merata dimana perekonomian tidak dikuasai oleh perorangan. Kalo memang pemikiran ini dianggap terlarang, mengapa kita masih mengadopsinya sebagaimana tercantum dalam pasal 33 UUD 45 yang berbunyi "Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara" dan "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat"

Penolakan terhadap pasal itu baru terjadi di lapangan dengan adanya ketentuan yang membolehkan negara mendelegasikan penguasaan atas bumi, air dan kekayaan alam kepada badan usaha pemerintah maupun swasta. Aku bilang itu sebagai penolakan, karena kenyataanya pendelegasian tersebut melupakan kalimat "dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat"

Yang ada sumber daya alam dikeruk habis-habisan. Pengusaha dan penguasa makin kaya. Sementara rakyat sebagai pemilik sebenarnya hanya bisa mendapat sedikit bagian dengan status buruh.

Anggapan kalo komunis itu atheis bisa jadi muncul dari landasan materialisme dialektika. Dimana segala sesuatu yang bersifat di luar logika dianggap bisa menjadi candu di masyarakat. Batasan diluar logika tak hanya tentang agama, tapi tentang tahayul, mitos dan kepercayaan semacamnya. 

Komunisme biasanya berkembang di masyarakat miskin yang mudah sekali mempercayai hal-hal diluar nalar dalam memperoleh perbaikan taraf hidup. Yang menjadi titik tolak pemikirannya adalah etos kerja yang kurang baik dihambat mitos. Makanya hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap Tuhan atau hal ghaib tidak didoktrinkan kepada rakyat. Sekali lagi, tidak diajarkan bukannya dilarang.

Kalopun dulu PKI pernah menyerang tempat ibadah, itu bukan karena komunisnya. Tapi ulah polit biro PKI yang secara politik memang sedang musuhan dengan Partai Masyumi. Hal semacam itu bukan cuma milik PKI. Sampai sekarang pun masih sering terjadi ketika parpol kampanye, seringkali membawa-bawa agama untuk mencari konstituen. Misalnya PKB selalu mengaku partainya orang NU. Tapi ketika misalnya secara politik PKB salah langkah, apakah bisa kita mengatakannya sebagai kesalahan NU atau ajaran Islam..?

Andai saja ada yang masih ngeyel bilang ide komunisme itu jelek total, apakah kapitalisme seperti yang berjalan sekarang juga baik secara keseluruhan..?

Tetap pada kata semuanya tidak ada yang sempurna. Kalo mau aman, kenapa tidak kita ambil semua sisi baiknya dan digabungkan jadi satu. Sebagaimana bung Hatta mengkolaborasikan itu dengan menciptakan sebuah badan usaha yang dinamakan koperasi. Itu cukup adil karena mengakomodasi ajaran ekonomi kapitalis, komunis ditambah kearifan lokal yang juga dicantumkan dalam ayat 1 pasal 33, "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan"

Soal lambang pun masih banyak orang yang alergi. Padahal hanya simbol yang melambangkan kaum buruh dan tani. Di mataku tak ada bedanya dengan gambar padi kapas yang mendominasi logo instansi pemerintah kita. Padi kapas yang melambangkan kemakmuran, bisakah tercapai tanpa ada kaum palu arit..?

Cuma masalahnya tak semua orang memahami sampai ke situ. Makanya aku bisa maklum waktu pake kaos dari Vietnam itu kemudian ditangkap tentara.
#Siyal...

Kira-kira begitu pendapat pribadiku
Kita hidup di negara bebas kok
Ada pendapat lain..?






34 comments:

  1. somehow memahami banget yang sampean tulis Pak. Menurut saya namanya sendiri udah mencerminkan prinsip kebersamaan. Untuk bersama-sama. Commune.
    Yang salah memang PKI dan langkah yang dilakukannya Pak. Kalo ngelihat kapitalisme memang bener-bener parah. bisa bilang gini karena saya kerja di bank yang notabene suka ngasih kredit buat ngedukung sistem kapitalisme tetep berjalan. Soal komunis yang dibilang gak beragama apa karena emang lahir dan gedenya di negara yang notabene orang-orangnya kurang beragama? ehgatau deh Pak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. KOmunis lahir berdasarkan pemikiran Karl Marx yang dipengaruhi oleh Materialisme Feuerbach. Dan materialisme adalah aliran kepercayaan yang menganggap sesuatu yang bukan materi itu bukanlah hal yang nyata. Dan hal itu di tambah dengan masa Marx terjadi kaum buruh yang memiliki agama justru tertindas sebab agama hanyalah sebagai candu pelarian dari penderitaan kaum buruh saat itu. sehingga sesuai lah bukti tersebut dengan materialisme Feuerbach yang mempengaruhi pemikiran Marx sehingga terbentuknya komunisme. karena komuniasme sendiri memilki landasan materialime yang anti tuhan maka mau tidak mau seorang komunisme asli adalah juga ateisme.
      hehehe,, sepahamku begitu ^_^

      Hapus
  2. kalau elit politik yang kerap membawa-bawa agama sebagai dalih kuatnya menarik simpati rakyat, kurasa itu sudah biasa ...

    tapi terlepas dari komunisme itu apakah berregulasi basis birokrasi yang buruk (dimata mayoritas masyarakat), buat mereka para komunisme komunis itu adalah sebuah pilihan. Lagi-lagi asas keyakinan, dan sikap pluralisme yang tertanam dalam tatanan hidup bernegara sebagai negara yang membebaskan umatnya untuk memeluk atau tidak agamanya.

    Artinya pun bukan menjadikan negara ini seolah mendukung sekulerisme, tetapi lebih berpihak pada keyakinan semata.
    Tetapi untuk yang kapitalisme, kita semua tentu saja menolak untuk itu ... Hei, ini kan Sumber Daya Alam punya kita. Rakyat Indonesia ....

    betul ??? Hehe ...

    BalasHapus
  3. iya banget. memang di Indonesia dipelintir koq, bisa sedemikian rupa membuat stigma komunis adalah atheis. gila banget dan berhasil banget itu. bahkan sampai sekarang sinyal itu masih kuat ketangkep di alam pikiran setiap manusia Indonesia. gila lagi kan...

    dulu pas saya SMP, ada kaset rock dari grup musik Gorky Park yang album pertama, ilustrasi sampulnya seperti t-shirt di atas itu. hanya di Indonesia saja yang sampulnya langsung disensor dan diganti jadi gambar musisinya.



    BalasHapus
    Balasan
    1. wah apa nda takut di "comot" aparat karena make lambang lambang itu mas? Oh ya mengenai komunisme ini masih dalam perdebatan soalnya kehadirannya masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian orang. Dalam hal ini partai Politik di Indonesia harus mencari sinergi agar satu sama lain mempunya visi dan misi yang sama menyejahterakan dan mencerdaskan bangsa Indonesia

      Hapus
  4. wew,
    sepertinya saya memang masih seperti kabanyakan orang ngeliat komunisme,
    tapi yah kebetulan ada yang pernah cerita ke saya, semua ideologi yang pernah dipakai di dunia kan ciptaan manusia, tentu ada salahnya, contohnya UUD yang selalu punya amandemen,

    dia bilang ke saya, tidak ada satu negarapun di dunia ini yang pernah 100% menerapkan hukum Syariah Islam, kalaupun ada sudah terpengaruh oleh kepentingan politik dan ideologi lain,

    logisnya sih begini katanya, jika Allah itu maha sempurna, maka sebagai arsitek dari sebuah sistem hasilnya pun harus sempurna. tak dapat dipungkiri sudah banyak negara yang jatuh dengan sistem kapitalisme maupun komunisme.

    jika kita orang2 yang berfikir dinamis, mengapa tak memberi kesempatan sekali saja dengan sistem Syariah yang 100%, tidak sebagian atau mencomot yang dirasa perlu saja, tapi keseluruhan..

    dan yang perlu diingat, Syariah Islam sendiri bukan sistem keagamaan, melainkan aturan sentral dalam segala aspek mulai dari ekonomi, perniagaan, hukum2 agraris, sampai kebijakan luar negeri..

    sayang, semua itu berhasil disembunyikan oleh barat dan pihak2 lainnya, karena memang kebenaran agak sulit mencarinya dan biasanya tersembunyi dan merekapun berhasil membentuk imagenya di mata kita sebagai sistem yang kolot, tidak berkembang dan segala macam..

    BalasHapus
  5. Ini Mas Rawins bukan sih?! #Komplen

    Negara Indonesia Raya kita ini didominasi oleh masyarakat buruh (tani) dan pekerja. Dan negara Indonesia Raya ini terdiri dari wilayah-wilayah yang terpisah (sebagai negara kepulauan) yang tidak bisa dipungkiri memiliki tingkat kemakmuran yang berbeda. Mungkin disinilah prinsip dasar komunisme bisa berperan.

    Tapi jika kita kaji lebih dalam, Indonesia ini juga bersifat Pluralisme (disini saya fokuskan pada pluralisme agama), walaupun banyak yang menentang Pluralisme itu sendiri (pernah dengar tentang Gus Dur dan pluralismenya kan?). Ironis memang. Mungkin karena Islam merupakan kaum Mayoritas, sehingga Syariat Islam lebih ingin ditegakkan.

    Nah jika kita meng-kaji hal itu, tentu saja landasan materialisme dialektika akan dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang begitu kental. Maka dari itu sampai sekarang Komunisme dianggap 'tabu' di masyarakat kita ini.

    Seperti apa yang dikatakan oleh Mas Rawins, semua pasti ada kekurangan dan kelebihannya.

    Ternyata serius itu bikin pegel ya?!

    BalasHapus
  6. sekedar pengen tau.. setelah ketangkep tentara, trus diapain???

    BalasHapus
  7. PKI kalau dirunut akarnya adalah perkembangan versi dari SI yang awalnya adalah SDI 1.0. perkembangan selanjutnya SDI menjadi SDI 1.1.0 alias SI 1.0. Sampai di sini pecah karena open source SI berkembang, yang lurus kernelnya jadi SI Putih 2.0 pimpinan HOS Cokro A. Sedangkan yang tidak puas dengan kernel SI sebelumnya, membuat distro sendiri bernama SI Merah yang dibuat oleh Semaun, Darsono dll. Pengoprek SI Merah ini semakin keluar jauh dari kernel awal setelah merger dengan ISDV yang ditukangi pengoprek andal Snevliet. By The Way, sistem operasi PKI bila tetap digunakan bahaya karena melanggar protocol sila 1 Pancasila, pasti kerja hardware negara sering hang, crash karena banyaknya bad sector di mana-mana.

    BalasHapus
  8. tumben serius ... :D
    aq sependapat.
    secara ideologi komunis sebenarnya tidak buruk. yang membuatnya mendapat cap buruk adalah karena penyimpangan yang dilakukan oleh orangnya. begitu juga dengan ideologi kapitalis. bicara komunis VS kapitalis sepertinya sulit dipisahkan dari sosialis vs demokrasi. Mengapa banyak negara sosialis tidak makmur padahal ide dasarnya membentuk masyarakat yang adil dan merata? ya karena orang-orang di pucuk pimpinan menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperkaya dirinya sendiri.
    Dan menurutku sih tidak ada negara sosialis dan kapitalis murni, adanya kombinasi dari keduanya. Di negera yang dicap kapitalis, mereka memberikan jaminan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan yang baik bagi seluruh rakyatnya (ini kan konsep sosialis). Sedangkan di negara sosialis, jaminan seperti ini masih merupakan hal langka. udah begitu, ekonominya malah cenderung kapitalis alias dikuasai oleh beberapa orang aja.

    BalasHapus
  9. Hmmm ... hanya ideologi ya ... seperti juga Pancasila. Jadinya pemahaman umum, dikait2kan dengan agama. Padahal bukan agama. Gitu ya mas Rawins? *Sorry, nanya balik ... speed reading soalnya, lagi terburu2*

    BalasHapus
  10. Komunis itu dpt nama jelek krn juga ditunggangi oleh ideologis penguasa Indonesia Mas Eko. Gak aneh sih, sesuatu yg bisa dijadikan musuh bersama dpt dimanfaatkan untuk membentuk pikiran orang. kalau sdh terbentuk kan tinggal dikendalikan :)

    BalasHapus
  11. komunisme sebenarnya tampak menyeramkan karena dibingkai oleh peristiwa tahun 1965 aja.. selebihnya..ya..as u said... setiap ideologi ada sisi baik buruknya..

    BalasHapus
  12. fotonya ikut-ikutan serius juga rawins. Ya namanya juga buatan manungso ada baik dan buruknya. maka tidak saya jadikan jalan hidupku.

    BalasHapus
  13. hari ini ikut upacara gak mas??

    BalasHapus
  14. Saya pikir semua sistem yang dibangun ada kelebihan maupun kekurangannya, namun yang terpenting adalah si user sendiri yang menjalankan sistem, tapi saya salut dengan pemikiran mas tentang paham komunisme ini, mungkin dari awal masyarakat kita sudah di propaganda dengan paham komunisme ini, terutama settelah kejadian G30S PKI, jadinya wajar bila masyarakat sudah tak bisa melihat lagi dengan sudut pandang sebenarnya.

    BalasHapus
  15. aduh bicara politik di indonesia saya suka pusing mas .
    banyak aturan tapi tidak dilaksanakan ,
    makin banyak pengangguran, makin bnyak juga koruptor di negri ini . aduh bingung saya ..
    *bari nepak sirah

    BalasHapus
  16. komunisme, kalau secara perjuangan, terus terang saya suka dengan paham ini...apalgi setelah membaca cara partai komunis menggodok para kadernya...betul-betul total...tidak seperti partai karbitan zaman sekarang yg asal comot kader tanpa dasar ideologi yg jelas...

    tapi kalo soal agama, sy betul2 tidak setuju...apalagi dengan pernyataan Karl Marx yg menganggap bahwa agama hanya menjadi alat pelarian orang-orang melarat agar melupakan kerasnya kehidupan...saat semua orang telah mencapai taraf yg maju, otomatis agama akan hilang dengan sendirinya...sy betul2 tidak sepakat dgn hal ini

    BalasHapus
  17. jadi sebenernya sampeyan ini mendukung komunisme ato piye? :D

    BalasHapus
  18. Walau komunis itu di mata sebagian orang bagus, tapi saya tetap melarang keluarga saya mengamalkan ajarannya. Salam kenal dari kota Solo.

    BalasHapus
  19. Saya dulu sempat mempelajari sistem komunisme yang di cetuskan karl Marx. Pada dasarnya pemikirannya baik sekali. Seluruh modal ada ditangan negara, dan salah satunya tercetus di pasal 33 UUD kita.

    Jadi tidak ada satu orangpun yang bisa memanfaatkan itu dan berkuasa atas modal selain negara. Sehingga akibatnya semua orang yang hidup di negara komunis itu sama rata sama rasa. Tidak ada yang lebih kaya dan lebih miskin semua sama.

    Jadi kalau nanti kaya, ya kayanya sama sama. Seperti china sekarang. Tantangannya adalah di pemimpin yang benar benar bisa membela rakyatnya. karena resikonya besar sekali kalau sampai pemimpinnya hilaf, bisa bisa rakyat merana. :)

    Kalau kapitalis kebalikannya. Sistem ekonomi yang dicetuskan oleh Adam Smith dengan mengembalikan semuanya pada pasar.

    Dulu Indonesia itu, mengadopsisi kedua duanya, dan lahirlah itu yang namanya Koperasi oleh Hatta.

    soal agama memang ada pengaruhnya terhadap komunis, sehingga buat komunis agama menjadi no dua.

    Demikian maaf kalau terlalu panjang...

    BalasHapus
  20. hmmmmmmm.
    rodok aantep pembahasane iki....

    BalasHapus
  21. No Comment. Nyimak aja gan.

    BalasHapus
  22. Setuju sama pendapatmu mas :)
    Itu sekedar lambang. Eh pernah ditangkap tentara di mana mas?

    BalasHapus
  23. Masyarakat sudah terlanjur terdoktrin bahwa Komunis itu sama dengan Atheis. Padahal sama sekali beda. Sebuah propaganda politik yang diluncurkan Orde Baru. Selama puluhan tahun Masyarakat Indonesia dipaksa menonton film gerakan 30 s pki...

    BalasHapus
  24. Sangat setuju mas, bahkan kalo dipikir-pikir, paham ini justru sangat marhaen. Itulah mas, sejarah itu dibuat sama penguasa. sebaik apapun, kalo rezim yang berkuasa berkata itu buruk, maka buruklah

    BalasHapus
  25. Setuju banget sama postingnya. Komunis diartikan atheis sepertinya dipahami oleh banyak orang. Padahal bukan.

    BalasHapus
  26. Sbaiknya kita harus berani minta maaf kpd keluarga komunis,krn kita didoktrin salah untk memahami mreka yg para pahlawan kita.salam

    BalasHapus
  27. partai komunis republik indonesia

    BalasHapus
  28. Ayo lawan saya krn saya pasti anti komunis gk usah berdebat

    BalasHapus
  29. kesimpulan artikel : gobloknya TS semua yg ga cocok ma komunis dianggap kapitalis...TS berasumsi pembunuhan kyai oleh komunis dianggap politik yg benci masyumi....berarti benci islam otomatis...sampai membunuh cara siksa dan satu keluarga di bunuh kemudian d madiun ada peristiwa bagi beras/sembako dimana partai komunis dimana beras /sembako dibagikan pada yg mendukung komunis yang tidak mendukung di biarkan kesusahan soalnya pada waktu itu d madiun kesusahan beras/sembako bejatkan....kapitalis juga bejat tpi beda penerapan bejatnya....ideologi barat itu penerapannya pasti gak sama sama ucapan...sampai sekarang pun juga sama....MUNAFIKUN...saya mendukung ideologi pancasila...dimana berdasarkan atas ketuhanan bergotong royong....jangan mengambil kesempatan dalam menyamakan pancasila dengan komunis yg berasal dr kata comuniti..yg sama cuman itu doang penerapan n isinya yg lain sangat bejat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. trus pimpinan komunis diman ini masak gak tau.....GOBLOKNYA PIMPINAN KOMUNIS PROGRAM DI LAPANGAN BEJAT PEMIMPIN KOMUNIS GAK TAU ALIH ALIH KARENA ORANG YG SALAH MENERAPKANNNNNNNN....PECAT SAJA DR KOMUNIS KLO SALAH MENERAPKAN N TANPA SEPENGETAHUAN PIMPINAN...BODONYAAAAAAAAAAAA

      Hapus
  30. Lah Nga ngerti Komunis Jgn ngomong jd ngawur. Sampeyan srg jalan2 ke luar negeri nga, lht lah negara yg komunis, rakyatnya tertekan, nga bebas bicar. Lht jug tuh neg2 eks komunis skrg bubar semua jd demokrasi. Trs ttg DI/TII, mereka berontak krn Sukarno udh budek hny dgr arahan Aidit. Sebaiknya ente migrasi aja so no ke neg2 komunis biar tambah ngawur mindset anda.

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena