06 Maret 2020

Blogger Menghadapi Algoritma BERT

Pertanyaan : Apa poin penting yang bisa dilakukan seorang blogger dalam menghadapi alogaritma Google BERT?

Jawaban :

Sepertinya sih masih sama dengan Fred. Hanya diupgrade kemampuan yang sebelumnya cuma mengenali kata per kata jadi mengenali kalimat. Keterkaitan antar kalimat dalam satu halaman bisa jadi akan lebih diperhatikan untuk mengindari spam dari blog gado-gado atau ala-ala AGC.

Dengan peningkatan ini, saya kurang paham apakah meta keyword masih bisa kata per kata atau dibikin kalimat lengkap layaknya meta tittle atau descriptions. Langkah paling aman mending ikutin apa yang disarankan Webmastertools. Toh Bert baru diterapkan di web berbahasa Inggris. Jadi masih ada waktu buat cari info lebih lengkap dan menyesuaikan konten blognya.

Mohon maaf belum bisa banyak membantu.
Terima kasih.
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

Cara Membuat Merk Dagang Yang Acceptable

Pertanyaan : Bagaimana cara menciptakan merk dagang yang acceptable di dunia?

Jawaban :

Bikin merk dagang, secara umum teorinya sebagai berikut :
  • Mewakili produk
  • Punya makna atau filosofi
  • Singkat, jelas dan menarik
  • Mudah diucapkan, enak didengar dan gampang diingat
  • Universal
Saya bilang teori karena dalam prakteknya kita boleh suka-suka dan yang melanggar aturan di atas ternyata sangat diterima masyarakat juga banyak.

Mewakili maksudnya biar sekali dengar orang sudah nyambung ke produk. Misal Aqua, orang langsung ngeh oh air. Tapi boleh saja produk yang berkaitan air dikasih nama Kaki Tiga.

Merk bahan bangunan


Bermakna lebih ke sisi harapan kita atau apa yang bisa konsumen harapkan dengan merk yang diusung. Misal Durex. Katanya berarti Durability (Ketahanan), Realibility (Tahan uji) dan Excellence (Keunggulan). Teori ini banyak dipakai pada penamaan perusahaan, contohnya PT Sido Muncul atau PT Maju Mapan Sejahtera dll dll

Haruskah selalu bermakna baik? Belum tentu. Di jaman generasi milenial berkuasa, nama-nama ajaib justru lekas naik daun. Misal, Kerupuk Pelakor atau Macaroni Ngehe. Pelakor Ngehe memangnya bagus secara norma umum? Justru itu yang menjadi daya tariknya.


Singkat, jelas, menarik sebenarnya masih berkaitan dengan poin selanjutnya yaitu gampang diucapkan, didengar dan diingat. Disarankan tidak terlalu panjang. Ades atau Equil lebih mudah diucapkan ketimbang Le Minerale atau EternalPlus. Tapi Kapal Api lebih cepat saya tangkap sebagai kopi ketimbang Top.

Universal itu bisa dipakai di mana-mana. Misal, bikin warung makan pakai merk Sudi Mampir. Di Jawa nama itu bagus sekali dan tidak melanggar semua teori pembuatan merk. Di Kalimantan hasilnya beda, orang Dayak Maanyan akan bertanya-tanya, karena Sudi itu berarti alat kelamin. Jadi nama tersebut tidak lah universal.

Tapi anda pernah kan dengar aplikasi keuangan yang mendadak melejit gara-gara kebanjiran bintang 5 dari netizen Indonesia Raya?

 


Itu semua hanya gambaran umum. Saya pribadi cenderung seenaknya ketika bikin merk yang penting suka. Saya pernah bikin keripik dari bibit lele seukuran kelingking, sekenanya saja saya namakan Lebay. Ketika ada yang mempertanyakan, saya bilang saja artinya lele bayi.

Buat saya, merk sekedar nama. Sah-sah saja kita berharap banyak ketika menciptakan nama asalkan tidak lupa bagaimana cara membesarkannya. Ada teman namanya Afiyah yang saya yakin orang tuanya berharap dia selalu sehat. Sayang keluyuran malam terus, hasilnya sakit-sakitan melulu.

 


Saya pilih nama yang susah diucapkan macam Tag Heuer atau yang bermakna kurang bagus seperti Es Teler tapi dikelola dengan baik sehingga orang melupakan arti sebenarnya.

Yang penting, ketika dapat ide jangan lupa untuk ketik di google. Sangat bagus bila nama itu belum ada yang pakai. Takutnya sudah digunakan orang lain dan dipatenkan. Bakal bikin repot bila nanti bisnisnya sudah bertambah besar.

Kira-kira begitu. Mohon maaf bila pendapat saya di atas justru bikin tambah bingung. Semoga bisa segera nemu merk yang bagus dan produknya berkembang pesat sesuai harapan, amiiin.

Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

05 Maret 2020

Bikin Startup Butuh Keberuntungan

Pertanyaan : Apakah dibutuhkan keberuntungan untuk membuat startup?

Jawaban :

Keberuntungan dibutuhkan di segala hal. Saya pernah kerja sangat keras tanpa berlanjut kaya, pernah usaha dengan modal lumayan ternyata hasilnya minim. Namun sebaliknya pernah lagi bengong tak tau mau ngapain tahu-tahu dikasih proyek besar.


Lanjut ke startup, saya sampai dua kali gagal karena kurang beruntung

Pertama mencoba di aplikasi untuk sekolah dengan pemanfaatan teknologi RFID. Modal sendiri dikerjain keroyokan bareng teman. Riset dan survai pasar oke, supplier perangkat dari China sudah dapat, development hampir selesai, pokoknya tidak terlihat ada masalah besar.

Kesialan terjadi menjelang launching. Bea cukai mendadak ada aturan baru dan lebih ketat, sementara saya kepedean dengan cara lama. Masukin barang secara retail tidak lewat importir.

Saya bilang sial, karena peraturan itu keluar saat pesanan saya sudah dikapalkan. Tidak diurus progres jadi mandek, diurus bikin cashflow saya berantakan dan tidak bisa operasional. Cuma ada dua pilihan yang sama-sama berdampak tidak bisa berlanjut, saya pilih bikin proyek lain dengan niat apabila nanti ada hasilnya bisa dipakai untuk urus itu.


Saya riset lagi cari yang implementasinya relatif tak butuh biaya banyak. Saya nemu kearifan lokal yang mewabah di kampung saya tiap hajatan nanggap dangdut, saweran. Desain dan bisnis plan dibikin, aplikasi mulai dikerjain dan alhamdulillah ada investor yang berminat.

Saya kerjain pakai C++ tapi keberuntungan malah main PHP. Di tengah jalan, viral yang namanya Bigo Live. Investor menarik diri dan saya gagal meyakinkan beliau untuk terus. Alasannya untuk bersaing dengan Bigo, butuh investasi lebih banyak dan waktu yang lebih panjang untuk BEP.



Sejak itu, ide-ide startup saya kubur dulu dalam-dalam. Saya pilih kerjaan kecil-kecilan dulu saja. Suatu saat juga akan besar bila keberuntungan sudah kembali berpihak.

Kira-kira begitu
Terima kasih.
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

Strategi Bersaing Di Bidang Kuliner

Pertanyaan : Apa saja strategi kita agar bisa bersaing di bidang kuliner?

Jawaban :
Usaha di bidang kuliner, pondasinya adalah citarasa.

Citarasa merupakan kerjasama dari semua yang diterima panca indra yakni perasa, penciuman, perabaan, penglihatan, dan mungkin pendengaran. Atribut makanan hendaknya dapat dinikmati rasanya, aromanya, penampakannya, teksturnya, suhunya dan bila memungkinkan suaranya saat dikunyah.

Penerimaan tentang rasa sangat subyektif, beda orang beda selera. Jadi langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar. Mau ke mana, ke siapa produk itu ditawarkan. Pasar baby boomers umumnya suka yang simpel dan kuat unsur kenangan akan masa lalu. Akan berbeda dengan kalangan milenial yang cenderung suka makanan berpenampilan rame dan rada nyeleneh.





Bila menyasar kalangan bawah, harga murah adalah wajib. Tak masalah ambil margin tipis asal perputarannya cepat. Konsumen level ini juga tak terlalu banyak menuntut fasilitas sehingga investasi awal tak harus besar. Di Jogja, Burjo Andeska adalah contoh warung indomie andalan anak kos yang omset sehari mencapai 7 juta dan mempekerjakan 16 karyawan.

Perlu investasi lumayan bila targetnya menengah ke atas, karena buat mereka kuliner bukan sekedar soal makan tapi juga life style. Selain cita rasa, kualitas, pelayanan dan pemilihan lokasi perlu mendapat perhatian lebih. Untuk kasus ini anda bisa berkaca pada Starbucks.

Di jaman medsos hampir menjadi segala-galanya, menjadi viral adalah promosi terbaik. Mendesain interior dan tampilan makanan seinstagramable mungkin adalah cara alami agar pelanggan tertarik berswafoto lalu membagikannya ke follower medsos pribadinya.

Ingin lebih cepat, berikan insentif. Misal diskon sekian persen untuk pembeli yang posting swafoto di warung atau bersama produk. Agar subsidi diskon tidak terlalu jadi beban, tambahin saja syarat ketentuan berlaku misal pembelian minimum, diskon berlaku hanya untuk produk tertentu, follow official account medsos produk, dll dll

Pajang foto-foto menarik dan berkualitas di medsos atau website produk. Bila perlu bayar fotografer profesional, khususnya bila melayani penjualan online atau delivery order.

Jangan sepelekan kekuatan ojek online. Saya pernah menemukan penjual es di seputaran Ambarrukmo. Lokasi warungnya nyelempet di gang sempit agak susah ditemukan. Belum pernah saya lihat ada pembeli tapi selalu ramai oleh pasukan berjaket hijau. Saya tak sempat menanyakan omset tapi secara kasat mata hasilnya lumayan hanya dengan strategi es-nya tampil cantik di aplikasi ojol.



Selain itu, generasi milenial juga suka penasaran dengan produk bernama unik bin ajaib. Untuk sekedar membuka pasar dalam jangka pendek, cara ini bisa diterapkan. Orang Jawa bilang sagropyokan doang. Jadi tanpa didukung citarasa dan kualitas makanan serta pelayanan yang terus dijaga, ga pake lama bakal ditinggal pelanggan.

Kayaknya sih begitu, semoga membantu. Terima kasih.
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

04 Maret 2020

Ngemplang Kredit Online

Pertanyaan : Kenapa saat ini begitu mudahnya orang mengajukan kredit online? Bukankah risikonya lebih besar untuk ditinggal kabur pengemplangnya?

Jawaban :

Ada yang berbeda antara bisnis jadul dengan kekinian. Bila dulu umumnya bisnis itu berbasis produk, saat ini bisnis berbasis data tengah merajalela.

Dalam bisnis digital berbasis data, produk hanya umpan yang harus dibikin semudah dan semenarik mungkin. Sebagian digratiskan bahkan kalau perlu disubsidi dengan target dapat pelanggan sebanyak mungkin.

Sedikit keluar topik…



Saya contohkan ojek online. Mitra ojol dapat bonus yang yang menurut website Infojek mencapai 200 ribu bila sehari mencapai 30 transaksi. Asumsikan per transaksi 10 ribu, artinya omset mitra 300 ribu. Setoran tukang ojek ke aplikator 20%, berarti hanya 90 ribu tapi berani bonus 200 ribu, itu untung dari mana? Selain itu penumpang juga sering dapat promo kan?

Itu yang saya maksud, produk hanya umpan kecil untuk mendapatkan umpan besar yaitu DATA. Baik data driver maupun penumpang termasuk kebiasaannya pergi dari mana, kemana atau sukanya pesan makan apa dll dll.

Ok, kembali ke pinjaman online

Setiap instal aplikasi dari playstore, anda tentu sering mendapatkan permintaan agar aplikasi tersebut bisa mengakses apa yang ada dalam ponsel. Telepon, sms, file media, lokasi, speaker, kontak dsb dsb.


Dengan modus itu aplikasi pinjol bisa mendapatkan info lokasi tepat anda sesuai GPS dan seluruh kontak yang tersimpan di ponsel. Ketika anda kabur dari kewajiban, bagian penagihan bisa nelponin seluruh nomor tersimpan di kontak untuk mencari dimana anda berada. Tidak terlacak karena anda ngumpet di planet Mars misalnya. Tetap saja anda malu ketika gebetan jadi tahu bahwa anda ngemplang pinjaman yang tak seberapa.

Selain aplikator merasa aman dengan cara itu, anda tak bayar pun bukan sebuah kerugian besar, karena tujuan mereka adalah data. Ingat bagaimana ojol bakar uang untuk mengumpulkan data penggunanya.

Bila anda mau baca-baca review di playstore atau surat pembaca, akan banyak pengguna pinjol yang komplain sudah setor data lengkap tapi tidak di-acc juga. Atau di-suspend-nya padahal tak merasa melakukan kesalahan. Ini terjadi karena aplikator memang sudah tak perlu lagi adanya anda. Data anda saja yang dibutuhkan.



Ngumpulin data doang dapat duitnya darimana? Ingat kasus facebook kena denda pengadilan sampai 70 trilyun gara-gara dianggap menyalahgunakan data penggunanya untuk pilpres Amerika?

Nah, begitulah cara mereka dapat duit. Data pengguna dianalisa, dipilah-pilah kemudian dijual kepada pihak yang membutuhkan. Dan dalam kasus di atas, facebook hanya sedang sial saja. Kasus lain yang tidak muncul ke permukaan jauh lebih banyak.

Jadi berbahaya dong ngutang ke pinjol?

Itu mah terserah anda. Pinjem duit ke tetangga juga beresiko dibacok. Kalaupun kepepet dan harus berurusan dengan pinjol, jangan cari yang abal-abal. Pilih yang resmi minimal terdaftar di OJK dan baca-baca dulu reviewnya.

Kira-kira begitu
Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

Susah Diajak Menjaga Kebersihan

Pertanyaan : Dari kecil kita diajarkan, "kebersihan pangkal kesehatan", "kebersihan bagian dari iman", kenapa orang Indonesia masih susah diajak menjaga kebersihan? Giliran banjir, yang disalahkan pemerintah?

Jawaban :

Orang dan pemerintah Indonesia tidak salah. Yang salah adalah slogannya.

Menurut Wikipedia, iman adalah "keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan."

Jadi arti "kebersihan sebagian dari iman" adalah "keyakinan dalam hati, perkataan di lisan dan amalan anggota badan tentang kebersihan cuma separo", tidak sepenuh hati, lisan dan amalan. Wajarlah kalau masih ada yang suka buang sampah sembarangan, biarpun sebenarnya sudah masuk kategori kurang ajar.

Kira-kira begitu, terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora


Read More

03 Maret 2020

Hebatnya Setan

Pertanyaan : Apa hebatnya Syaitan sehingga sering ditakuti?

Jawaban :

Kehebatan setan?

Dia mampu membuat manusia tidak jujur bahwa sebenarnya manusia sangat sayang terhadap setan namun enggan mengakui dan bertindak seolah-olah sangat takut atau benci setan.

Setan tak pernah membuat manusia menjadi jahat. Manusialah sejahat-jahatnya mahluk. Saking jahatnya sampai tidak mau mengakui dan lebih suka melempar kesalahan kepada setan.

Manusia sadar bawa istri orang ngamar ke hotel itu salah, tapi tetap saja dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa paksaan pihak manapun. Begitu digrebek Satpol PP, dengan mudahnya bilang digoda setan. Padahal apa susahnya ngaku jadi anggota dewan yang sengaja menjebak PSK?

Dengan sadar menyebar berita bohong habis dianiaya orang sampai banyak orang penting pasang badan, begitu ketahuan habis operasi plastik langsung konfrensi pers menuduh setan sudah menggodanya.

Sekedar contoh…

Bahwa tanpa eksistensi setan, manusia akan merasa telanjang dengan kesalahan-kesalahan pribadinya. Setan yang tak tahu apa-apa selalu dijadikan kambing hitam oleh mahluk berjudul manusia.

Untung Tuhan maha adil. Sehingga setiap tahun setan dikasih cuti dari dunia manusia selama satu bulan penuh untuk membuktikan tanpa keberadaan setan pun manusia tetaplah jahat.

Kenapa saya anggap manusia lebih jahat dari setan?

Karena saya tak pernah merasa digoda setan. Pikiran saya lebih sering tergoda oleh manusia khususnya yang seperti ini…




Kira-kira begitu. Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

Memulai Bisnis Tanpa Modal

Pertanyaan : Bagaimana cara memulai suatu bisnis dengan tidak bermodalkan uang ?

Jawaban :

Tanpa modal uang secara langsung, bisa.!
Tanpa modal sama sekali?
Tak akan bisa...

Saya pernah jatuh bangkrut. Aset keluarga nyaris habis sampai tidur harus uyel-uyelan berempat, cuma mampu ngontrak satu kamar itu pun bayarnya belakangan. Merasa seiman dengan pemegang kunci surga, saya berusaha santai karena ini ujian, bukan azab.

Yakin masih sehat dan kuat, berkelilinglah saya dari rumah ke rumah menawarkan tenaga. Apa sajalah saya mau jabanin, potong rumput, benerin genteng atau ngosek wc sekalipun. Hasilnya? Cape bro jalan kaki seharian. Dapat kerjaan juga kagak, tetap saja keluar modal 5 ribu perak buat isi perut di angkringan.

Ingat sedikit paham soal listrik dan komputer, saya kepikiran teman-teman yang main di situ. Akhirnya ada yang kasih satu dua kerjaan freelance. Tapi sebelum itu, saya harus keluar duit juga buat beli hp nokiyem 100 ribuan agar bisa menghubungi mereka.



Susahnya, di jaman ini orang royal beli hp mahal tapi mendadak miskin kalau urusan pulsa. Misal ada kerjaan mereka jarang mau nelpon atau sms, maunya Whatsapp. Nah, musti keluar modal lagi kan buat beli android?

Gelap mata dikejar urusan perut keluarga, saya kepikiran miara tuyul, ngepet atau apa kek. Saya samperin temen yang suka urusan mistis. Dapatlah info yang A1 tentang proses yang senjelimet Javascript.

Jebul yang seikhlasnya itu bayar jasa si mbah doang. Uba rampe yang setelah saya kalkulasi melebihi nilai UMR itu wajib bayar di muka. Plus ketika saya tanya apakah tingkat keberhasilannya 100%, teman tanpa rasa dosa menjawab, "namanya juga usaha, hasilnya tergantung sing gawe urip. Kalau gagal ya coba lagi…" #Tapedeh

Gagal di aliran sesat, saya minta kerjaan ke kyai. Malah dikasih wirid panjang yang harus dibaca sehari 1000 kali minimal selama 40 hari. Saya tanya, untuk makan keluarga saya sebelum tamat tirakat bagaimana orang buat makan besok saja belum ada. Beliau jawab, "doa itu cuma pendorong. Kuncinya harus usaha sekuat tenaga dan jangan lupa sedekah tiap hari biar dorongannya tambah kenceng…" #Nah

Sebenarnya ceritanya masih sangat panjang. Tapi segini cukuplah untuk anda dapat menyimpulkan sendiri, bisakah memulai usaha tanpa modal sama sekali..?

Semoga membantu. Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

02 Maret 2020

Mengapa Kijang Innova Disukai Banyak Orang

Pertanyaan : Apakah mobil kijang Innova disukai banyak orang karena bagasinya bisa muat banyak barang?

Jawaban :

Sebagai orang yang cuma bisa mancal gas dan rem doang, yang saya suka dari Innova adalah :
  • Kabin luas. Perjalanan jarak jauh menjadi nyaman bisa leluasa selonjoran. Paling berasa saat di kampung. Mbahnya anak-anak suka mengajak 8 cucunya ke pantai dan semuanya bisa dijejalkan tanpa terlalu banyak mengurangi kenyamanan.
  • Beneran mobil keluarga. Akselerasinya kurang spontan. Injak gas, si Ipah perlu ambil nafas dulu sebelum ngacir. Dampaknya saya jadi kurang berani ambil resiko nyolong jalan khususnya di daerah Jawa Timuran yang didominasi oleh nok Eka, Mira, kang Sugeng dan sejenisnya. Potensi ugal-ugalan berkurang artinya lebih aman untuk bawa keluarga.
  • AC-nya cepat dingin. Ini mungkin cuma pendapat pribadi. Tapi yang saya rasakan, untuk kendaraan keluarga kelas menengah ke bawah, AC Innova paling cepat mendinginkan kabin setelah dijemur seharian.
  • Ada logo Toyota. Bagi orang awam otomotif seperti saya, logo itu berarti ketersediaan sparepart dan bengkel yang mampu menangani merajalela sampai ke kampung. Saya tak perlu takut bila sewaktu-waktu ada masalah. Dan yang kedua, logo itu artinya mudah dijual dengan harga tidak terlalu jatuh. Tahu sendiri kan orang macam saya, belum beli saja sudah mikir gimana caranya nanti dijual lagi.




Soal luas bagasi tidak terlalu berpengaruh buat saya, orang sehari-hari dipakai istri ke pasar atau antar anak ke sekolah. Angkut barang banyak paling banter kalau mudik. Berangkat cuma bawa koper, begitu balik maunya sekebon diangkut semua.

Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

Mengapa Photo Profile Bentuknya Bulat

Pertanyaan : Mengapa di sosial media, kebanyakan foto profil ditampilkan dalam bentuk bulat dibanding persegi seperti dulu?

Jawaban :

Karena foto profil identik dengan identitas yang semestinya cepat dikenali orang lain. Dengan bentuk bulat, kita bisa lebih fokus ke wajah tanpa harus terganggu oleh elemen lain di sekitarnya yang muncul pada bentuk persegi.


Dalam fotografi, foto portrait yang baik katanya harus menonjolkan obyek agar terpisah dari latar belakang. Karena frame berbentuk kotak, latar belakang seringkali menganggu fokus. Makanya digunakan teknik bokeh, mengaburkan gambar latar.

Dengan bentuk bulat, tanpa bokeh, mata bisa langsung tertuju ke obyek utama dalam hal ini wajah pemilik profil. Metode ini hanya efektif untuk gambar profil menggunakan wajah.

Dan memang ini tujuan dari pengelola platform medsos, memaksa pengguna untuk menggunakan foto wajah agar mudah dikenali. Toh kita juga mikir panjang kalau ada yang minta pertemanan tapi profilnya pakai foto pemandangan. "Siape lu..?"

Kayaknya sih begitu, terima kasih.
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

01 Maret 2020

Arti Kata Tutuk

Pertanyaan : Apa arti kata tutuk?

Jawaban :

Dalam bahasa Jawa, secara harfiah tutuk itu berarti mulut. Namun kadang dipakai untuk bahasa kiasan juga, misal : "tutuke boten pareng saru" (bicaranya tidak boleh tak sopan)

Yang hampir mirip adalah kata thuthuk (dikasih penekanan pada t) yang artinya pukul namun dalam penggunaannya lebih lebih identik dengan jitak, memukul dengan ruas jari ditekuk. Misal : "thuthuk sisan ndase…" (jitak sekalian kepalanya)

Bila proses mukulnya menggunakan alat, cenderung digunakan untuk alat yang bagian pemukulnya relatif kecil, misal thuthuk palu (pukul pakai palu). Alat pemukul yang relatif besar atau lebar, lebih banyak menggunakan istilah antem.

Ada lagi kata tutug (terdengar mirip tutuk karena g dibaca agak lemah) yang artinya selesai. Misal : "Le mangan wis tutug durung?" (makannya sudah selesai apa belum)

Ini cuma kondisi umum. Beda dialek kadang beda penggunaan.
Kira-kira begitu. Terima kasih

Salam, Rwn

Repost dari Quora
Read More

Adakah Perusahaan Yang Merekrut Lulusan Baru

Pertanyaan : Adakah perusahaan yang akan merekrut karyawan lulusan baru yang tidak memiliki pengalaman organisasi?

Jawaban :

Untuk posisi dan level tertentu, banyaaak…

Jangankan tak punya pengalaman organisasi, rekrut yang cuma punya skill dasar doang sering saya lakukan waktu di Kalimantan. Awalnya saya selalu minta ke HRD HO setiap membutuhkan tenaga tambahan. Namun orang-orang pinter kiriman dari Jakarta itu jarang yang mampu bertahan lama. Umumnya mereka mundur teratur dengan satu kegundahan, "kerjaan di tambang kok gini sih? Perasaan IT tuh ga begini deh.."


Staf networking yang selalu siap di segala medan

Dari hasil ngobrol dengan mereka, umumnya penyebab ketidakbetahan mereka adalah ekspektasi yang terlalu tinggi bahkan sudah mereka bayangkan saat memutuskan akan kuliah IT. Kerja depan laptop, ruangan adem, suasana santuy ala kantor Google dsb dsb. Apalagi ketika dengar kata tambang, bayangan akan kenikmatan gaji dua digit kian melambungkan hayalan yang mendadak jadi PHP ketika tahu situasi di lapangan.

Daripada pusing kerjaan tertunda-tunda kekurangan orang, saya iseng rekrut anak lulusan SMK setempat tanpa banyak berharap karena saya paham kualitas pendidikan di pedalaman seperti apa. Saya cuma berpikir ini kertas kosong. Mau dibikin seperti apa terserah saya.

Ternyata hasilnya bagus. Dikasih tugas apa saja tidak menolak dan berpikir, "IT kok begini..?" 

Kemauan belajarnya tinggi, apalagi setelah saya kasih iming-iming, "siapa yang bisa nunjukin prestasi saya kirim pelatihan di Jawa.."

Mungkin merasa dibentuk dari nol, loyalitas mereka tinggi. Dari 8 orang yang saya rekrut, hanya 1 yang resign dalam waktu 3 tahun setelah saya hengkang dari sana, itu pun karena saya yang kasih rekomendasi ke perusahaan yang lebih bagus.

Programmer yang tak perlu ruangan adem buat coding


Semua rekrutan saya berhasil?

Tidak...

Ada satu dua yang saya eliminasi setelah masa percobaan habis. Tapi biaya gaji untuk 3 bulan mereka percobaan masih lebih kecil dibanding 1 bulan gaji staf kiriman dari HO. Cost departemen saya tetap rendah dan tidak sampai mengganggu cashflow. Setelah saya anggap mampu dan punya sertifikasi baru saya sesuaikan angkanya.

Sejak itu untuk level staf saya lebih suka rekrut fresh graduate. Tapi saya belum tahu apakah metode ini efektif bila dilakukan di kota. Saya baru lakukan di pedalaman.

Oh ya, siapa tahu ada yang penasaran kenapa banyak yang tidak betah jadi IT di tambang, biar gambar ini yang berbicara.




Semoga membantu. Terima kasih.
Salam, Rwn.

Repost dari Quora

Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena