24 Desember 2016

Ambisi Juara

#Semua Umur

"Siapa sih yang ga kepingin anaknya jadi juara..?"

Ungkapan hati yang sering aku dengar dari ibu-ibu yang dampingi anaknya di tempat latihan meroda dan itu benar sekali. Bermacam dukungan mereka lakukan dari sekedar teriak-teriak kasih semangat sampai siapin dana lebih buat bayar pelatih privat.

Ada yang agak kebablasan...
Obsesi anaknya jadi juara diraih dengan cara turun kelas. Sah dan tidak melanggar aturan memang. Namun buatku strategi cerdik itu terasa kurang mendidik.

Aku belajar dari Citra...
Setelah beberapa kali ikut kompetisi dari lokal sampai nasional selalu juara 1, ada yang sedikit berubah dalam latihannya. Ketika aku tanya kenapa, jawabnya, "merodaku kan sudah kencang, yah..."
#Manusiawi...

Kompetisi di Magelang kemarin...
Banyak atlet kelas standar turun di kelas pemula demi piala. Bahkan kontingen dari India, atlet kelas speed ikut nimbrung. Pake sepatu speed pula. Sama saja anak SMA ikut ujian SD...

Yang aku lakukan sebaliknya
Usai balapan di kelas pemula, Ncit aku ikutkan di kelas standar.

Satu dua teman yang mempertanyakan, "balapan standar pake sepatu pemula apa bisa menang, pak..?"




Dan itu benar...
Dari 9 anak yang balapan dalam satu race, cuma si Ncit yang pake sepatu pemula dimana ukuran rodanya lebih kecil kurang bisa dibawa kencang. 

Hasilnya memang tidak bisa juara dan nongkrong di posisi ke 5. Tapi dengan itu aku bisa bilang ke dia, "berarti mbak latihannya masih kurang..."

Biar kekalahannya tidak bikin berkecil hati, aku tambahin, "tapi mbak hebat loh. Pake sepatu pemula bisa kalahin 4 atlet kelas standar. Kalo pake sepatu standar, pasti menang. Besok dibeliin tapi harus semangat latihan, mau..?"

Beberapa kali latihan pasca kompetisi Magelang, ibue laporan kalo Citra kembali semangat. Tinggal aku yang mumet mikirin anggaran beli sepatunya...
#Mondol

4 comments:

  1. Ya... kadang dalam lomba yang dikejar buat saya bukan menang kalahnya, tapi pembelajaran lain yang mungkin bagi sebagian orang kurang menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan pesugihan putih dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEUH di O823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..

      Hapus
  2. lah janji2 tapi nggak mikir anggaran dulu :D

    BalasHapus
  3. Semangat ea... Jangan sampe tdk juara 1 malah bikin patah semangat... bapake smart, wkwkwk

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena