31 Januari 2016

Sangkulirang Trip - Kelaparan di Berau

#Semua Umur

Bila ada kerjaan di daerah yang belum pernah dikunjungi, buka google adalah pritoritas pertama sebelum menentukan rute. Tindakan selanjutnya buka Google Maps dan disambung nanya-nanya ke orang lain yang pernah kesana.

Itu juga yang aku lakukan ketika ada pekerjaan di daerah Pelawan Kaltim sana.

Namun apa mau dikata...
Informasi di google simpang siur. Tentang transportasi lebih banyak nyangkut di milis pekerja pertambangan itu pun postingan jadul. Intip Google Maps cari tahu wilayah pedalaman Kalimantan ga bisa banyak bantu. Tanya ke yang kasih kerjaan malah dapat jawaban, "itu daerah Samarinda kali..."
#Mondol...

Selidik punya selidik, ternyata itu proyek multi level marketing alias teman yang kasih kerjaan dapat kerjaan dari orang lain yang dapat kerjaan dari orang lain yang juga dapat kerjaan dari orang lain dst dst...

Minta nomor kontak tangan pertama susah banget. Dampaknya update informasi yang aku butuhkan sangat lambat. Sesaat dibilang lewat Balikpapan, besoknya dikoreksi lewat Berau, eh besoknya malah ngaco dibilang lewat Tenggarong.
#Mumet...

Bolak-balik konfirmasi, akhirnya aku putuskan beli tiket ke bandara Kalimarau pakai Garuda penerbangan jam 11.15 dari Banjarmasin transit Balikpapan.

Tips buat hobi kelaparan, kalo pilih penerbangan ini jangan lupa bawa makanan banyak-banyak. Berangkat dari Banjarmasin jamnya nanggung, otomatis aku belum sempat makan siang. Di Balikpapan transitnya cuma satu jam, agak repot kalo harus turun dulu cari makan.

Sampai Kalimarau sekitar jam setengah tiga. Bandaranya cukup bagus tapi sepi di tengah hutan dan tidak ada tempat makan apalagi warteg. Untungnya Garuda kasih snack sehingga rada lumayan ada pengganjal perut.

Sayangnya...
Perutku itu agak udik. Biar kata makan roti atau lontong berapa biji, kalo belum nemu nasi tetap aja berasa belum makan.

Namun saat itu aku masih tenang. Aku pikir tar keluar bandara bisa cari warung makan di kota. Berasa di-PHP-in ketika travel yang aku pesan datang menjemput. Keluar dari bandara cuma sebentar lewat perkampungan setelah itu hutan dan hutan yang ada.

Cacing perut mulai demo, aku tanya ke sopirnya, "Berau jauh bener dari bandara, pak..? Udah kelaparan ini..."

"Dari bandara kalo ke Berau belok kanan, kita kan ke Sangkulirang jadi belok kiri..."
"Ooooh... Warung makan ada kah..?"
"Sekitar dua jam lagi, pak..."
#Waduh...



15 comments:

  1. ternyata itu proyek multi level marketing alias teman yang kasih kerjaan dapat kerjaan dari orang lain yang dapat kerjaan dari orang lain yang juga dapat kerjaan dari orang lain dst dst...
    oh ini semacem estape gitu y bang?
    makanya bang kalo travel bawa kulkas supaya g kelaperan

    BalasHapus
  2. Ngemil pak sopirnya aja, enak pasti..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya yang di cemil , handuknya Pak supir kan basah mba. ha,, ha,, ha,

      Hapus
  3. emangnya ngga bawa kletikan lik,, biasane bawa kletikan se gerdus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benarnya sih bawa kang, tapi sudah habis kali

      Hapus
  4. Busyet neme warung makan aja 2 jam lagi, kalau 6 jam sama juga puasa setengah hari kang. ha,, ha, ha,,

    BalasHapus
  5. hanya untuk cari warung,,butuh dua jam,,, kenapa nggak mampir kerumahku saja pak...ntar saya temani cari warung..
    keep happy blogging always...salam dari Makassar - Banjarbaru :-)

    BalasHapus
  6. hahahha..salam buat cacing2 di perutnya yaaa!!

    aiih, lama ga mampir, pa kabar mas rawin, moga sehat selalu yaaa..

    BalasHapus
  7. Lah, balik lagi ke kalimantan om?

    BalasHapus
  8. Kan bisa minta pak sopir nurunin anda sebentar, cari keladi hutan kek atau apalah apalah gitchu... ketimbang masuk angin :D

    BalasHapus
  9. ga sama kayak di jawa kali ya di sana

    BalasHapus
  10. kalau di jawa mau apa aja makanan berserakan ya

    BalasHapus
  11. berarti kalau ke daerah begitu patokannya kaya pergi ke hutan kali

    BalasHapus
  12. makasih pelajaran yang sangat berharga

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena