25 April 2015

Cek Tensi

#Dewasa

Kepala kadang pusing tak pernah aku anggap masalah mengganggu...

Semenjak kerja di tambang tekanan darahku memang cenderung rendah. Asupan gizi kurang, kerja terforsir sampai larut malam dan kebanyakan lihat layar komputer menjadi penyebabnya.

Makanya cuti adalah masanya perbaikan gizi. Dua minggu di rumah sudah cukup untuk memperbaiki apa yang rusak selama sepuluh minggu di hutan. Aku anggap cukup karena tiap kali kembali dari cuti teman-teman suka komen, "rada gemukan, pak..."

Indikator lain adalah saat reinduksi. Ukur tensi di klinik perusahaan hasilnya selalu normal...

Induksi adalah kerjaan HSE (Health Safety & Enviroment) Dept. Tiap ada karyawan baru akan dikasih semacam pengarahan tentang keselamatan kerja dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Sedangkan reinduksi adalah induksi ringan yang berlaku untuk karyawan yang baru pulang cuti.


Sedikit berbeda waktu reinduksi terakhir kemarin. Mungkin waktu cuti pemasukan dan pengeluaran gizinya tidak seimbang, tumben-tumbenan tensiku cuma 90/60...

Sesuai pesan perawat, beberapa hari kemudian aku cek ulang hasilnya naik jadi 100/70. Selang beberapa hari lagi dicek sudah 110/80. Kebetulan dokternya ada di tempat, aku sempatin nanya, "tiga kali cek kenapa hasilnya beda, dok..?"

"Berarti perkembangannya bagus, pak..."
"Masalahnya pusing kepalaku ga ada perubahan malah nambah. Harus medical check up kah..?"

Eh dokternya malah nyengir, "udah minta cuti lagi saja sana. Harus check in itu bukannya check up..."
"Kok tahu..?" *nyengir kuda

"Ya iyalah, orang tambah cakep perawatnya tensinya makin tinggi..."
#nokomen...

Yah...
Beginilah suka duka jadi jomblo di tengah hutan
Datang ke klinik dengan keluhan leher kaku, pulang dari klinik ada yang lain ikutan kaku...
#pelecehan profesi...


20 comments:

  1. Wah salam buat yg di tengah Kang...

    BalasHapus
  2. boleh gak sih sesekali ibunya dibawa ke tambang hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga boleh bu. Area terbatas, karyawan aja ga semua boleh masuk

      Hapus
  3. Ada tulisan "Khusus Karyawan..."
    Hiks hiks....cuma bica cedip cedip cedikit cama yg di cengah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyarakat umum tidak direkomendasikan. Ga terima BJPS haha

      Hapus
  4. ha ha.. indikasi harus sering-sering cuti itu,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu sih cita cita sejak dulu yang ga pernah kesampean, haha

      Hapus
  5. tapi perawatnya jomblo juga kan mas ? hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalo yang itu belum jelas om...

      Hapus
  6. Hahahaha, tapi seharusnya kalo lihat yg "bening" gitu, bisa lebih segar dong mas rawins, kok malah makin tensian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segar dimata, bikin repot di lain lainnya :)

      Hapus
  7. Lagi di jogja sekarang Pak? Ni ayahe zaki lagi pas pulang, 5 minggu kerja, seminggu cuti. Saya tanya, di tempatnya nggak ada reinduksi segala, adanya cuma MCU setahun sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah enak, bu. Reinduksi lebih banyak formalitas doang. Mendingan MCU rutin gitu lebih bagus

      Hapus
  8. dokternya kasih kode itu pak..
    masak gak paham sih..

    BalasHapus
  9. Kayaknya curuk deh yang kaku hehehe

    BalasHapus
  10. godaan...oh godaan.... buakakakakak.... cepet cuti lg dah kang biar lemes yg kaku... =))

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena