13 Juli 2014

Pelihara Binatang

#Semua Umur

Hiburan sudah jadi kebutuhan pokok manusia yang ga bisa ditinggalkan termasuk buat warga hutan.

Keterbatasan sarana rekreasi efek jauh dari peradaban disikapi dengan berbagai macam cara. Ada yang tetap bertahan dengan gaya lama, kabur ke kota tiap kali off. Ada pula yang beradaptasi dengan situasi yang ada.

Dan sebulan belakangan ini ada tren baru di mess, yaitu memelihara binatang. Ada yang piara burung, anjing, ayam, monyet bahkan kura-kura pun ada.

Dampaknya berbeda-beda tergantung jabatan yang bersangkutan. Kalo cuma operator atau staf, semuanya diurus sendiri.

Agak repot bila pemiliknya termasuk keluarga kerajaan. Beliau minta HRD siapin karyawan khusus buat urus kebun binatangnya sampe ada karyawan ber ID Card dengan label Foreman Anjing.
#mondol...

Untuk pejabat non anggota kerajaan, walau tidak terlalu menyolok tetap saja ada penyalahgunaan staf secara diam-diam. Misalnya sopir yang semestinya urus transportasi perusahaan dikasih tugas tambahan beli pisang ke pasar untuk kasih makan monyet.

Ga bener memang...
Tapi sudah jadi kebiasaan yang tak dianggap haram...

Sedikit kacau ketika ada staf baru yang masih polos. Siapa yang ga tepok jidat ketika baca laporan kerja harian, di salah satu poinnya tertulis, "mengganti pempers monyet..."





IT urus popok monyet..?
#ayaayawae...



20 comments:

  1. lah rika sih pelihara apa?

    BalasHapus
  2. nggak ngamuk itu monyetnya dipakein pampers?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak lah kan baik hati kaya yang miara...

      Hapus
  3. kyaaaaa....
    aku ganti popok'e aiko sama bapaknya.... ini monyet? *pengsaaaannn...

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah...
      anak anak di rumah, disini mopokin sapa..?

      Hapus
  4. hahaha ada-ada aja, jobdesk baru yaa

    BalasHapus
  5. monyet piaraan njenengan Kang?

    BalasHapus
  6. Itu namanya masih sayang dengan makhluk yang lainnya, dan masih ada kepeduliannya kang. he,, he, he,,

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebiasaan di pramuka, pak
      sesuai darma ke 10...

      Hapus
  7. Wah hebat kang, ternyata rasa kepedulian kang rawins terhadap binatang begitu besar ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. ke binatang peduli tapi anak istri malah ga diurus, hehe

      Hapus
  8. wah, kalau banyak karyawan yang piara binatang, lama-lama bisa jadi penangkaran dong Pak Raw?
    # bisa jadi kerjaan sampingan tuh...dihitung over time nggak ya...ha ha

    Gimana kabar Pak Raw...tambah langsing kayaknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu.
      kerjaan makin bertumpuk kurang istirahat juga

      Hapus
  9. Ikh.....Lucu Monyetnya. Coba di bawa pulang buat oleh-oleh Ncit dan Ncip pasti seneng tuh bocah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah bawanya, om
      bisa dicekal di bandara...

      Hapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena