01 Oktober 2013

Pancasila Sakti

#Dewasa

Garuda Pancasila
Aku lapendukulmu
...
Pribang pribangsaku
...

Begitu bunyi lagu Garuda Pancasila saat dinyanyikan Rawin kecil dulu. Begitu keukeuh dalam pendirian tak pernah mau dibetulkan guru. 

Mungkin sama kuatnya dengan Pancasila sakti yang sampai saat ini tak tergoyahkan sebagai lambang dan dasar negara. Falsafah negara beberapa kali berganti, namun Pancasila belum pernah menjadi Pancasila liberal atau Pancasila terpimpin.

Benar-benar dasar negara yang kokoh walaupun sering mengalami gangguan dan perbedaan penafsiran dari para penggalinya. 

Mengutip primbonnya Mbah Marto
Ir Soekarno dalam pidato penerimaan gelar Doktor Honoris Causa Universitas Gajah Mada, 19 Desember 1951 mengatakan, "Jangan dikatakan saya ini pembentuk ajaran Pancasila. Saya hanya seorang penggali daripada ajaran Pancasila itu..."

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Pancasila itu bukan ajaran Soekarno. Beliau justru mengambil filosofi Pancasila sebagai sumber ajaran Soekarnoisme.

Soeharto pun mengaku dirinya penggali Pancasila. Menelurkan butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang jadi doktrin wajib setiap warganegara. Beliau mempersonifikasikan Pancasila sebagai Eka Prasetya Panca Karsa secara otoriter yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kerakyatan. 

Berani menentang berarti anti Pancasila dan musti siap digebug. Sayangnya berstandar ganda saat berhadapan dengan kroni-kroninya. Sehingga kata penggali ini menggunakan kata dasar "penggal".

Penggali Pancasila lainnya adalah ormas kepemudaan terbesar di era Orde Baru berjudul Pemuda Pancasila (PP). Anggotanya didominasi pengangguran dan residivis yang dibina agar menjadi manusia yang berguna. Sayangnya definisi berguna ini entah ditujukan untuk siapa.

Atas nama Pancasila mereka siap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan. Dengan back up penguasa, berbagai sudut bisnis dari yang elit sampai lapak parkir dikuasai tanpa terkalahkan. Makanya kata penggali untuk mereka penggunakan kata dasar "Gali" alias gabungan liar.



Orde baru tumbang, posisi penggali Pancasila jatuh ke tangan militan fasis agamis berjudul FPI. Menggunakan Islam sebagai kedok, mereka menebar kekerasan di mana-mana. Dengan dalih Jihad Fisabilillah demi tegaknya syariah di bumi Indonesia, sayap militer mereka tak segan menyerang kelompok Jihad Fisabili-HAM.

Tak peduli nama baik Islam tercemar, anak-anak dan perempuan pun tak lepas dari gempuran mereka seperti dalam peristiwa Monas saat Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) mengadakan aksi damai. 

Tak aneh bila arah penggalian mereka terasa terbalik. Bila Soekarno menggali Pancasila untuk menemukan saripatinya, FPI justru menggali tanah untuk menguburkan Pancasila.


Intinya
Semoga Pancasila tetap sakti
Dan tak perlu berubah menjadi Pancasila Syariah ataupun yang lainnya...

Referensi : Wikipedia | Martonesia

Quote of the day
"Sebanyak apapun orang yang mengejarmu, kau hanya akan menuju padaku" - Kiper Timnas


94 comments:

  1. FPI itu memang aneh om, menggali tapi gak pake pacul, tp pentungan dan peci..

    Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai ormas, tidak ada yang aneh dengan fpi. Hanya asas yang dipakainya saja yang kurang sesuai dengan prinsip kebangsaan kita yang menganut asas Bhinneka Tunggal Ika

      Hapus
    2. standart ganda ya mas? atau memang wakil Tuhan di dunia? lha wong orang salah langsung di gebuk habis, di bilang kapir . Atau memang memusnahkan hegemoni yang ada agar menjadi ormas tunggal yang paling kuwat. Buktinya pakai mobil merk jeep yang menjadi sponsor utama juventus.

      Hapus
    3. Hahaha itulah ironi
      Jadi inget waktu rame-ramenya demo SDSB dulu. Bawa spanduk SDSB haram, tapi saat adzan dhuhur cuma satu dua yang masuk masjid. Kebanyakan tetap bertahan di alun-alun. Giliran turun hujan, baru mereka rame rame berteduh di masjid.. :D

      Hapus
  2. Bila di gali lebih dalam dengan makna sebenarnya dari setiap isi yang terkadung dali kelima sila di Pn=ancasila, hal ini merupakan penjabaran gariis besar dari unsur moral yang diajarkan dari setiap agama. Andaikan saja mereka mau melihat lebih jauh dari sejarah lahirnya Pancasila dengan kejernihan hati dan pikiran sebenarnya, mereka akan malu sendiri bahwa mereka telah mengukur apa yang menjadi dasar yang sebanarnya diyakininya dan diterikannya, yang lebih parah lagi mereka hanya menjadi budak nafsu yang tidak terkontrol bagi para oknum yang menyatakan kebenaran yang dibalut dengan agama dari nafsu yang terselubung yang tidak terarah dan hanya mencari kesalahan dan kelemahan dengan cara kekerasan.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pikir juga seperti itu, pak. Begitu banyak ajaran yang berkembang di dunia. Tidak semestinya kita melihatnya secara harfiah saja.

      Tak perlu dipermasalahkan perbedaan prinsip yang tersurat pada masing-masing ajaran, sejauh makna tersiratnya mengajarkan kebaikan dan kehidupan manusia yang lebih teratur. Perbedaan penafsiran semestinya digunakan untuk memperkaya khazanah kemanusiaan, bukan dijadikan alasan untuk memaksakan kehendak kepada orang lain agar menganut prinsip serupa.

      Kayaknya sih begitu...

      Hapus
    2. perbedaan itu indah.....mestine sih

      jgn jadikan perbedaan satu perselisihan,
      jadikanlah perbedaan itu satu keserasian.....

      tapi prakteke ya angel,menungsane pada rumangsa kuat,pinter dewek2

      Hapus
    3. pada awalnya sila pertama pancasila (ketuhanan) itu islamis banget, tapi di ganti dengan persetujuan tokoh-tokoh nasional saat itu. jadilah sila ketuhanan yang maha esa.

      Hapus
    4. Itu salah satu bukti bahwa para pencetus Pancasila menganggap toleransi dalam kebhinnekaan ini adalah faktor yang penting. Mereka tak ingin bangsa ini terpecahbelah hanya karena perbedaan keyakinan. Makanya aneh ketika ada yang berusaha mengingkari itu dan ingin membongkar dasar negara yang sudah lumayan kokoh ini.

      Pancen bahlul minanas tenan...

      Hapus
  3. selama dunia masih ada akan terus ada dua kubu mas yang benar dan yang salah , yang repotnya kalau semua memandang dari kacamata sendiri dan merasa diri paling benar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada jutaan kubu yang secara garis besar bisa dijadikan tiga kelompok. Kelompok damai, kelompok rese dan kelompok cuek.

      Yang bikin repot adalah adanya kelompok yang mengaku dan selalu mengatasnamakan perdamaian namun memaksakan pahamnya kepada kelompok lain dengan cara kekerasan.

      Kelompok ini memiliki anggapan bahwa perdamaian hanya akan terjadi bila semua orang sudah berpikir seragam, jadi yang berbeda pemikiran musti dibasmi. Makanya kekerasan tak pernah usai, karena otak manusia sudah dari sononya tidak bakal bisa dibuat sama

      Hapus
    2. itulah kelompok rase eh rese

      Hapus
    3. lha ya itu, kang raw. gimana mengatasi kelompok rese atau kelompok yg dibilang mas ardi yaitu yg suka melihat hanya dari sudut pandang mereka sendiri itu. soalnya meskipun tidak ditanggapi pun juga percuma karena mereka langsung main bag-big-bug sak enak udel'e dhewe

      Hapus
    4. Semestinya itu sudah masuk kewenangan negara untuk mengatasinya. Kembalikan semuanya ke konstitusi. Namun carut marut hukum di negeri ini memang bikin kita pesimis. Malah jadi berburuk sangka kalo aparat negara ada di belakang mereka.

      Ingin masyarakat tertib, namun tak mau berhadapan langsung, sehingga nabok nyilih tangan. Keciumnya bau birokrat dibalik gerakan mereka itulah yang bikin aku pake istilah fasis agamis...

      Hapus
  4. apapun makanannya...pancasila tetap wajib untuk dipertahankan sebagai simbol pemersatu bangsa yang sudah mulai terpecah belah ini.....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga makin banyak saudara kita yang sepemikiran dengan pak Hariyanto. Sehingga segala kebhinnekaan Indonesia tidak menjadi sumber perpecahan bangsa. Amiiin...

      Hapus
  5. ih...gambarnya.. gak takut ada yg protes, Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak perlu simbolphobia, om.

      Hidup di negara merdeka tak perlu takut menyampaikan pendapat sejauh tidak memaksakan pendapat kita musti diterima orang lain. Kita harus berani berpendapat yang diimbangi keberanian untuk mendengar pendapat orang lain dengan hati lapang...

      Hapus
    2. top banget deh mas rawins. waras tenan.

      Hapus
    3. emang kapan aku gendheng..?

      Hapus
  6. saya termasuk mendukung fpi, tapi sekarang sedikit tercerahkan, tapi tetap mendukung..
    tentunya akan terasa sangat dangkal kalau saya ungkapkan kalau bukan fpi siapa lagi yg bisa/berani membela islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun tidak anti FPI. Sebagai warganegara mereka berhak berorganisasi dan tak perlu dibubarkan.

      Cuma gaya mereka saja yang aku kurang suka. Amar maruf nahi munkar ala mereka mungkin benar kalo dipake di Arab. Namun di sini Indonesia yang budayanya begitu beragam.

      Kenapa kita tak mau berkaca kepada tokoh yang bisa menyebarkan Islam secara Indonesia. Sunan Kalijaga, Ahmad Dahlan, Hasyim Asyari atau Gus Dur. Mereka bisa menjadi ulama besar tanpa meninggalkan prinsip pluralisme.

      Agama itu cuma pedoman bukan pengubah moral manusia. Orang menjadi baik atau buruk harus diawali dari hati masing-masing dan ini tak bisa dipaksakan. Kalo mau mengarahkan umat menjadi lebih baik, kenapa tidak kita sentuh hatinya dengan kebaikan.?

      Aku berkaca pada diri sendiri. Saat berbeda prinsip dengan orang lain, semakin dipaksa untuk ikut prinsip orang apalagi pake nonjok, yakin aku ga bakalan mau ikutan. Yang ada malahan benci.

      Mungkin akan berbeda cerita kalo penyampaiannya itu secara baik-baik. Tak pengen ikutanpun, minimal jadi mikir kalo prinsip teman itu sebenarnya baik.

      Kayaknya sih gitu

      Hapus
    2. Maaf, agama ISLAM perlu di bela dengan perang? terus teriak ALLOHU AKBAR gtu...

      Hapus
    3. Gila kereen ini pemikirannyaa..

      "Agama itu cuma pedoman bukan pengubah moral manusia.."

      gila ini kata-kata yg baru saya temui dan mak jleeeb tenan..

      tentang yg prinsip pake nonjok itu juga bener, seperti teori bola basket..

      saya pernah dengar pendapat dari FPI (???..) : ..kalau Aa Gym dan Arifin Ilham itu melakukan amal makruf, maka yg melakukan nahi munkar itu ya FPI..

      Saya setujrut dgn pendapat tsb, akan tetapi memang kadang oknum FPI suka serampangan dlm mengeksekusi nahi munkar..

      Hapus
    4. Om kharis..
      Pemahamanku tentang kata membela, sudah aku tulis di bawah untuk menanggapi komentarnya ibue Khusna

      Om 11 12
      Pemahamanku tentang agama memang cuma itu. Agama tak bakalan mampu menggubah manusia menjadi baik sebelum orang itu punya kemauan hati untuk mengikuti pedoman itu. Mungkin dari sini kenapa muncul kata hidayah

      Kebaikan FPI sebenarnya banyak. Sayangnya ada sedikit gaya mereka yang membuat panas setahunnya harus hilang karena hujan sehari.

      Seperti mereka memaksakan miss world dibatalkan, padahal tidak ada prosesi bikini. Namun kenapa mereka tidak mendemo Islamic Solidarity Games di Palembang yang pemain volleynya cuma pake kancut dan bra?
      Hanya karena ada nama islamicnya kah..?

      Kalo mau kelihatan sportif, ada baiknya FPI melakukan pembenahan secara internal dulu. Babat habis tuh kyai dan haji yang suka korupsi. Sudah berani menyandang haji berarti tak bisa lagi dibilang Islam KTP.

      Jangan cuma beraninya ke warung remang-remang doang dong. Belum tentu mereka muslim..

      Hapus
    5. gini mas rawin ceritanya. ternyata warga muslim di indonesia itu sudah 99% dari total penduduk indonesia.

      sejak jaman nenek moyang ternyata tuh para misonaris main belakang dengan kekuatan uang, bisnis, pemerintahan, perkawina :(

      apa gak sportif??? makanya para kaun muslimin ikut bales dendam. haha tetap gak baik bales dendam...

      tapi sebagian kaum muslimin ikhlas. gak mau main belakang. biar dengan ceramah yang baik, bernahi munkar sesama muslim dengan sikonnya, maka hidayah tetap hanya milik Allah. kemenangan atas agama Alkah pasti Allah akan wujudkan.

      padahal fpi dalam padangan islam secara umum gak dianjurkan begitu. karena fpi selalu saja berdiri di antara sifat khawarij, dan ahlus sunnah. namun hakikat fpi gak ke sana. tapi fpi suka main kompor. akibatnya ya muncul okum yg gak bertanggung jawab main hakim sendiri :(

      yach begitu lah dilema dakwah di demokrasi. cebur ke demokrasi malah keterusan. kan demo teriak2 begitu sudah gak etis, padahal negara ini aman secara perang. yach kasihan karena gak terpadu gitu. demo tapi yang dengar sedikit :(

      mudahan fpi punya investor biat bikin siaran khusus fpi melalui channel nasional. jadi pesan sucinya tersampaikan. gak perlu bikin heboh baru dimuatin sama media.

      Hapus
    6. kekuatan misonaris (melakukan KB) ... sistem negara liberak gitu ... akhirnya mudahnya permutadan hanya dengan anggapan apabila pindah agama akan hidup sejahtera. belum lagi konspirasi 11 september isu teroris di wajah islam :(

      anak2 muslim dijauhkan dari kurikulum umum seharian penuh.

      makin kuat misi misonaris ini. ketika paradigma umat muslim yg sdh muslim ktp dengan paradigma bawah islam sama dan gak lebih baik dari yg lain :(

      sangking stress para pejuang islam buat merebut kembali iman kaum muslimin, eh partai dan ormas banyak di-isi para oknum misionaris seperti AHMAD FATONAH :(

      surammm... fpi stress okumnya... konspirasi capek labil gossip hayah :D

      Hapus
    7. jadi misionaris gak berani perang beneran (gak sportif) ... beraninya lewat media. tapi sekali lagi masih ada kok muslim kayak mas rawin dan teman2 yang baik hati rindu akan nuansa kedamaian. mereka tegar dengan hidup di kelilingi banyak ujian. mereka berpeganv teguh pada tuntunan dengan akhlak yang mulia. cieeee ;)

      Hapus
    8. Waduh, bahasanya tingkat tinggi ini. Rada berat untuk otak awamku, hehe...

      Secara pribadi, soal penyebaran agama aku ga bisa bilang sportif atau tidak sportif. Bagaimanapun juga ketuhanan itu hak manusia yang paling asasi. Pindahnya keyakinan seseorang tak bisa dianggap sebagai kekalahan suatu agama, karena itu murni urusan vertikal antara manusia dengan tuhannya.

      Kalo kita baca sejarah, polanya tak jauh berbeda. Khusus di Nusantara ini lebih banyak dibawa pedagang ketimbang perang. Hindu, Budhha, Islam bahkan Kristen pun dibawa pedagang.

      Ketika masalah politik ikut bermain, itu sih efek samping yang sebenarnya agama cuma terseret doang dengan pokok permasalahan tetap urusan duniawi.

      Pun ketika kristen masuk, awalnya dibawa pedagang juga. VOC itu serikat dagang bukan penjajah. Masuknya Indonesia ke masa kolonial itu setelah VOC bubar.

      Kalo kita bilang misionaris itu tidak sportif, masuk mendompleng penjajah. Mustinya kita juga harus bilang Islam pun berbuat sama sudah bikin Demak menyerang Majapahit.?

      Aku tak ingin terjebak dalam keterpihakan hanya dengan modal sama atau tidak sama. Namun aku lebih suka membedakannya antara yang masuk dengan cara damai dan cara kekerasan.

      Orang pindah keyakinan karena bujuk rayu menurutku wajar. Karena dakwah ya sebaiknya begitu. Berbagi kedamaian dan pencerahan agar orang mau bertindak didasari keinginan dari hati. Suatu perasaan yang tak bakalan bisa kita dapatkan dari korban kekerasan.

      Emangnya ada manusia normal yang suka dipaksa-paksa untuk meyakini sesuatu yang berbeda dengan kata hatinya..?

      Kalo dibujuk atau diteladani aku yakin banyak...

      Hapus
    9. yach benar tuh. sederhananya, kita harus selangkah lebih cerdas dari musuh. jangan ngomel, tapi gak meningkatkan apa2, justru menurunkan :D

      Hapus
    10. Betul, om...
      Ketidaksetujuanku dengan perilaku FPI cuma karena kekerasannya saja. Kasihan ulama ulama kita yang getol berkampanye tentang Islam itu agama damai dan rahmat semesta alam. Opini masyarakat yang mereka bentuk dikacaukan lagi oleh FPI dan milisi jihad macam udin ngetop

      Hapus
  7. duh, enggak gagal paham, tapi susah mau berkomentar...

    tapi hanya satu, saya tak dukung FPI...karena jelas Islam tak seperti itu...sama sekali bukan seperti FPI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak nisa ga sendiri...aku juga gagal paham..
      bahasnya terlalu tinggi apa otakku lemot karena blom makan ya?

      aku cuma pengen indonesia damai, saling menghormati antar agama kan indah..

      Hapus
    2. Kata membela memang sering ditafsirkan berbeda-beda. Andai dianalogikan bunga di taman, bisa dibilang setiap orang ingin bunga milik dia paling bagus dibanding milik orang lain.

      Keinginan menjadi baik ini diaplikasikan berbeda. Ada yang berusaha merawat miliknya sebaik mungkin agar orang tertarik menanam bunga serupa. Ada pula yang membiarkan bunganya tumbuh apa adanya namun berusaha merusak tanaman orang agar kelihatan lebih jelek.

      Hasilnya memang sama, bunga milik dia paling indah dibanding milik orang. Tapi haruskah menjadi baik itu dilakukan dengan cara yang kurang baik..?

      Hapus
    3. jadi semua kembali kepada penafsiran masing2 sehingga berujung kepada tindakan apa yg dilakukan..... begitu ya, kang?

      Huuuf untung agak mudeng dikit.

      Hapus
    4. mas budi emang di atas rata-rata deh ah... hormat suhu..!

      Hapus
    5. Intinya sih tetap menjaga persatuan di tengah plurarisme budaya bangsa. Jangan sampai pake prinsip, "biarkan sejuta kembang tumbuh di tamanku, asal semuanya berwarna merah..."

      Hapus
  8. Kok Garuda Pancasila nya berubah wujud begitu ya? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya berandai andai bila Pancasila dipaksakan berubah

      Hapus
  9. Banyak orang bilang Jokowi menerapkan Pancasila dalam perbuatan sehari-hari.
    Semoga saja Pancasila tetap dapat dipertahankan sebagai jati diri bangsa ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita lihat saja bu bagaimana prosesnya

      Hapus
  10. hahaha... pancasila memang sakti.. bisa menimbulkan semangat yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya itu yang jadi tujuan para pendiri negara ini. Menginginkan kebhinnekaan ini menjadi sumber kekuatan negara, bukannya sumber perpecahan bangsa...

      Hapus
  11. BUSEEEEEEEEEEEEEEEETTTT!!! Berani benar mas Rawins, itu Garuda berevolusi seperti Digimon, Sakti ya? yang penting ojo berantem, harus akur sesama manusia, oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan soal berani atau tidak berani kok
      Cuma bicara kenyataan yang aku lihat melalui kacamataku emangnya salah..?
      Toh aku menjunjung tinggi perbedaan pendapat dan tidak melarang orang lain untuk tidak sepakat...

      Hapus
  12. pasti dulu nilai pelajaran PMP/PPKn/PKn nya bagus yah...
    ditambah nilai plus dari sejarah kemerdekaannya juga A plus yah...

    ck...ck...ck... kalah ni bugulunyah... ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha salah besar itu
      Dulu kalo pelajaran umum macam PMP, aku suka bolos :D

      Hapus
  13. lupa kalau hari ini kesaktian pancasila

    BalasHapus
  14. ormas pemuda pancasila (pp) esih aktif loh lik disebagian besar suatu pulau di indonesia (ora wani nyebutna,nu nyong rakyat jelata)

    ning aktife utawa kegiatane ngungkuli kegiatane preman,mung terlindung dadi ora keton nemen2

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha sing ngobrak abrik bal balan neng endonesah sopo maneh mas reo, sing ngobrak ngabrik persebaya yo wong kuwi lho. hehehe

      Hapus
    2. Itu dia kerennya Indonesia Raya
      Karena bermanfaat buat nambah pemasukan, biar kata warisan orde baru tetap di pertahankan. Beda lagi dengan yang bermanfaat bagi orang banyak macam program pelita, klompencapir dll, orang ga mau lanjutin dengan alasan warisan orba
      #mantap...

      Hapus
  15. hehehe....gimana kalau di rubah jadi pancasilais kapitalis religius? eh tapi semua itu kan sudah lengkap ada di pancasila (murni) tho. Mau kapitalis, mau sosialis, mau religius, mau nasionalis, mau demokrasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pancasila saja sudah cukup
      Kebanyakan konsep tapi mblegedreg di implementasi, apalah artinya..?

      Hapus
    2. oh iya saya seneng nyanyi waktu kecil dulu, garuda di pancal kucing, piye jal ?

      Hapus
  16. Semoga dengan adanya perbedaan - perbedaan tetap makin sakti pancasila... selamat HARI KESAKTIAN PANCASILA... MERDEEEEKA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa musti takut dengan perbedaan
      Aku cari istri juga milihnya yang berbeda kelamin...

      Hapus
  17. saya kok malah suka yang ini mas : "Sebanyak apapun orang yang mengejarmu, kau hanya akan menuju padaku" hehe..dalem artinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Relatif juga sih sebenarnya. Kalo misalkan penyerangnya rada setres, nendangnya bisa keluar lapangan mulu :D

      Hapus
  18. Semoga Pancasila yang terdiri dari 5 silanya mampu diamalkan oleh pemerintah terutama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai saat ini masih dalam tahap semoga doang, pak
      Hehe...

      Hapus
  19. Visit yuk bang =))
    ada kontes seo kecil2an nih , http://www.no-c0de.info/2013/09/kontes-seo-no-c0de-blog-baru-yang-penuh.html

    BalasHapus
  20. aku copas ya um..

    Garuda Pancasila
    Aku lapendukulmu
    ...
    Pribang pribangsaku
    ...
    ora maju maju
    ora maju maju
    ora maju...... maju............... :O

    huwooo huwoo. wah ternyata kita sebangsa ya!.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya...
      Aku sukanya maju mundur sih, neng...

      Hapus
  21. hahahaha engga bayangi waktu kecil si om "cut keukeuh" ga mau dibenerin nyanyi lagu garuda nya... :D

    BalasHapus
  22. sepertinya mas rawins berpikir secara logika bukan melalui pro kontra. atau gimana yah? saya agak bingung dengan tulisan ini. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gausah dipikirin, om
      Aku emang gini kok orangnya... :D

      Hapus
  23. Hidup FPI! *eh

    pokoknya gue dukung garuda, walopun badannya penuh kutu. Gue tetep pengen liat merah putih berkibar di langit biru, walopun benalu merambat di tiangnya.

    Btw, soal quote: kiper timnas mana tu yg bilang? Ya iyalah balik ke elo, makanya gawang elo sering kemelut! Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga tau itu om
      Orang cuma nyomot dari internet doang. Kebiasaan ngopas belum juga ilang soalnya

      Hapus
  24. namanya juga ormas, anggotanya kebanyakan ya pengangguran dan juga sukanya main hakim sendiri, padahal sudah ada penegak hukum?
    klo FPI sih gk tau maunya apa, sukanya anarkisasi. seharusnya kalo ada orang2 yg melakukan perbuatan dosa (mabukan, judi, zina, dll.) tidak bisa dinasehati ya dibiarkan aja, toh kan ada balasanya di akhirat nanti. Hidup ini agar seimbang kan ada baik dan buruk. kira2 gitu!!!

    #Semakin sirna makna pancasila adanya pancasilo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah kaprah mungkin. Kebiasaan melihat sesuatu dari permukaan saja itu kurang baik namun suka dipelihara dan dianggap lumrah.

      Semisal kita ingin menutup warung remang-remang, semestinya pikirkan dulu dong yang punya warung itu punya keluarga yang musti dikasih makan. Ga usah diobrak-abrik, tapi kasih solusi agar keluarga mereka bisa makan secara halal, kayaknya ga perlu dipaksa pun bakal tutup sendiri.

      Pada dasarnya semua orang itu terlahir baik. Sejahat apapun orang jarang banget yang pengen anak anaknya jadi jahat juga. Makanya kalo ada yang mau bantuin hidup yang lebih baik, mungkin hanya segelintir kecil saja yang menolak...,

      Hapus
  25. Fotone Rawins kecil endi Kang.. sekali-kali dong dipajang si kecil pendukung militan Pancasila itu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap,,,,,, lain dari pada yang lain komennya nih Uncle Lozz..... he,,, he,, he,,,

      Hapus
    2. Kan sering diposting
      Kok bisa gak tau sih..?

      Hapus
  26. Berarti cen keras kepala dari kecil ya Kang...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keras kepala itu wajib, asalkan hati selembut sutra..
      Hahah

      Hapus
  27. Gambar burung garudanya kok beda sama yang di buku anakku?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya ini bukan pelajaran sekolah bu :D

      Hapus
  28. Kelingan waktu TK dulu.
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang TK ada pelajaran begini..?
      Pasti samaan ya nyanyinya pribang pribangsaku :D

      Hapus
  29. Tulisannya keren bener, opininya mantap ... Pertanda, menulis dari membaca dan tidak hanya buku.
    Salut mas ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren apanya
      Dibilang cuman copas, om :D

      Hapus
  30. Mantabs Mas... tulisan ini agak berat tapi bisa saya pahami. Yang jadi pertanyaan, dari mana Bapak Ir. Soekarno mendapat ilham Pancasila itu ya? saya koq bingung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soekarno sebenarnya salah satu penggagas Pancasila juga. Cuman beliau negarawan besar yang tak mau menganggap adanya negara ini murni jasanya pribadi. yang aku tahu, pencetusan Pancasila itu hasil pemikiran kolektif para pendiri negara yang bepikir bagaimana caranya mempersatukan bangsa yang begitu banyak ragam budayanya ini...

      Hapus
  31. wah bicara pancasila bicara sejarah :(

    sejarah saya nilainya buruk. tapi memori saya yang tersisa, pancasila itu awalnya dari piagam jakarta yach? pokoknya di situ perjuangan rakyat muslim (baca rakyat indonesia) dikhianati. nah supaya gak labil ekonomi, akhirnya pun ulama dan rakyat muslim rela. dari pada kondisi gak kondusif. perang kubu demokrasi dan syariah. haha

    tapi kata mas rawin juga. lihat sisi kemanusiaannya. xixi

    buat fpi ... untung sampean tinggal di negeri demokrasi. untung mas rawin orangnya manusiawi. kalo gak gue penggal lalu gali. wkwkwkwkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada yang dikhianati kok, om...
      Dimana-mana mayoritas kadang khilaf melupakan kaum minoritas. Untungnya mereka segara sadar bahwa bangsa ini begitu plural. Sehingga dengan penuh kesadaran bersedia merubah apa yang tercantum dalam piagam jakarta agar bisa mengakomodasi kepentingan yang lebih luas.

      Lagi pula, yang mayoritas itu agamanya. Sementara asas politik yang dianut oleh mereka yang beragama mayoritas itu begitu beragam. Nasionalis, Sosialis, bahkan Muso yang secara politik PKI pun seorang muslim.

      Intinya sih para pendiri negara ini sadar, bahwa negara bukan sekedar urusan agama. Tapi mengelola bangsa yang begitu besar dan belum pernah tuntas sampai sekarang, hehe itu apesnya Indonesia Raya...

      Hapus
    2. mmm... disini saya sedikit gak setuju. tapi akhirnya benar juga. karena wawasan saya masih kurang soal aturan perang dan pemerintahan secara islam. so, islam selalu melihat sisi mana maslahat yang besar. gitu aja kok repot. xixi

      Hapus
    3. Santai saja lah, om...
      Disini tidak sepakat bukan sesuatu yang diharamkan. Dengan tukar pandangan begini, minimal pikiranku bisa lebih terbuka bahwa begitu banyak sisi yang berbeda dari kacamataku.

      Lagipula nabi sudah mengingatkan kalo umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Repotnya kita tak pernah tahu golongan mana yang benar-benar ikut beliau. Jadi tak perlu saling menyalahkan. Siapa tau yang kita serang justru golongan yang dijanjikan surga itu...

      Hapus
  32. kalo aku nyanyinya..ribang ribangsaku hahahha...
    *anak2 kupingnya pada budeg kali ya:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeee orang sunda kirain bisa ngomong p..?
      Haha...

      Hapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena