20 September 2013

Gombal Warming #2

#Semua Umur

Ada yang nagih kelanjutan jurnal Gombal Warming. Biar ga berdodolria mulu, kita bergombalria dulu sejenak.

Quote of the day
"Semakin banyak kau tebar, semakin banyak kau dapat, itulah dunia" - penebar ranjau paku


Saat ilmuwan dunia masih bersilang pendapat tentang kebenaran pemanasan global, muncul Al Gore mantan wakil presiden Amerika jamannya Clinton. Tahun 2006 beliau membuat film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth yang meraih 2 piala Oscar dan 21 penghargaan lain dari acara sejenis.

Film yang membeberkan penyebab meningkatnya suhu dan berkurangnya es di kutub itu membawa Al Gore menjadi pemimpin terdepan kampanye global warming.

Gerakan yang luar biasa sampai menenggelamkan sanggahan dari beberapa ilmuwan atas kekurangakuratan data dalam film tersebut. Misalnya tentang foto-foto glasier yang berkurang, tidak diimbangi dengan menyebut glasier lain yang terus bertambah. Glasier Kilimanjaro dikatakan mulai menghilang, tapi tidak disebutkan bahwa glasier Kilimanjaro sudah berkurang sejak 1880, jauh sebelum kadar CO2 meningkat.

Al Gore mengklaim peningkatan kadar CO2 di atmosfer telah meningkatkan suhu global. Namun sebuah studi oleh Journal Science pada tahun 2005 menemukan sebaliknya. Peningkatan suhu bumilah yang jadi pemicu peningkatan kadar karbondioksida. Bahkan ABC News menemukan salah satu cuplikan dalam film dokumenter tersebut adalah potongan film "The Day after Tomorrow".

Keanehan lain terjadi saat para pemimpin dunia bertemu di Bali pada tahun 2007. Amerika Serikat enggan menyetujui hasil konfrensi tersebut walaupun Gore menngecam. Bisa jadi presiden Bush sendiri masih meragukan kebenaran isu tersebut atau memang punya agenda lain.




Masih ingat tentang kredit karbon yang aku bahas di jurnal Gombal Warming #1 kan..?

Pertama kali kenal istilah itu ketika aku masih jadi pelanggan Mandala Air dulu. Saat pesen tiket melalui website, selain pilihan bayar asuransi dll, ada tambahan biaya kredit karbon yang kalo ga salah nilainya 18 ribu perak untuk penerbangan Jogja - Jakarta.

Cari-cari info di google, biaya karbon merupakan kompensasi atas CO2 yang dihasilkan mesin jet. Dananya akan digunakan untuk proyek lingkungan hidup agar penambahan dan pengurangan kadar karbon di atmosfir selalu dalam posisi seimbang.

Maskapai dan industri lain yang menghasilkan emisi rumah kaca akan membayarkan biaya karbon melalui broker yang ditunjuk. Salah satunya adalah Generation Investment Management LLP yang berkedudukan di London dan New York.

Silakan buka websitenya dan lihat di bagian about us. Di situ tertera, perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2004 oleh Al Gore...



Sayang aku belum nemu data terbaru. Namun data penjualan kredit karbon di dunia yang tahun 2004 hanya 6 juta USD, 2 tahun berikutnya meningkat pesat menjadi 110 juta USD. Mantap kan..?


Intinya
Belajar berburuk sangka kenapa Al Gore begitu semangat..? 
Siapa tak mau hidup kaya raya, meraih nobel dan dipuja aktivis lingkungan hidup di seluruh dunia...


Sumber : Wikipedia | Blog Enigma | IMDB


47 comments:

  1. Balasan
    1. jangan ada petromax diantara kita...

      Hapus
  2. uang...lagi lagi uang...*lupa lagi terusan lagunya

    jadi ada udang dibalik batu ya, emang pinter...tapi sayang pinternya dipake ngibulin. N kalau mereka sendiri ragu bahkan tau itu ga bener atau ga sepenuhnya bener, kok gda yg vokal ya ?? apa karena mreka2 juga dapat keuntungan dari hembusssan tentang gobal warming itu ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa negara tidak protes, karena duit juga, om. ada fee yang dibayarkan ke negara yang ikut partisipasi. lebih lengkapnya tar aku tulis di sambungan tema ini deh...

      Hapus
  3. Balasan
    1. gombalnya numpuk di keranjang cucian, bu :D
      santai saja bu. kalo temanya terlalu berat, dilewatin saja lah...

      Hapus
  4. jadi sebenarnya yang dibikin al gore tak jauh-jauh dengan yang dibikin sutradara film? namun yang ini dapat bonus nobel dll. malah ada cuplikan the day after tomorrow barang...melanggar hakcipta nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin aslinya tidak begitu, bu. Bisa jadi Al Gore memang sepenuh hati mebaktikan diri untuk melestarikan bumi. Namun ya itu tadi, gara-gara dia jadi broker kredit karbon dan filmnya cuma ambil satu sisi saja, mau ga mau banyak orang yang berburuk sangka kalo itu ujung-ujungnya duit banyak...

      Hapus
  5. mantap pisan, pastinya punya agenda lain, Masak iya buaya mau dikadalin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cicaknya masih berani gak lawan buaya..?

      Hapus
  6. Proyek lingkungan hidup atau proyek untuk menghidupi diri sendiri ya ? jadi bingung , garuk-garuk pantat :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekedar berburuksangka saja, om. Bisa jadi faktanya tidak begitu. Soalnya ilmuwan juga masih berselisih paham. Sulit untuk mengetahui mana yang benar atau tidak karena di jaman serba kapital ini, orang bisa pro dan kontra hanya karena kebagian kuenya atau tidak

      Hapus
  7. dulu, topik ini pernah dibahas sm bung enigma...
    dan justru beliau lebih cenderung berpendapat [kalo gak salah menyimpulkan] bahwa bumi ini justru menuju ke pendinginan global, bukan pemanasan... ocehan global warming itu, terlalu banyak konspirasi isinya. Katanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bumi memanas dan mendingin sepertinya sudah suratan takdir sebagai bentuk harmonisasi alam. jaman dinosaurus belum ada manusia, bumi pun mengalami pemanasan global dan jaman es juga...

      Hapus
    2. glek...baru kali ini saya membaca penempatan kata harmonisasi yang betul...jempol deh buat Pak Raw.

      Hapus
    3. harusnya harmonikanisasi ya bu..?

      Hapus
  8. Ada konspirasi hati yang mengkudeta pikiran kita. Ternyata kita emang bener2 digombalin ama pengenalan istilah 'warming'. Kalo bhs yg lebih gombal itu 'foreplay'. Mungkin gara2 kita suka nonton senam paginya Feni Rose atau pilem bergenre 'senam' dalam tanda kutip. Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yang itu sih lebih tepat disebut pemanasan lokal, om... :D

      Hapus
  9. gombal warningnya ngefek gak ke abrasi pantai ??
    baca KR hari ini hanya dlm 12 jam saja
    pantai sepanjang 15 meter ilang di pantai Depok
    Senasib jg pantai kuwaru


    BalasHapus
    Balasan
    1. abrasi sudah terjadi sejak pemanasan global belum dikenal. karena yang bermain disitu adalah gelombang, arus, pasang surut, salinitas air laut dan ekosistem pantai.

      abrasi merupakan hukum alam yang normal sebagaimana sedimentasi yang berlaku sebaliknya, dimana garis pantai makin menjorok ke laut memperluas daratannya...

      Hapus
  10. jadi global warming itu isu boongan mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum bisa disimpulkan secara ilmiah, orang ilmuwan saja masih simpang siur pendapatnya. semua masih sebatas praduga tak bersalah makanya aku kasih label x-file

      Hapus
  11. Balasan
    1. begini doang pendapat sesepuh yang katanya ikutan sibuk waktu ratifikasi protokol kyoto..?

      Hapus
  12. benar tu suhu bumi naik akibatnya panas, makanya kok aneh bumi makin panas karna lapisan ozon menipis/kadar co2 tinggi. bukanya kalo dataran tinggi semakin dingin dan dataran rendah malah sebaliknya karna suhu bumi. sehingga gombalnya kelamaan dijemur kan jadi hangat

    #eh pusing....

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang banyak hukum fisika yang musti dipertanyakan lagi. seperti matahari yang katanya sumber panas untuk bumi, namun kenapa makin tinggi suatu lokasi udaranya makin dingin padahal makin dekat ke matahari

      Hapus
  13. Belum pernah nonton film dokumenternya itu, jadi penasaran...

    eh baca quick note yang dikanan atas "Menulis dan teruslah menulis. Tak peduli mau dibaca atau dijiplak...", sukaa banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanyanaruh tulisan di pinggir jalan. mau dicuekin, mau disepak, mau dipungut orang lewat kita musti sadari itu sejak awal dong..?

      Hapus
    2. Betul, betul... setuju :)

      Hapus
    3. berbakat jadi anggota dpr tuh, hhehe

      Hapus
  14. Saya masih agak bingung, kalau langsung to the point, Al Gore itu memanipulasi isu global warming utk keuntungan dia sendiri gitu?

    Wah kurang ajar tenan kalau begituu..

    Tapi kayaknya isu global warming emang apus-apusan aja ya pak,
    kasihan bangsa yg baru mau maju industrinya, sudah 'terganjal' dgn isu global warming..

    eh yg bener itu global warming atau global warning pak?
    saya baru ngeeh kalau warming dan warning itu hampir-hampir mirip pengucapan dan penulisannyaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya warming lah
      kan pemanasan global bukan peringatan global. emang ada isu tentang global warning..?

      googling aaah...

      Hapus
  15. wah berarti selama ini saya salah, saya kirain global warning pak..

    salah marning.. salah marniing..

    BalasHapus
  16. Dulu jg sempat curiga saya.. ga tau kalo sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga perlu curiga mencurigai lah
      sekedar dijadikan penambah wawasan saja

      Hapus
  17. warmin gombal... tempatnya panas ya mas...

    BalasHapus
  18. kali ini saya cuman mau ngintip doang....soalnya ngga ada gambar yang bisa bikin hati saya berdenyut nih....kecuali kepala saya yang denyut2 karena belom sembuh total yeuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. syafakillah Pak Ci, semoga lekas sehat...

      Hapus
    2. belum sembuh juga, mang..?
      konsumsi ubinya yang super dong, biar lekas sehat

      Hapus
    3. ubi nya di oles oleskan gitu ?

      Hapus
    4. disampluk samplukin om :D

      Hapus
  19. Menarik banget Kang bahasannya. Pinter banget si Al Gore emang. DI Indonesia nasabahku juga banyak yang berlomba-lomba bergerak di alternative energy untuk dapet kredit karbon, cuman sayang sekarang katanya harganya kredit karbon itu drop.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bidang energi memang banyak yang kolaps sekarang, om
      Batubara yang dulu dibilang duitnya ga ada seringnya, sejak awal tahun ini mulai meredup...

      Hapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena