27 Maret 2013

Restorative Justice


#Bimbingan Orang Tua

Sekali-kali pengen buka web berita, baca kasusnya Rasyid Rajasa kok malah jadi garuk-garuk kepala yah..?

Aneh saja kena kasus yang menyebabkan korban meninggal cuma dapat vonis 5 bulan penjara. Itu dikasih embel-embel percobaan 6 bulan yang artinya dia tidak harus masuk kandang. Kecuali dalam masa percobaan itu dia melakukan tindak pidana, baru dikandangin selama 5 bulan.

Jujur aku jadi inget kasus yang menimpaku jaman masih sekolah dulu. Saat gabung jadi relawan SAR, temen-temen merencanakan diklat SAR laut dan aku ditunjuk jadi ketua tim survai lokasi di pantai Selok Cilacap. Setelah tugas selesai aku tidak langsung pulang karena tenda basah dan harus dijemur dulu.

Sementara aku ngopi di warung sambil nunggu tenda kering, teman-teman bermain-main di pantai. Entah bagaimana awalnya tiba-tiba aku dengar mereka teriak-teriak ada salah satu orang yang terseret arus. Secara spontan aku dan dua orang anak buahku nyebur untuk menolong. Namun justru itu awal masalahnya.

Teman-temanku itu sudah bisa dibilang jagoan untuk survival gunung namun di laut bisa dikatakan masih nol. Sebelum berangkat aku lupa mengajarkan sedikit teori cara berenang di laut yang berbeda dengan berenang di sungai atau kolam. Sehingga di tengah laut aku malah kebingungan melihat semuanya hanyut terbawa pusaran arus balik secara terpencar sampai akhirnya aku pasrah berenang ke tepi dan menyerahkan nasib mereka kepada Penguasa Alam.

Tiga orang teman baikku ditemukan meninggal keesokan harinya. Dan aku pun kena jerat pasal 359 KUHP. Sebagai ketua tim aku dianggap lalai sehingga menyebabkan matinya orang lain dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Karena waktu itu aku masih sekolah, belum dianggap dewasa dan tidak ada tuntutan dari pihak keluarga korban, makanya aku dapatkan apa yang disebut restorative justice dan tidak harus masuk penjara. Kalo Rasyid yang statusnya warganegara dewasa dan mengatakan kondisinya sadar saat kecelakaan terjadi dapat restorative justice, watdefak dengan hukum negeri ini..?

Setahuku, dalam kasus kecelakaan lalu lintas pasal 359 dan 360 KUHP juga yang dipake. Pengemudi dianggap lalai mengendalikan kendaraan. 

Bahkan dapat tambahan pasal 311 ayat 4 dan ayat 5 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni melakukan tindak pidana dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara dan keadaan membahayakan yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan luka berat. Tak heran kalo Afriyani si Xenia maut bisa divonis 15 tahun penjara.

Apa mata hakimnya mendadak siwer tulisan 5 tahun kebaca 5 bulan..? 
Mantap amat diskonnya ya..?

Dah ah mumet...
Daihatsu juga kayaknya bakal ikutan mumet. Soalnya melihat kasus Rasyid yang beda perlakuan dengan Afriyani, kayaknya semua pemilik Xenia sudah mulai ancang-ancang ganti BMW sebagai persiapan kalo-kalo dapat kecelakaan lalu lintas. Daripada kena 15 tahun...
Amit-amit jangan sampe deh...


Kali ini aku ogah bikin kesimpulan
Tar malah menyesali diri kenapa tidak jadi anak seorang menteri...
Weduuusss...


49 comments:

  1. Walah.... kritis juga Abang Ku Ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto mas Rawins taa itu. Duduk seperti bermuram saja. Adakah yang sedang dipikirkan sampai menampilkan foto yang galau seperti itu. Semoga tidak ada niat untuk suicide (bunuh diri) aja ya. Semoga tidak. *mulut komat kamit baca mantera andalan. Kodok Mati Menahan nafsu

      Hapus
    2. eh sampai saat ini masih stabil kok, mbak
      belum sampai kritis..

      namanya lagi merenung mengenang teman teman yang meninggal dulu di laut sebrang sana, masa sambil jingkrak jingkrak sih pak..?

      Hapus
  2. Hmmmmm gak terlalu mengerti pascal-pasal saya mas, tapi kalau dilihat dari kacamata orang awam memang ada sedikit kejanggalan mengenai penetapan hukuman ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ngerti pasal pascal ya..?
      kalo pasal alvin..?

      Hapus
  3. Cuma bisa bilang WeTeEf!!!

    Aku khawatir "Mata Hukum" kita sudah diganti sama "Mata Sapi". :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan hukum kita memang suka dipolitisir
      sementara politik yang dipake politik dagang sapi...

      Hapus
  4. dapat ilmu baru dari sini, restorative justice.. *manggut2*

    mas rawins banyak paham undang2 juga euy.. mantap suratap top markotop keren kemaren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaah...kok kerennya yang kemaren? asem doong?

      Hapus
    2. apalagi kalo undang undang kenduri
      wah paling getol...

      Hapus
  5. yang ditabrak BMW itu kayanya Daihatsu juga Kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang pengapesane daihatsu kali ya...?

      Hapus
  6. Balasan
    1. hehe kayaknya sih iya
      tapi emang susah sih karena ketentuan ancaman itu selalu pakai kata maksimal dan tidak ada batas minimalnya

      Hapus
  7. Namanya juga anak Menteri Sob :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku anak mantri guru...
      gimana..?

      Hapus
  8. siapa dulu bapaknya.. *tepok jidat

    BalasHapus
  9. siaap juragan.. ganti BMW bebek merah warnanya.. Negeri Indonesia Tercinta..om..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngajogjokarto hadiningrat ki endonesia dudu om..?

      Hapus
  10. wah udah punya pengalaman mau masuk penjara ya mas.. wkwkw tapi kalau kasusnya seperti itu bisa dimaafkan karena memang bukan salah pribadi mas secara langsung.. gak tahu juga deh saya perkembangan kasus ini gak suka iseng liat web berita apalagi baca koran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasal 359 memang keren...
      misalkan kita ngelempar mangga pake batu, ga taunya ada orang lagi boker di kebon dan jidatnya bocor ketimpa batu. itu juga diancam pake pasal ini. biar ga sengaja tetap saja ancamannya 5 tahun...

      Hapus
  11. Saya pun ikut sedikit marah juga Mas,apalagi udah menghilangkan dua nyawa dalam kecelakaan mobil itu,kadang kalau lihat berita tentang persidangan dan vonis yang dijatuhkan sudah melanggar ketentuan hukum gak sesuai hukum yang dibuat dengan perbuatan yang dilakukan.Bingung-bingung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pikir yang salah si rasyid juga. kenapa dia ga nabrak mati kopasus aja kemarin itu...

      Hapus
  12. aku masih terpana karena baru kali ini liat judul postinganya pke bahasa einggreis

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha aku ga tahu bahasa indonesianya, mil...

      Hapus
    2. mulai sombong ceritanya

      Hapus
  13. halah-halah.. Indonesiaaaa...

    BalasHapus
  14. memang konon katanya, keadilan di negeri antah berantah itu bisa di beli ...
    *wah kehilangan teman dengan cara seperti itu meninggalkan trauma ya mas ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sempat rada shock sih...
      apalagi mereka termasuk anak buah terbaikku saat itu

      Hapus
  15. wah, sungguh kisah masa lalu yang men-speechless-kan .. ikut berduka untuk kawan2nya, mas

    BalasHapus
  16. Rika dudu wong laut tapi bisa silem ya Kang?
    apa baen bisa Rika ya Kang
    top jer

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan andalannya renang gaya batu...

      Hapus
  17. endang palupi28 Maret 2013 15.19

    ternyata yang dapat discount tidak cuma di carefour aja ya mas, di bui pun dapat disct........hhhh, tak dongakno gek ndang tuku BMW kang, inyong sik numpang.....!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo bmw bebek merah warnanya...

      Hapus
  18. Salam kenal om...
    Jangan punya bapak Mentri... memalukan.... Mlakune miring... *skak

    BalasHapus
  19. Anak pejabat yang melakukan tindak pidana sudah bisa dipastikan pakai kartu diskon hukuman sampai 90% (maklumlah krn penegakan hukum di negeri ini masih meliht latarbelakang)

    BalasHapus
  20. Di negeri ini diskon hukuman dari pengadilan dagelan bagi "the have" bisa 90-100%, gak usah kaggget.

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena