28 Februari 2013

CIMB Niaga Payah


#Semua Umur

Waktu pulang ke Jogja kemarin, ibue minta pendapat untuk ambil kredit ke bank. Karena alasannya masuk akal, aku tak perlu mikir panjang untuk memberikan persetujuan. Berhubung selama ini aku baik-baik saja dengan CIMB Niaga, maka kesanalah aku aku menuju. Dan toh selama ini CIMB Niaga paling getol nawarin pinjaman lewat telpon.

Buruan ke kantor cabang CIMB Niaga yang di jl Jendral Sudirman. Oleh customer service aku dipertemukan dengan bagian kredit yang aku lupa siapa namanya. Nanya prosedurnya ternyata gak ribet. Cuma tanda tangani formulir lalu KTP dan Kartu Kreditku difoto pake HP. Tak ada yang lain-lain hanya minta hapeku aktif untuk keperluan konfirmasi dan prosesnya paling lama 5 hari kerja.

Sekarang sudah satu minggu lewat, belum juga ada konfirmasi. Nanya ibue kalo-kalo nelpon ke rumah, katanya juga tidak ada telepon dari Niaga. Sayangnya waktu itu aku lupa tidak minta nomor kontak bagian kredit. Entah karena oon atau terkesima sama si mbak yang cantik itu...
#Sambit panci...

Sebenarnya tak masalah. Karena kebutuhan ibue tidak terlalu mendesak dan masih ada waktu untuk nyobain ke bank lain. 

Cuman bingungnya...
Pengajuan kredit saja belum ada kejelasan, dalam seminggu itu aku sudah dua kali ditelpon CIMB Niaga nawarin kredit dengan ketentuan dan nominal yang sama dengan pengajuanku. 

Masih seperti biasanya, sales yang nelpon cukup ulet dalam merayu. Aku bilang lagi boarding pun masih ngeyel minta waktu barang satu dua menit. Biar ga panjang lebar aku jelasin bahwa aku sudah ngajuin dan itu saja buruan diproses. 

Eh malah dapat jawaban gini, "mohon maaf tidak bisa, pak. Soalnya itu beda bagian..."
"Sama-sama Niaga, kan..? Trus apa bedanya..?"

"Yang kemarin bapak lakukan itu kan pengajuan. Jadi ada kemungkinan ditolak dengan beberapa pertimbangan. Kalo yang saya tawarkan ini, murni penunjukan berdasarkan catatan kami. Jadi sudah kami pertimbangkan dulu dan pasti di acc..."
#Bingung...

Ga mudeng dengan penjelasan itu, trus pramugarinya sudah negur lagi, aku bilang saja, "ya sudah saya ikut mbak aja deh..."

Kirain urusan selesai
Ternyata masih ada syarat tambahan. "Baik kalo bapak sudah setuju, saya minta alamat untuk kurir kami datang ke tempat bapak. Siapkan saja fotokopi KTP dan nanti ada formulir yang harus ditandatangani..."

"Tapi sekarang saya mau ke Kalimantan, mbak..."
"Tidak masalah. Kurir dari kantor kami yang di Kalimantan bisa menindaklanjuti. Kalo boleh tahu, alamat kantor bapak dan kantor CIMB Niaga terdekat mana ya..?"
"Niaga terdekat rasanya di Banjarmasin. Dari Banjarmasin ke tempat kerja saya sekitar 6 jam perjalanan darat disambung naik perahu kelotok 2 jam. Kapan mau nyamperin..?"
#Hening...

"Kok jauh ya..?"
"Makanya sabar saja, mbak. Nanti kalo balik Jogja saya ke Niaga lagi..."
"Wah tidak bisa lewat cabang, pak. Penawaran ini khusus lewat telepon..."
#Kacau...

Buruan aku bilang, "mbak tahu gak pramugari Lion kaya apa..?"
"Mmmm cantik-cantik ya, pak..."
"Nah itu dia. Gara-gara telpon ini wajah cantiknya sudah berubah jutek..."
"Oh ya maaf, pak. Selamat jalan... bla... bla... tut.. tut.. tut..."
#Capedeh...


Intinya
Sekian lama berhubungan dengan CIMB Niaga, baru kali ini aku rasakan rada mules kepalaku...

gambar dari google



Read More

27 Februari 2013

Bermain Sambil Bekerja


#Semua Umur

Tim selalu ceria, itu sebutan yang suka pasukanku dapatkan dari unit lain. Ada juga yang kasih julukan lebih keren, pasukan cengengesan...
#Semprul...

Sesungguhnya itu tidak benar. Karena timku juga manusia biasa yang punya rasa galau. Keliatan selalu ceria hanyalah upaya pembinaan bawahan agar mirip Pramuka yang disini senang disana senang. Efeknya, cape kerja di lapangan yang panas ga terlalu terasa menyiksa. Dampak negatifnya, kadang dianggap tidak serius oleh orang yang hanya melihat sepintas.

Hidup adalah permainan...
Itu pepatah yang selalu kutanamkan agar mereka tidak menganggap pekerjaan sebagai beban. Dianggap nyleneh adalah wajar karena aku gunakan logika terbalik.

Biar kerja tim berhasil bagus, menekan pake target dan target seringkali efektif. Namun tingkat stres pasti tinggi apalagi untuk pekerja lapangan yang ekstrim dan banyak kasus senggol bacok.

Bekerja serius dengan perasaan ceria bak bermain-main, bisa menekan ketegangan atas beban kerja. Pikirkan saja sendiri. Kerja dengan otak penuh beban dan otak terasa segar lebih efektif mana..? Dan di lapangan, pergesekan antar karyawan juga bisa diredam. Kejadiannya pun berubah jadi senggol cipok...
#Hoek...

Selama ini aku berasumsi, bahwa anak-anak itu lebih kreatif dibanding orang dewasa dalam mencari ide. Apa yang menurut orang dewasa sepele, di mata anak-anak merupakan bahan ide yang luar biasa. Kedewasaan baru diperlukan untuk mengelola ide-ide yang muncul agar bisa mencapai sasaran kerja.




Makanya aku menolak dikasih ruangan resmi dan memilih ngantor di teras belakang. Biarpun tanpa AC, pikiran lebih adem karena setiap waktu bisa memandang hutan menghijau di seberang meja. Kantor itu terasa terlalu formal dan mudah membangkitkan stres. Bisa jadi karena suasananya itu itu saja dan pandangan mata dibatasi tembok yang sempit. 

Dengan kantor yang terbuka dan suasana kerja berasa bermain, aku bisa buktikan bahwa timku bisa lebih efektif dalam bekerja. Saat bete menghampiri, tinggal buang mata keluar melihat babi hutan becanda. Syukur-syukur ada kuntilanak lewat buat cuci mata, karena ga mungkin berharap ada SPG nongol di sana.
#Amit-amit...

Menganggap kerja sebagai permainan, teman-teman juga lebih mudah untuk belajar. Analogi yang bisa dipakai mungkin tentang Linux. Banyak teman yang suka ceramah tentang halal haram tapi maksa pakai software colongan di komputernya. Disarankan pakai Linux yang halalan toyibah, lebih banyak berkomentar susah.

Menurutku, mereka bilang susah karena menganggap ini soal pekerjaan. Sebelum belajar sudah keburu terbebani otaknya. Android itu Linux juga. Tapi jarang yang bilang susah dan mau saja mempelajari cara pakenya. Apa coba alasannya kalo bukan karena menganggap android itu lebih kental unsur permainan atau hiburan. Tanpa beban dalam mempelajarinya sehingga lebih mudah menyerap.

Cerita ini buat timku saja. Untuk orang lain bisa jadi tidak berlaku. Mohon dimaklumi kondisi pekerjaanku yang memaksa pekerjanya banyak-banyak kirim Fatihah ke MekGeper. Tanpa kreatifitas, pekerjaan bakal tersendat-sendat. 

Ini yang asik walau kadang kebablasan seperti saat ruangan server diserbu tikus. Kreatif sih kreatif, tapi mbokyao bikin perangkap tikusnya jangan kaya gambar dibawah...





Intinya
Bekerja sambil bermain memang tidak boleh. 
Namun bermain sambil bekerja hasilnya lumayan mantap.



Read More

25 Februari 2013

Berhitung


#Bimbingan Orang Tua

Ada teman mengkritik caraku menjalani hidup yang katanya sering ga pake itungan.

Bisa jadi temanku benar. Namun sebenarnya tidak sepenuhnya begitu. Bagaimanapun juga matematika merupakan bahasa yang paling universal dan tak bisa lepas dari segala aspek kemanusiaan. Buktinya orang buta huruf pun 99,99% bisa berhitung khususnya ngitung duit.

Mungkin benar orang harus banyak berhitung agar jadi juara dalam hidup. Tapi itu tetaplah pisau bermata dua yang punya efek berlawanan. Banyak orang yang penuh perhitungan bisa meraih sukses. Namun yang gagal karena kebanyakan itungan juga tak kurang-kurang. Itulah sebabnya kenapa aku berusaha proporsional dalam menghitung langkah hidup. Karena aku tidak begitu ambisi menjadi juara walau tak ingin jadi pecundang. 

Analoginya seperti dua orang yang dikejar harimau kelaparan
Boleh saja kita maksa menghitung rasio lari kita dibanding harimau agar bisa selamat. Namun memikirkan kecepatan kita yang hanya 15 km/jam sementara harimau bisa 60 km/jam hanya akan memunculkan rasa pesimis menghadapi kenyataan. Rasanya bukan semangat 45 yang muncul. Melainkan rontoknya moral setelah berbagai rumus perhitungan digunakan menemukan hasil sama, "mau lari kencang mau pelan tetap saja ketangkep..."

Padahal tak perlu kita mikirin kecepatan harimau yang sudah jelas-jelas tak tertandingi. Mendingan kita buat perhitungan lain yang lebih memungkinkan kita jalani. Misalnya ngitung kecepatan lari teman kita dan berusaha selangkah lebih cepat dari dia. Toh harimau bakal berhenti mengejar saat sudah mendapatkan mangsa.

Caraku berhitung kudapatkan dari mengamati teman-teman di sekelilingku. Begitu banyak orang yang terpuruk ingin segera bangkit, namun caranya berhitung terlalu tinggi sehingga merasa bahwa sukses itu terlalu jauh dari jangkauan.

Aku tak suka perhitungan rumit yang hanya membuatku sibuk berhitung sampai lupa untuk bergerak. Tak masalah dapatnya sedikit, daripada berharap banyak tapi malah jadi tekor.

Kira-kira begitu, teman...


Intinya
Bila satu ditambah satu toh bisa jadi dua, kenapa maksa pengen langsung dapat dua di kesempatan pertama. Buktinya aku dapat istri satu, sekarang warganya jadi empat ketambahan Ncit dan Ncip. Coba kalo dari awal aku maunya dapat istri dua. Walau hasilnya bisa jadi delapan, namun resiko aku kehilangan semuanya akan sangat besar. 
Berantem mulu dan akhirnya ditinggalin...
#Sakit...




Read More

Basa Njijiih


#Banyumasan

Seminggu pisan nulis ngapak, ana sing ngromed. "Apik iso rutin nulis nganggo boso Jowo. Tapi mbok ojo milih boso sing njijiki tho..."
#Lambenyah...

Bisa baen nyong nulis nganggo basa Jawa wetanan, Sunda apa Dayak. Trus kenangapa milih basa Banyumasan, salah siji alesane ya gara-gara ana sing nyocot kaya kuwe mau.

Ora wong daerah liya thok. Wong Banyumas dewek ana bae sing bebeh nganggo basane dewek alesane ngisin-isini. Ngeblog pinter, tapi malah lewih bangga nganggo basa Inggrisan sing tanggane ora mudeng, deweke ya asline anu embuh.
#Ndaskulah...

Sing disebut kacang klalen lanjarane ya kaya kuwe. Ora mikir nek basa Banyumasan sing jere kasar, asline malah induk kan bahasa liya. Basa Jogja Soloan etungane kan gagrak anyar. Wong biyen basa kraton ya nganggone lafal "a" dudu "o". Jere wong pinter, Sutawijaya ya esih nyebut jenenge dewek Sutawijaya, ora Sutowijoyo kaya siki.

Basa sing merakyat kudu minggir gara-gara kraton kepengin ana anggah-ungguh. Basa dibedakna menurut kasta. Lambe kudu dibedakna karo isine ati. Mulane wong Jawa dadi sinau ora jujur. 

Wis genah cara maca nang basa Jawa, tulisan karo kecap kudu padha. Kiye malah sok dikurangi. Sering uga ditambah-tambaih. Bapak dewaca bapa, Demak dadi Ndemak. Nang omongan be wis sinau korupsi jal..?

Mawi sok ora konsisten
A kadang dewaca "o", kadang tetep dewaca "a"
Contone nek wong Banyumas ngomong, "tuku kenthang go kelan..." 
Nek pancen konsisten, kudune wong wetan gole ngomong, "mundhut kenthong kanggo kelon..."
#Gundulmu ruag...


Intine
Menlah diarani kasar apa njijiih nang tanggane
Ketimbang melu nguri-uri budaya slentha
#Selen tur ora petha...


Read More

24 Februari 2013

Laptop Rusak

#Bimbingan Orang Tua

Halooo tetangga...
*raja julian mode

Lama juga ga sempat ngeblog, padahal banyak waktu luang. Memang harus rehat sejenak karena laptopku dapat pinjaman kantor mendadak ngambek setelah beberapa waktu sebelumnya si hardisk berbulan madu alias suka bunyi kreket-kreket.

Mumpung kemarin di Jakarta, buruan laporan ke kantor. Eh, malah dikomentarin, "kamu pakenya jorok sih..."

Woaatts...?
Apa hubungannya hardisk rusak dengan buka pilem jorok di laptop..?

Kalo definisi jorok itu cara pakenya yang kurang higienis, dimana-mana tambang ga ada yang bersih. Apalagi untuk karyawan lapangan yang selalu bawa laptopnya mondar-mandir. Terlalu sering kena guncangan, listrik tidak stabil, udara penuh debu batu bara yang korosif mengandung sulfur dan juga sering dipake kerja di udara panas karena ga mungkin di lapangan bawa-bawa AC atau kulkas.

Laptop sudah setahun lebih di lingkungan ektsrim, buatku sih wajar kalo minta ganti. Kalo niatnya efisiensi anggaran, jangan pake laptop black market murahan dong. Coba kasih laptop tentara yang memang dibuat untuk kondisi semacam itu. Siapa tahu penggunanya ketularan gaya tentara juga. Suka baris dan sigap menembak, apalagi dalam kondisi terjepit.

Males ribut, kebiasaan lama dipake lagi. Nyolong hardisk laptop bekas yang lagi diserpis di ruangan IT Jakarta. Ra urus ah, yang penting bisa jalan lagi...

Kesimpulannya
Mek Geper selalu jadi andalan walau lagi di kantor pusat sekalipun.
Pokoknya bisa ngeblog lagi dah...



Read More

20 Februari 2013

Tower Roboh


#Bimbingan Orang Tua

Sore-sore dapat telpon bernada komplen dari pasukan di site. "Tower pelabuhan roboh kena angin ribut. Kemaren mau pulang ga bakar kemenyan dulu ya, pak..?"

Dasar semprul...

Setiap kali mau meninggalkan site, aku memang punya ritual khusus muterin area kerja. Bukan bakar kemenyan, tapi ngecek kondisi peralatan yang terpasang. Kalo periksa tower ya aku lihat kabel atau baud-baudnya takut ada yang longgar dimakan karat. Periksa server ya lihat seting-setingnya takut ada anomali atau error, dll dll.

Memang ada beberapa titik non teknis di seputaran area kerja yang suka aku samperin juga. Kalo ini murni hasil meraba-raba karena beberapa kali aku mendapatkan gangguan yang susah dijelaskan logika di situ. Tidak pake acara macem-macem, cuma bilang aku mau pulang dan titip alat kerja jangan diisengin.

Entah itu merupakan satu kebenaran atau cuma kebetulan aku tidak tahu. Aku titipkan begitu, beberapa kali tower-towerku lolos dari serbuan badai petir sementara pepohonan yang sebenarnya lebih rendah babak belur sampai gosong.

Karena tak pernah anggap serius, kadang aku lupa nyelonong pulang ke Jawa tanpa pamitan. Efeknya ada saja masalah serius yang bikin aku harus buru-buru balik ke hutan. Sampe-sampe ibue Ncip suka ngeledekin, "hantunya cewek kali. Makanya ngambek kalo penggemarnya minggat tanpa pamit..."

Ah elah...
Kalo pamit mah bukan minggat kali..?

Tapi sudahlah...
Mendingan beresin koper dulu...
Dan sampai jumpa esok di tepian Barito...


Intinya
Mencoba berjalan seimbang ternyata tidak gampang. Ngurusin tower gede, tower kecil termehek-mehek. Baru 3 hari di rumah membahagiakan si mini tower, eh yang gede ngambek minta dilurusin. 
#Mumet


Read More

19 Februari 2013

Doggie Style


#Bimbingan Orang Tua

Kemarin begitu sampai Jogja...
Rada sedih juga melihat kondisi di rumah yang minim hiburan. PC yang biasa dipake muter film lewat proyektor error, karena sering dimatiin UPS-nya oleh si Ncip. Laptop si Ncit menyusul tewas setelah sukses dijadiin trampolin

Memang ada tipi. Sayang cuma nayangin tawon bubar gara-gara antenanya rontok disikat angin kencang. Hape ibue, satu-satunya sarana yang tersisa pun entah kemana efek punya anak resikan disamping kasus remote masuk tempat sampah, sepatu masuk mesin cuci dll dll.

Namun setidaknya aku bersyukur...
Anak-anak lumayan kreatif dan mau bermain dengan apa yang ada. Nemu apa saja di pinggir jalan pun bisa jadi mainan. Apalagi kalo lihat tool box bapaknya. Langsung buka pelayanan ketok mejik khusus menyokin mejik jer atau kulkas.

Ibue pun tak terdengar mengeluh. Sikapnya sama seperti biasanya aku pulang dengan menjunjung tinggi prinsip, katakan cinta melalui mulut dan perut.

Menu cinta kali ini adalah kepiting saos tiram dengan porsi mantap. Beneran bikin lubang hidung kembang kempis setelah di hutan terus-terusan diserbu aroma ikan goreng tanpa henti. Disajikan ala lesehan Malioboro lagi. Pokoknya beneran berasa di Jogja dah...

Tapi ya gitu deh...
Belum juga baca bismillah, serangan oemoem naar Djokja keburu dimulai. Nasi yang baru ditaruh piring sudah diulek ujung tungkak si Ncip. Centhong terbang menyambar jenong si Ncit merupakan serangan balasan.

Buruan aku selamatkan nasi yang baru keinjek ujungnya sebelum mubazir total. Eh, baru saja berucap alhamdulillah save the rice nya sukses, safety shoes segede gaban tampak tinggal landas lalu landing dengan mulus di atas piring kepiting. 
#Gedumbreng...

Kerja bakti ngepel lantai kebanjiran saos adalah kisah selanjutnya. Dan kepiting saos tiram yang lezat itu pun hanya bisa dinikmati ala doggie style. Bukan makan sambil nonggeng, tapi ngemut nasi sambil mengendus-endus aroma kepiting yang tersisa...
#Hiks...


Intinya
Begitulah indahnya malam pertama di Jogja kali ini...


Read More

Jogja Istimewa


#Semua Umur

Kembali ke Jogja bukan hanya kembali kepada keluarga yang hangat. Tapi juga kehangatan sebagian masyarakatnya yang masih menjunjung tinggi keramahtamahan kepada sesama. 

Memang sudah tak seindah dulu. Namun masih bisa aku katakan kental bila dibandingkan dengan kota-kota lain yang sudah sedemikian jauh meninggalkan kearifan lokal demi menjunjung tinggi budaya manca.

Di Jogja masih bisa kutemukan bapak tua bersepeda onta dengan aura welas asih tak pernah lepas dari wajah keriputnya. Setiap kali berpapasan orang lain, dendang macapatnya akan terhenti sejenak berganti senyum santun sembari menganggukan kepala.

Sebuah sisa-sisa keindahan budaya yang tiada tara walau awalnya aku sempat rada bete juga.

Dan itu cerita 4 tahun lalu saat baru pindah ke komplek ini. Saat itu aku lagi rada keburu-buru, ada bapak tua dengan damainya bersepeda santai di tengah jalan komplek yang lebarnya pas pasan. 

Aku coba kasih klakson pendek. Bapak itu menoleh ke belakang, melempar senyum mengacungkan jempolnya ke arah depan sambil berucap, "mongooo..."

Aku klakson sekali lagi, pak tua pun melakukan hal yang sama, "silahkeeen..."

Jujur aku takjub dengan perilaku santun itu. Tapi mbokyao bilang monggo tuh sambil minggir dikit biar aku bisa lewat dong, mbaaaah....

Merasa kalah usia aku berusaha menahan diri. Namun inget istilah orang Sunda nista maja utama, aku jadi pengen coba kesempatan terakhir sebelum akhirnya pasrah kena talak tilu sakalian. Sambil menahan nafas aku tekan klakson lagi...

Kali ini si mbah malah turun dari sepeda, pasang standar di tengah jalan lalu nyamperin ngetuk kaca mobil pelan sambil memicingkan mata tuanya. Begitu aku turunin kaca mobil, simbah yang ramah mendahului menyapa, "waduh mas mohon maaf kirain siapa. Harap dimaklumi mbah sudah mulai pikun. Eh, tapi masnya ini anak siapa ya..? Beneran mbah gak inget bla bla bla..."

Gimana bisa inget, mbah. Ketemu saja baru saat itu.
Orang mau numpang nyalip doang kok...
Ah elah...


Intinya
Jogja memang istimewa...
Walaupun tak jelas sampai kapan sisa-sisa budaya luhur itu akan bertahan..?


Read More

17 Februari 2013

Doa Ibue


#Dewasa

Tidak biasanya ibue Ncip rewel dan minta cutiku diajukan. Bolak-balik dibilangin cutinya tanggal 28, tetep keukeuh minta maju.

Padahal cuti sebelumnya aku sempat bolos 2 minggu gara-gara rencana wegah balik ke hutan lagi. Ini artinya aku baru meninggalkan rumah 6 minggu dari seharusnya 10 minggu kerja.

Ketika tiba-tiba disuruh rapat mendadak di Jakarta, aku pikir ini ada kaitannya dengan permintaan ibue. Katanya doa orang teraniaya itu makbul. Makanya aku sempat berburuk sangka, ada sesuatu dengan ibue di rumah.

Selesai meeting, buruan aku cek website maskapai penerbangan. 

Semprul..! 
Tiket Jakarta Jogja malam tadi berada di kisaran 700 ribuan. Lihat tiket kereta api harganya 350 ribu. Naik bus males, apalagi malam minggu pantura sering macet.

Cek tiket pesawat hari minggu, tidak ada yang dibawah 500 ribu. Akhirnya aku ambil tiket kereta Taksaka dari Gambir yang nyampe Jogja minggu sore. Buruan kasih tahu ibue bahwa aku tidak jadi balik malam minggu.

Inget doa yang makbul itu, aku desak ibue untuk ngasih tau kenapa maksa tanggal cutiku harus maju padahal tanggal 28 cuma tinggal 2 minggu lagi. Eh, jawabnya gini. "Soalnya tanggal 28 jadwalnya bocor, yah..."

Ah elah...
Istri yang pengertian
Jadi pengen mau eh malu...


Intinya
Doa istri yang sayang suami ternyata begitu dahsyat berkhasiat...
Alhamdulillah...



Read More

16 Februari 2013

Rapat Diundur


#Semua Umur

Aku ga tahu itu cuma kebetulan atau beneran firasat. Setiap kali jumlah gangguan di tempat kerja meningkat, biasanya dalam waktu dekat aku harus meninggalkan site. Contohnya kalo mau cuti. Beberapa minggu adem ayem tanpa kendala berarti, menjelang cuti ada saja yang rusak dan memaksa aku lembur sampai ga sempat ngeblog.

Cutiku kali ini masih 2 minggu lagi, namun sudah mulai panen gangguan. Ternyata itu beneran firasat karena tahu-tahu ibu deputy direktur nelpon, "besok pagi lu meeting di Jakarta..."

Si ibu juga nyuruh aku bareng dengan para pembesar perusahaan yang mau balik ke Jakarta. Kalo beliau-beliau kan selalu dapat fasilitas antar jemput. Aku pikir lumayan nih, bisa menghemat ongkos travel, makan di perjalanan dan bayar airport tax.

Sayangnya beliau pake penerbangan jam 8, sementara aku harus meeting jam 9. Dengan perbedaan waktu Indonesia bagian tengah dan barat, artinya aku mendarat jam 8:30. Ditambah waktu tempuh bandara ke kantor sekitar satu jam, aku cuma telat setengah jam dengan catatan tidak pake macet di tol.

Tapi kok ga enak amat ya sengaja menelatkan diri begitu...?

Pikir-pikir sebentar, aku putuskan pesen penerbangan pertama jam 6 pagi dari Banjarmasin dan berangkat sendiri pakai travel. Toh akomodasi sudah dikasih. Apalah artinya menghemat 200 ribu kalo kemudian dicap pegawai telatdan...

Jam 8 nyampe kantor kok masih sepi..?
Hari sabtu memang cuma kerja setengah hari dan biasanya pada nyantai datang ke kantor. Tapi melihat kenyataan jam 9 juga belum pada nongol, aku mulai was was. "Jangan-jangan aku salah informasi..."

Buruan buka email dan menemukan undangan susulan yang dikirim sore hari sehingga aku ga sempat buka kemarin. Poin penting dari email tersebut adalah, "berhubung peserta rapat dari Kalimantan tidak bisa hadir pada pukul 09:00, rapat diundur pukul 11:00..."

Kok bisa sih..?
Semprulll....

Intinya
Niat baik tak selamanya harus diganjar setimpal saat itu juga...




Read More

13 Februari 2013

Sempax Habis


#Bimbingan Orang Tua

Kalo dulu...
Kisah sedih di hari minggu tak pernah jauh dari urusan sayang-sayangan. Sekarang kisahnya berubah ke tema sarang-sarangan. Di intenet pertamax habis, di alam nyata sempax yang ludes.

Tragedi sarang burung sebagaimana aku ceritakan di jurnal Mak Geper, kian parah di musim hujan. Nyuci kancut 6 biji, pas diangkat dari jemuran tinggal 5.

Kasus sempak ilang dulu jarang banget. Urusan nyuci ada si mbah tukang masak. Cukup serahin pakaian kotor ke beliau, besok sudah rapi tersetrika. Setelah si mbah diberhentikan karena alasan usia, penggantinya cewek-cewek yang masih ABG. Minta tolong mereka nyuciin kancut rasanya ga tega. Jadilah kini cucian apa adanya tanpa pernah tercium setrika lagi.

Resiko hidup dengan orang banyak. Ada teman yang tega ngembat bukan suatu kemustahilan. Ga dapat pertamax, sempax juga boleh. Kepepet stok kancut habis, prinsip lama dipake. Tidak ada indomart, kancut temen pun jadi.

Awalnya sih ga pengen berburuk sangka. Mungkin waktu dijemur kena angin dan terbang masuk hutan. Tapi kalo tiap minggu ilang satu, anginnya iseng amat ya..?

Ini bisa merubah siklus nyuci tiap seminggu sekali. Sebelumnya kan cukup bawa sempak 7 biji untuk senen, selasa, rabu dst dst. Setelah ilang 3 biji, jadwal nyucinya seminggu jadi 2 kali.


Kesimpulannya
Kalo mau balik ke hutan kudu bawa stok banyak-banyak untuk antisipasi kisah sedih di hari minggu. Bawa satu losin kayaknya cukup untuk januari, februari, maret, dst dst...
#biadab...






Read More

12 Februari 2013

Telemarketing


#Semua Umur

Lama-lama bete juga sama yang namanya telemarketing. Begitu dijawab langsung nerocos panjang lebar dan susah untuk distop, "selamat siang, pak. Mohon waktunya sebentar bla bla bla..."

Mau tutup telpon kesannya gak sopan. Dilayanin juga percuma. Ga bakalan jauh dari nawarin pinjaman dan sejenisnya. Paling sering aku potong dengan alasan lagi nyupir. Pake dalih lain biasanya masih ditawar minimal disuruh dengerin dulu.

Ini menyebalkan
Waktu masih belajar jadi UKM dulu, ngajuin pinjaman ke bank 5 juta doang buat nambahin modal saja susahnya minta ampun. Sekarang ga begitu butuh, hampir tiap hari ditawarin kredit tanpa agunan 20 atau 30 juta. Andai saja KTA itu kasih tanpa angsuran, kayaknya aku mau tuh...
#ngarepdotcom...

Pantesan UKM kita susah berkembang kalo cuma modal dengkul dan nekat doang. Bank yang seharusnya bisa bantu modal ternyata lebih suka ngasih pinjaman ke orang yang ga butuh. Mungkin prinsipnya, jangan miskin kalo pengen dibantu.

Ditawarin duit, siapa sih yang ga pengen..?
Tapi tidak di posisi wiraswasta, maksain ngutang pasti larinya ke konsumerisme. Enak terima duitnya, sebel waktu bayarnya. Tak kurang-kurang temen yang setiap gajian malah stres, kebanyakan setoran ini itu. Makanya gajian sering aku anggap bak menstruasi. Datang sebulan sekali tapi paling banter bertahan seminggu doang.
#amit-amit...

Namun bukan soal itu yang bikin bete. Melainkan keamanan data kita yang dipegang bank. Kalo penawaran lewat sms aku ga begitu peduli, karena biasanya dikirimkan secara broadcast efek bonus sms gratis dari operator. Penawaran lewat telepon itu yang aku bingung. Karena penelpon bisa tahu nama, no telpon, rekening bank, kartu kredit dan sebagainya. Jadi tanda tanya besar dan bikin berburuk sangka bahwa data pribadi kita diperjualbelikan untuk keperluan marketing.

Lebih bete lagi kalo ditawarin investasi dari perusahaan berlabel futures atau asuransi. Mereka ngeyelan dan lebih ulet dalam merayu. Sampai-sampai aku suka mikir, bertemu penjual asuransi jiwa rasanya lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
#lebay...

Intinya
Secara pribadi aku salut dengan mereka yang ulet dalam bekerja. Tapi kenapa bisa data pribadiku bisa menyebar kemana-mana..? 
Ada yang punya jawaban..?




Read More

11 Februari 2013

Efek Negatif Ikan Goreng


#Bimbingan Orang Tua

Dalam jurnal Salam Terong, aku pernah cerita tentang efek samping terong yang bisa menyebabkan darah tinggi. Kali ini aku ingin berbagi lagi tentang dampak negatif ikan goreng yang bikin otak jadi ga beres.

Hidup di tengah hutan yang terisolir namun dekat dengan sungai besar, memang harus mau menjadikan ikan sebagai makanan pokok. Ikan melimpah dan murah di sini, sementara lauk jenis lain harus diimpor dari kota yang lumayan jauh. Kecuali yang doyan celeng, akan lebih gampang cari menu tambahan. Asalkan berani, babi hutan tinggal nangkep.

Kondisi ini jelas merepotkan buat pendatang. Kalo tanggal muda sih mendingan. Bisa nyolong-nyolong ke kota cari warung padang atau titip teman dari staf lokal untuk mampir ke warung bungkusin lauk sesuai selera. Namun ini ga mungkin bertahan lama karena harga makanan di sini memang luar biasa buat orang Jogja yang biasa makan kenyang di angkringan cukup modal 2 ribu perak.

Untung di belakang workshop ada kandang ayam punya si bos yang katanya buat manfaatin makanan sisa dari dapur. Jadinya kalo masuk tanggal dompet cekak, tinggal celingukan saja sebagaimana pernah aku ceritakan di jurnal Nyolong Ayam.

Trus efek negatifnya mana..?

Nah...
Selama aku hidup di sini dengan menu hampir tiap hari ikan, aku merasakan otakku kadang berubah jadi gak beres. Terbukti setiap kali mencium bau ikan goreng dari dapur, otakku langsung mikir, "kayaknya asik neh kalo nyolong ayam lagi..."


Kesimpulannya...
Kan udah jelas masa ditulis lagi..?


Read More

Macul


#Semua Umur

Nyambung cerita di jurnal Penangkap Petir kemarin.

Menghindari kabel kesamber alat berat lagi, aku pikir lebih baik kabel-kabel itu ditanam dalam tanah. Sepertinya itu solusi yang lebih baik daripada ribut antar bagian saling menyalahkan setiap ada kejadian. Tak perlu pedulikan omongan orang, "IT kok macul..?"

Karena bukan petani dan biasanya cuma maculin sawah yang seuprit, aku tidak perintahkan teman-teman macul pake gaya gali kubur. Asal kabel aman, kedalaman 10 atau 20 cm dah cukup.

Belum juga berganti hari, sudah ada yang laporan kalo kabelnya pada nongol kena hujan. Air mengalir terlalu deras menghanyutkan tanah urukan. 

Mau macul lagi, pegelnya saja belum ilang. Akhirnya ambil inisiatif pinjam wheel loader pada jam istirahat. 

Emang asik bisa gali sampai satu meter tanpa harus macul lagi. Sayang terlalu gembira bisa berada di zona nyaman sampai melupakan sesuatu. 

Habis ngatur kabel sepanjang galian, baru inget kalo jam istirahat sudah habis dan alat beratnya sudah ngacir kembali ke lokasi kerja. Gimana nguruknya lagi coba..? Nungguin loader sampai istirahat berikutnya, bisa dimarahin banyak orang yang ga bisa kerja terhambat galian.



Kisah selanjutnya...
Aku cuma bisa bernyanyi meriyang...

Cangkul cangkul yang dalam...
Menanam cangkul di kebun kita...
#Mondol...


Intinya
Kita memang suka lengah saat nemu satu kebahagiaan. Namun tak semestinya kita kecewa saat kelengahan itu berakhir ga enak. Udah biasa kali kalo habis enak suka pegel atau sebaliknya habis perih terus enak.
Manusiawi banget...



Read More

Howalah Bocah


#Roaming

Sore-sore mamake tepleng ngabari nek si Ncit mlebu UGD. Pancen bocah nlithis dolanan kembang mbuh apa wijine segede jagung dilebokna irung ra teyeng metu. Degawa meng rumah sakit PKU sebelah umah jere ora sanggup. Sidane degawa meng Bethesda sing alate lewih kumplit.

Mamake uga ngabari nek hapene ketlingsut. Sapa maning sing duwe polah nek udu anake lanang. Pancen bocah sregep tur resikan. Apa bae nek ora dikumbah nang mesin cuci ya delebokna meng wadah runtah.

Sapa sing ora mumet, ngasi jam 9 bengi ana kabar kan ngumah. Hapene ditelpun sih aktip tapi ora diangkat sing artine urung ketemu apa anu esih nang rumah sakit.

Nyong sih percaya nek mamake wonge tenang ngadepi masalah. Sing nyawang sing pikirane ora genah. Mikir wong wadon dewekan nyupir nggawa bocah kenang masalah mawi bocah sing sijine ora teyeng anteng.

Sidane nelpun lilike njaluk tulung tilikna mengumah wis bali apa urung. Ora let suwe terus ana telpun mlebu jebul kan mamake. 

Sempat mandan mbedhedheg meng mamake. Wong ditakoni hapene wis ketemu apa urung malah semaur, "rika maning. Bocah nang rumah sakit malah mikiri hape..."

Lha wong adoh nang paran. Anak nang rumah sakit ngasi pedhot kabar, mbok rasane ora nggenah banget.

Tapi ya wis lah...
Sing penting si Ncit ora ngapa-ngapa malah wis turu. Kae bocah pancen pecicilan kaya ramane tapi wateke anteng kaya biyunge. Lagi mriyang apa ngrasakna lara arang ngasi tau rewel.

Suwun ya, bu...
Wis ngurus bocahan kanti temenan
Mbuh kudu kepriwe gole ngomong matur suwune...



Read More

10 Februari 2013

Penangkal Petir


#Semua Umur

Menurut data BMKG, Kalimantan Tengah memang memiliki intensitas petir yang tinggi. Tak heran bila kerjaanku juga banyak direcokin oleh fenomena alam tersebut. 

Bukan cuma tower internet, jaringan listrik juga sering terganggu. Makanya tiap kali hujan turun, tidur nyenyak hanyalah mimpi yang tak nyata. Asal dengar suara petir trus listrik atau internet mati, langsung mikir alat mana yang meledak. Tak peduli hujan deras tengah malam tetap harus ke lapangan.

Usul upgrade penangkal petir pake yang sistem electrostatic ga disetujui. Disuruh pake yang biasa tapi dibanyakin dan groundingnya diperdalam. Makanya jadi ribet di pengerjaan. Kalo penangkal petir aktif cukup satu unit untuk radius 150 meter, pake yang biasa bisa 20 biji harus dipasang.

Selesai proyek, sudah rada mendingan walau tidak bisa jamin 100% peralatan aman. Kecuali kasusnya kaya kemarin, memang beneran bikin bete.

Ada pejabat yang bisa jadi bos hanya dengan modal saudaraan sama big bos doang, ngomel-ngomel. "Katanya sudah pasang penangkal, kenapa listrik masih mati juga...?"

"Matinya kenapa dulu, bos..?"
"Katanya kesamber lagi..."
"Barusan mana ada petir..?"
"Orang elektrik yang bilang..."

Orang itu didebat juga percuma
Diterangin teknis mana ngerti. Timbang repot aku samperin aja temen bagian elektrik.

"Barusan lu laporan apa sama si kemoceng..?"
"Siapa yang laporan orang dia nanya kenapa listrik mati..."
"Lu bilang matinya kesamber petir ya..?"
"Kok petir sih. Orang kabelnya kesamber excavator lewat..."
"Ah elah..."
#Thread closed


Intinya
Keterbatasan manusia menghadapi kuasa alam. Paling bisa dilakukan cuma mikirin cara mengurangi dampak kerusakan dan gimana caranya biar gangguan cepat diatasi. Fenomena alam diperdebatkan sama aja bego berjamaah dong..?

Makanya jadi kepikiran kalo selama ini salah langkah. Mungkin tak cuma MacGyver yang kudu aku kirimin Fatihah. Tapi Thor juga, biar diwarisin palu petirnya...






Read More

09 Februari 2013

Ngomong China


#Bimbingan Orang Tua

Suasana berbau imlek lumayan terasa disini. Padahal kalo dengar kata gong xi fa cai, aku suka inget waktu di Jogja galeriku sering kedatangan tamu Taiwan atau China. Asik sih suka dibawain souvenir khas dan pernak-pernik yang China banget. Namun mumet dalam hal komunikasi karena aku cuma bisa ngomong ni homo doang.

Untung ibue Ncip lancar ngomong Mandarin, jadinya bisa dijadiin penerjemah pribadi. Resikonya kemana-mana jadi dikawal terus. Padahal kebanyakan tamu minta ditemani menikmati suasana malam Jogja. 
Ga berkutik deh...

Menikmati malam ini ga selamanya negatif. Tidak semua tamuku bobrok moral. Seperti waktu nganter balik ke hotel, aku kadang nanya butuh selimut spesial tanpa telor gak. Ada yang jawab, "ga mau kalo teman tidur. Carikan teman ngobrol saja deh..."

Aku cuma bisa tepok jidat. Kalo minta bookingin abg cakep yang pinter goyang sampe dengkul mlintir bukan urusan susah. Tapi tengah malem kudu nyari cewek yang bisa ngomong Mandarin, mendingan dicium Agnes Monica dah...

Di kerjaan sekarang pun pernah ditugasin nganter tamu dari Hongkong muter-muter tambang. Beberapa karyawan bisa sih ngomong China. Tapi bahasa Hokkien dan ga bisa Mandarin. Karena ga ada penerjemah, jadilah komunikasi modal bahasa Inggris yang sama belepotannya. Pokoknya sabodo teuing, nyambung ga nyambung yang penting komen.

Urusan bahasa anggap saja no problem. Nemu masalah justru setelah keluar tambang. Melihat situasi jalanan yang keren abis, tamuku itu bilang tertarik pengen nyobain off road. Sebetulnya tidak boleh. Tapi karena sudah di luar area tambang, ketimbang tuh tamu ngiler aku minta sopir untuk ngasih kemudi.

Perjalanan sih lancar jaya. Begitu nyampe tujuan, aku turun dari mobil laporan ke pos satpam. Belum kelar urusan, dari luar terdengar suara orang teriak-teriak. Ternyata mobilnya mundur kebablasan sampe nyungsep di selokan. Agak rame juga tuh tamu ribut sama sopir walau ga sampe berantem.

"What are you doing..?"
"Kan ai dah spik, bekstritnya litel-litel onli, mister..."
"You not say stop..!"
"Ai spik got... got... Wai yu atret kontinyu..?"
"You shout good... good..."
"Yu not know got..? Selokan, mister... selokan..."

Aku ga bisa ngomong apa-apa dah...


Intinya
Mulai mumet lagi. Mau ngomongin imlek malah nyampenya ke selokan. Namun yang jelas, keragaman bahasa itu ternyata indah untuk diceritakan walau pada prakteknya bikin bete...


Read More

08 Februari 2013

Absen


#Semua Umur

Beberapa hari bete mulu gara-gara si bos terus saja ngeributin mesin absen. Padahal dari jaman Jepang aku dah ngomong, absen sidik jari ga cocok dipake ditambang. Di Jakarta yang bersih juga kadang perlu 2 atau 3 kali nempelin jari baru kebaca. Di sini cari jari bebas debu atau oli itu susah kecuali milik staf kantor.

Lebih betenya lagi, aku juga harus ikutan absen. Padahal ga pernah keluar hutan selain masa cuti. Biar ga mondar-mandir, server sengaja tidak aku pasang di kantor. Tapi minta satu ruangan di mess persis di sebelah kamar tidur. Jadinya praktis ga harus mandi pagi-pagi banget buat ke kantor yang jaraknya sekitar 300 meter dari mess.

Ribet soal absen ini, aku malah inget waktu masih kerja di Jogja dulu. Emang ga ada mesin absen atau kudu tanda tangan. Namun tiap pagi dan sore kudu setor muka lewat skype ke bos di Jakarta. Praktis tapi bikin ga berkutik.

Pernah sekali waktu datang kesiangan. Maklum lah hari jumat. Malemnya abis lembur lumayan banyak trus paginya nambah senam dan kerja bakti.

Begitu buka skype, si bos nanya duluan, "jam segini baru datang, lo..?"
"Maap lupa ga aktipin skype. Abis beres-beres galeri, bos.."
"Tumben rajin banget..?"
"Kan bos katanya mau kesini."
"Ooo, berarti kalo aku ga ke Jogja, galerimu ga disapu yo..?"

Moodiaaarrrr salah ngomong... 
Polos, jujur apa culun ya..?

Tapi sudah telanjur nyeplos mau gimana lagi 
Sebelum bikin repot, langsung aku kirim data macam-macam biar lupa soal insiden itu. Trus sorenya, aku lihat skype bos kok masih aktif juga. Daripada penasaran, buruan aku tanya, "ga jadi ke Jogja ya, bos..?"

Lha kok jawabnya, "nyesel yo tadi pagi bersih-bersih..?"

Halah...
Kok masih inget yow..?


Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena