12 Desember 2012

Sederhana Dibikin Rumit


#Bimbingan Orang Tua

Sekitar dua tahun lalu, saat meeting big bos pernah memberi satu permintaan. "Saya mau tahu apa yang kalian kerjakan tanpa harus minta. Cukup buka komputer, kamu ngetik apa saya bisa lihat..."

Setelah itu semua divisi sibuk luar biasa. Bagian infrastruktur membuat perencanaan networking, server sampai penambahan bandwidth. Bagian software menyusun struktur program dan analisa permasalahan. Keuangan, purchasing, logistik dan beberapa bidang terkait tak ketinggalan. Sampai tahap perencanaan selesai, semua menghadap bos dan menemukan hasil beliau malah bingung apalagi melihat RAB yang berember-ember nilainya.

Diskusi ulang dengan bos untuk menyederhanakan pemahaman. Ternyata yang diminta beliau tidak sedahsyat apa yang ada dalam otak bawahannya. Cuma minta dibikinin file sharing yang dimodalin server murahan juga jalan, pasukannya mikir sampai ke software ERP yang harganya selangit.

Kasus lain ketika pengacara perusahaan harus kirim naskah yang baru diketiknya lewat email segera, sementara internet kantor sedang drop. Tim IT dengan cekatan menganalisa masalah. Koneksi internet yang memungkinkan hanya lewat HP. 

Alternatifnya naskah dipindahin ke hape lalu diemail dari sana atau hape dijadiin modem. Bagi tugas buat cari info cara seting email di hape tersebut atau cara seting hape kalo dijadiin modem. Lalu coba kirim data lewat bluetooth, driver laptopnya ternyata bermasalah. Buruan nyari adapter microSD yang tidak juga ketemu. Mengaduk-aduk tumpukan kabel ruwet di gudang cari kabel data juga tak bisa berhasil dengan segera.

Saat semua orang yang pinter dan berkompeten di bidangnya dibikin sibuk, solusinya malah datang dari office boy yang numpang lewat setelah menyeduhkan kopi. Naskah yang tampil di monitor difoto pake hape trus kirim lewat MMS. 
Beres...

Memang manusiawi banget...
Saat menerima satu informasi, kita seringkali berbeda-beda dalam menangkap maksudnya. Latar belakang masing-masing orang membuat kita punya pola dasar pemikiran yang berbeda. Memang suka jadi dilema. Membuat pernyataan pendek, informasinya seringkali tak cukup. Dijelaskan terinci, kadang malas mengurainya dan tak jarang malah jadi melebar kemana-mana.

Termasuk dalam arena informal seperti blog
Bikin kuiknot ala status pesbuk suka dibilang geje dan bikin bingung. Dibuat panjang lebar malah enggan menelaahnya satu persatu dan cenderung makin jauh dari inti permasalahan. 

Itu sangat manusiawi dan tidak ada yang bisa dipersalahkan. Karena dunia blogging itu harus dinamis sehingga suasana tetap hangat dan tak berubah hambar tanpa ekspresi. 

Melihat realita semacam itu aku jadi ingat bahwa di setiap laporan detil selalu ada rangkuman atau kesimpulan. Kalo itu diterapkan dalam jurnal blog kayaknya keren juga ya..?


Tema Jurnal :
- Sesuatu yang sebenarnya sederhana seringkali diterima rumit oleh orang lain karena pengaruh latar belakang masing-masing orang dan semua itu manusiawi banget.
- Gunakan logika terbalik sebagai alternatif, dimana segala kerumitan hidup cukup dipikir secara sederhana agar penyelesaiannya juga relatif mudah.


22 comments:

  1. padahal jawabannya mudah ya tapi dibuat rumit dulu

    BalasHapus
  2. Nek kikuk2 lha terjemahane pada

    BalasHapus
  3. hidup itu mudah, manusia yg mempersulit :p

    *aku juga bingung knp apple ga gugat google yg pemilik android, tapi malah menggugat samsung/htc, krn design mereka "kotak" :D

    BalasHapus
  4. START

    IF
    KONEKSI mode : drop

    DO
    CARI KONEKSI BARU

    ELSE
    BIKIN : kopi
    DUDUK MANIS

    END


    gimana logika pemrograman saya?

    BalasHapus
  5. wew, idup emang gitu kadang gampang, kadang susah, kadang ngekiin, kadang nyenengin ... manusiawi ...

    Jurnaknya asik tuh sob :D

    BalasHapus
  6. sebenernya bacanya cuman sederhana..:)
    tapi mudengnya juga rumit ane..:D

    BalasHapus
  7. pantesan nih posting pas baca isinya rada rumit, ga kayak biasanya! ternyata temanya tentang 'rumit' ya?...

    BalasHapus
  8. manusiawi pak,, yah memang seperti itu faktanya ada solusi yang lebih mudah malah nyari yang rumit,,,

    BalasHapus
  9. Iya sih semuanya manusiawi mas tp tergantung orgnya juga, hrs bs menelaah mana yg beneran rumit dan mana yg semestinya ditanggepin dgn simpel *sotoy* hihihi

    BalasHapus
  10. hasil debat dipostingan kemaren nih kayaknya. hehe...

    BalasHapus
  11. itulah terkadang saya,
    mau nulis yang sederhana aja tapi jatuhnya panjang juga.

    haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya jangan nulis dong, tapi mbatik.

      Hapus
  12. oohhh...
    mas rawin manusia jg tho...????
    hihiiii...

    #piss

    BalasHapus
  13. emh..nyamnyam..
    *mas minta dibikinin kopi donk.....
    #panggil OB

    BalasHapus
  14. Menikmati tulisan ini Mas, belajar ketrampilan menyederhanakan yang rumit, lah seringnya memperumit diri sendiri. Terima kasih telah berbagi.

    BalasHapus
  15. mandan beda apa ya? ora lenjeh maning jurnale.

    BalasHapus
  16. memang hidup itu simple mas, hanya saja manusianya yg terlalu lebay

    BalasHapus
  17. mau di buat mudah bisa, mau di buat sulit lebih bisa ... tinggal pilih ... :D

    BalasHapus
  18. kalo bisa di persulit kenapa di permudah #eh !

    BalasHapus
  19. yap bener banget..
    semuanya harusnya bisa dengan mudah melihat solusi jika dapat melihat intinya..
    intinya kan naskah terkirim....
    nah difoto adalah solusi...
    diketik sms adalah solusi laen...

    makanya jangan ngeremehin orang..
    :P

    BalasHapus
  20. Kalo bos yang ngomong suka diterjemahkannya jauh banget Mas. Hahaha.
    Dan orang kalo bisa tampil canggih kenapa simpel...

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena