01 November 2012

Smiling General


#Segala Umur

Waktu di Jakarta kemarin aku sempat nemu spanduk menarik di pinggir jalan. Sayang tak sempat ambil gambar karena sambil ngebut. Hasil ngubek-ubek google, ternyata spanduk itu milik Partai Republik Satu yang baru saja dideklarasikan.

Aku tak ingin membahas tentang partai tersebut. Walau katanya, alasan memasang gambar pak Harto karena sebuah keinginan agar bisa mewarisi kepemimpinan beliau. Mau bilang apa juga, aku belum tertarik untuk ikutan pemilu dan cenderung menganggap foto itu cuma untuk cari dukungan dari fans berat simbah.

Terlepas dari segala pernak-pernik kehidupan pak Harto, sampai saat ini aku masih saja mengidolakan beliau. Senyuman dibalik sikap garangnya itu masih saja membekas dalam hati. Senyum yang bisa bikin orang-orang yang suka bikin rusuh berpikir panjang. Kecuali memang merasa siap jadi pakan ikan tongkol esok harinya.

Biar kadang melenceng, tapi visi dan misi pemerintahan begitu jelas tertuang dalam GBHN dan program pelita yang berkesinambungan. Tidak seperti sekarang yang jangankan program kerja 25 tahun, aturan saja bentar-bentar ganti. Orang sunda bilang, boro-boro pembangunan jangka panjang. Yang ada mah program jangka imah, jangka pesak dll dll

Simbah suka turun ke lapangan tanpa harus bawa pengawal sebatalion. Bicara dengan kalangan intelektual lancar, dengan karyawan nyambung, dengan petani anggota klompencapir pun terasa gayeng. Semua antusias menyimak obrolan Simbah tanpa ada anak SD yang tertidur. Gaya bicaranya santai tapi menarik dan yang paling penting tidak pernah curhat bilang prihatin.

Jaman dulu mana ada cerita Malaysia bikin ulah. Wong baru nyenggol dikit saja, BIN sudah gentayangan di KL dan Kopassus langsung apel siaga. Jaman perang Bosnia mana ada pemimpin negara yang mau keluyuran kesana tanpa dikawal ratusan tentara berteknologi canggih. Simbah malah nyantai naik APC dan menolak mengenakan safety vest. Nyatanya tidak ada sniper yang mau menyambangi. Malah perangnya rehat sejenak selama beliau berkunjung.

Pengawasan media massa yang ketat di masa Simbah berkuasa menurutku wajar. Bagaimanapun juga demokrasi perlu pembatasan agar tidak kebablasan seperti sekarang. Toh kemapanan ekonomi juga berbanding lurus dengan stabilitas negara.



Melihat tawuran dan teror bom dimana-mana, aku kadang kangen juga ada pemimpin seperti pak Harto. Tak perlu banyak ceramah bisa meredam potensi gangguan keamanan nasional. Yang rese sudah ngeper duluan melihat simbah tersenyum sambil bilang, "yen nakal, tak bedil modiar kowe, le..."

Namun sudah jadi kenyataan di dunia yang selalu memiliki sisi hitam dan putih. Aku sering menyayangkan diantara deretan kebaikan Simbah ada banyak kekurangan dan salah satunya adalah kurang keren mendidik anak dan orang-orang terdekatnya. Jadilah sebuah cerita tentang sebuah Keprabon Agung yang rusak oleh para Sengkuni.



Apapun yang telah terjadi, itulah catatan sejarah yang sudah dilewati bangsa dan negara ini. Semoga kedepannya akan ada tokoh Satrio Piningit yang bisa mewarisi segala kebaikan Simbah. Buat fans berat The Prihatin General, mohon maaf bila aku terlalu banyak membanding-bandingan dengan The Smiling General. Yang mau komplen, protes atau bilang ga setuju silakan ngomong. Kita hidup di negara bebas kok.

Juga buat Partai Republik Satu. 
Kalo memang mau jadi pewaris semangat beliau, ga perlulah bawa-bawa nama Simbah segala macam. Jujur aku ga suka dengan cara itu.  Bukan aku mengkultuskan beliau. Tapi suer aku kangen negeri damai seperti di masa itu.

Kalo mau...
Mending pasang fotoku saja, bro...
Dijamin keren...
#Dari Hongkong...


Gambar comot sana sini dari google


46 comments:

  1. kalo ingat sama jaman dulu emang beda jauh banget sama jaman sekarang terlepas dari bagian buruknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap masa memang ada enak ga enaknya
      tapi rasanya leih enakan dulu

      Hapus
  2. aku malah baru tahu ada partai republik satu

    tg simbah ? no komen kang

    BalasHapus
  3. nanti juga akan ada yg rindu jaman sby jadi presiden :p

    BalasHapus
  4. hahaha, siapa pun presidennya minumnya teh botol sosro LOL
    aku nyimak aja, gak ngurusi soal ginian lah, males :D

    BalasHapus
  5. DPR itu bukan wakil rakyat mas,tp wakil partai.Jaman soeharto ada lagi,sama aja nyari mati alias aktivis diberondong,media massa juga,banyak yang diculik dsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang berat menentukan pilihan antara stabilitas nasional atau demokrasi yang kebablasan

      Hapus
  6. Fotonya untuk ikutan GA aku aja mas disini http://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan *promosi abis* hihihi

    tapi aku juga sangat senang dengan pemerintahan beliau. Yang dikatakan korupsi toh sekarang makin meraja lela juga. Yang salah ya emang dari beliau keluarga dan orang terdekatnya. Sudah enak tapi maunya enak sendiri.. hmmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. dimana mana yang suka rese emang orang-orang terdekatnya. di perusahaan pun gitu. big boss nya begitu merakyat dan low profile, eh bawahannya minta ampun songongnya...

      Hapus
    2. kok mbuka kartu dewe sih mas. heeeee

      Hapus
    3. timbang buka kartu orang lain kan dosa om..

      Hapus
  7. yang saya kagumi dari Pak harto adalah ketegasannya dalam bersikap, dan itu yang hilang dari pemimpin yang muncul setelah jaman Soeharto berakhir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. penerusnya pengen mencitrakan kalo dirinya demokratis. tapi pada akhirnya stabilitas negara yang dikorbankan sehingga berantakan semua

      Hapus
  8. saya mendadak kangen dengan masa-masa kepemimpinan simbah ini mas...rasanya ayem tentrem yo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pancen banyak ademnya yo bu..?

      Hapus
  9. dulu ndukung si jenderal yang suka prihatin ini. tapi sekarang ikutan prihatin kok yang didukung prihatin mulu. Mbok ya sekali-sekali senyum kayak si Mbah gitu kek, jadi males ngeliatnya. Nyesell..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kok, om...
      senyum prihatin..

      Hapus
  10. semuanya adalah ibarat koin...
    ada sisi baik ada sisi buruk.....
    :)

    BalasHapus
  11. coba pak harto nggak korup ..
    sayang banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebanyakan sengkuni nya bos...

      Hapus
  12. hahah
    masa pasang foto mas rawins sih ,, gimana ceritanya :p

    BalasHapus
  13. aq gak mau komen politik lah
    aq mau komen photonya mas rawins aja..."apa jadinya kalo photo mas rawins yg dipajang ya...?" hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti tenar bro...
      tenar sebagai partai paling katrok..

      Hapus
    2. wkwkwkwkwk....bisa aja mas rawins nih
      tapi jgn kawatir aq pasti milih partainya mas rawins heeeeee

      Hapus
    3. ente doang gan yang pilih
      kacaw haha

      Hapus
  14. the smiling jendralnya sy suka, yg di sekelilingnya enggak

    BalasHapus
  15. Samaaaaaa...aku juga mengidolakan the smiling general sampe punya buku sejarah hidupnya yg skrg disimpen rapi dilemari buku kakek hihihi
    Kangen ya indonesia tenteram, damai dan makmur ky dulu lg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh bagi bagi dong bukunya
      mayan buat bantal :D

      Hapus
  16. Sering nemu gambar kayak gitu di bak truk Kang..

    Suka senyumnya simbah..bikin adem ati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sosok tokoh satu ini merupakan sosok tokoh Jawa yang menerapkan dalam mebangun sebuah negara sama dengan suatu sistem kerajaan. Dimana tersusun rapih dan terencana.

      Namun masa juga yang akan menjawab dibalik kebesaran sepak terjang pembangunan yang tertata rapih dan indah dalam sebuha kedamaian yang memiliki nilai kredibelitas di mata internasional dengan rendah hati namaun tidak bisa direndahkan.

      Semoga kita akan menemukan sosok tokoh yang dapat membawa negeri ini dalam roda perjalanan sejarah bangsa menuju masyarakat Indonesia yang menjadi sebuah impian bersama.

      Dan tolong siapkan photonya Kang. Buat aku buat spanduk, bakal aku calonkan sebagai pemimpin partai ya ! He...x9

      Sukses selalu.
      Salam
      Ejawantah's Blog

      Hapus
  17. hmmmmmmmmmm...
    lumayan seru pembahasannya....
    dulu nenek saya pernah biang kalau pernah dikasih WAJAN sama simbah, simbah langsung datang ketempat penduduk diujung suwalwesi....

    Mas pasangnya jgn foto sendiri, kl gitu bakalan gak ada yg ngeliat. lain lagi kl fotonya sama ncit atay ncip berdua pean pangku, tapi wajah pean gk usah diperlihatkan.........

    BalasHapus
  18. iyo yo kang , yen di pikir2 enak jaman gek biyen jaman pak harto, isine mung kabar apik2, sekiye beritane demo, dan kerusuhan terus.....

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena