23 Oktober 2012

Pernyataan Bodoh


#Bimbingan Orang Tua

Lagi bengong pasca proyek berburu tikus, aku iseng buka Whatsapp di letop dan dapat satu pertanyaan bodoh. "Pernah nonton film jorok gak..?"

Aku bilang bodoh karena jawabannya pasti bukan pernah atau belum. Kayaknya lebih tepat kalo pertanyaannya adalah sering atau suka liat apa enggak.

Namun ternyata vonis bodohku itu salah sasaran dan berbalik menunjukan kebodohanku. Karena yang dimaksud dengan kata jorok oleh temanku itu tidak seperti yang aku pikirkan, melainkan film yang berkotor ria atau menjijikan ala fear factor.

Bukan isi pertanyaannya yang menarik untuk dibahas, melainkan kebodohan kecil yang sering terjadi dalam keseharian. Kita begitu sering melihat orang dengan kacamata sendiri. Sayangnya apa yang kita lihat sepintas itu langsung dijadikan dasar untuk memvonis secara general

Jarang kita mau menelusur lebih jauh agar bisa melihat dari sudut pandang berbeda. Apalagi kalo menyangkut sesuatu yang berlawanan dengan prinsip pribadi. Baru dengar sepotong sudah langsung tutup buku wassalam klepat. Melihat lumpur langsung pergi menjauh, sehingga tidak pernah tahu kalo di bawahnya ada mutiara yang indah.

Kesimpulanku secara pribadi
Saat kita menganggap orang lain bodoh, seringkali bermakna bahwa kita sedang menunjukan kebodohan diri sendiri.

Kisah selanjutnya juga belum sepenuhnya lepas dari idiom di atas. Ketika dalam hati aku mengakui skor 1:0 atas kebodohanku, temen itu bilang, "katanya lagi di Jakarta. Kopdar yuk..."

Seperti biasa tiap kali ada ajakan kopdar, jawabanku tak banyak berubah. "Ga ah..."
"Kenapa..?"
"Maap, aku ga pede..."
"Ketemu sama orang jelek saja ga pede. Payah lu..."

Dapat jawaban kayak gitu, maksudku cuma mau teriak dalam hati kalo skornya sudah 1:1. Eh, malah keceplosan dengan jujurnya. "Habisnya lu jelek sih. Coba kalo cakep. Ga usah diajakin dah nyamperin dulu..."

"Haaah..? Semprull..."

#Hiks, maap...



image credit to google










54 comments:

  1. mau komentar apa ya,
    dalam hidup kita sebaiknya menggunakan cermin sebagai pantulan diri kita,
    apa yang kita tunjukkan serta kita nilai pada bayangan yang ada di cermin, demikian pula-lah apa yang menjadi kenyataan pada diri kita,
    yang pasti..kita selalu dianjurkan untuk berprasangka baik kepada orang lain...kalau kenyataan prasangka baik kita ternyata keliru..itu adalah soal lain, setidaknya kita tahu bahwa prasangka kita ternyata keliru...
    eh..komentku nyambung apa nggak ya.... , keep happy blogging sajalah :)

    BalasHapus
  2. keceplosan emang bisa bikin masalah ... :)

    BalasHapus
  3. Itu tembok kamu yang coret coret ya om...

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal penuduh biasane pelakune un...

      Hapus
  4. meski ekstrim, ada pesan filosofis di postingan ini. untuk berefleksi dan bercermin.

    BalasHapus
  5. geleng-geleng. Penasaran ama jawaban sih temennya sampean sebenere Mas.

    BalasHapus
  6. itu temennya cewek apa cowok mas...kl cowok aku jg curiga hahahha...ngapain juga ngukur2 cakep apa nggak hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya juga keceplosan, ceu...

      Hapus
  7. buekekeke, nasib orang jelek :P

    BalasHapus
  8. pengilon endi..pengilon..wkk.wkk....

    BalasHapus
  9. dilarang mencoret-coret tembok :) komsen gak nyambung

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. ogah tar ada taksi tabrakan lagi..

      Hapus
  11. Bug! Benjol .. *karikaturnya ;p

    BalasHapus
  12. syukurlah kalo menyadari diri bodoh! hihi...
    Jadi, sering nonton film jorok nih?

    BalasHapus
  13. Setuju tuh sam kesimpulan pribadinya mas Rawins. Jadi ttp kita harus brhati-hati

    BalasHapus
  14. yg nulis di tembol kayaknya bapaknya ncip #nuduh :d

    BalasHapus
  15. Kang aturan sekalian status temannya yang mengajaka KOPDAR masih sendiri apa ada pasangannya dong. He....x9 Biar seru sekalian. (Piss.....)


    Sukses selalu

    Salam Wisata

    BalasHapus
  16. betul nunjuk itu 3 jarinya ngadep kita masalahnya.. hehehe

    tapi dirimu sering atau suka film jorok apa tidak? :)

    BalasHapus
  17. bener omongane simbah, sebelum menyampaikan sesuatu pada orang lain cobalah tanya pada hati kecilmu. Tak pikir-pikir ada benernya juga, tapi piye kita sempat berdialog diri lha wong bawaannya ceplas ceplos

    BalasHapus
    Balasan
    1. resiko jadi orang ganteng, pak..

      Hapus
  18. Mas boleh nanya?

    Mas suka nonton film jorok ya??

    BalasHapus
  19. Ketemuan yuk Mas, aku punya sondesip loh!

    BalasHapus
  20. Rohis Facebook mengucapkan..

    Selamat Hari Raya idul Adha 1433 H

    "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

    “Smga Allah menerima amal2 kami & kamu, puasa kami dan kamu.

    Maaf klo ada salah2 kata yaa..!

    *smile

    BalasHapus
  21. bisaan aza y........hahahaha

    BalasHapus
  22. artinya yg nanya suka nonton film jorok ga pernah nonton film jorok versi Rawins

    fear factor sama "itu" kan beda :p

    fear factor bisa bikin kita mau muntah di mulut, kalau "itu" mau muntah di bagian lain :p

    BalasHapus
  23. . . lagi di surabaya gak?!? ketemuan yuk?!? tapi aq gak cakep loch. pasti udah tau kan?!? wha. . ha. . ha. . ha. . ha. . ha. . ha. . ha. . ha. . ketawa trz, bikin perut aq sampe sakit aja. aseeeemmmmmm,, he..86x . .

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena