24 Agustus 2012

Menebar Aib

#Bimbingan Orang Tua

Jurnal kemaren tentang Super Moom ditanggapi oleh seorang teman di chat pesbuk. Teman yang teramat baik itu bertanya akan keyakinanku tentang ucapan adalah doa. Kalo memang aku meyakini, kenapa aku suka ngomong sembarangan di blog. Tentang aku, keluargaku dan keseharianku. Tidak kah aku takut bila celoteh itu dianggap doa yang kemudian ternyata makbul.

Aku balik bertanya, pernahkah membuka syarat dan ketentuan berlaku di page Disclaimer blogku. Di situ aku tuliskan bahwa semua yang tercatat dalam jurnal-jurnalku adalah pemikiran spontan saat aku duduk di depan laptop. Apa yang lewat dalam otak itu yang aku ketik. Jujur aku sulit menuliskan sesuatu yang telah ditentukan temanya. Itulah sebabnya seringkali jurnalku ga nyambung antara awal dan akhirnya. Karena semuanya mengalir apa adanya. Menyimpan tulisan yang belum kelar untuk dilanjutkan nanti pun jarang bisa aku lakukan. Moodnya sudah beda sehingga ga terasa nendang lagi.

Blog ini merupakan catatan dari sebagian kecil perjalanan hidup yang akan, tengah dan telah aku jalani. Oleh sebab itu, ada dua hal pokok yang menjadi ide, yaitu harapan dan kenyataan. Harapan adalah keinginan tentang masa depan, sehingga wajar isinya bagus dan selalu optimis. Kenyataan adalah sesuatu yang telah terbuka didepan mata, sehingga isinya campur aduk beraneka warna dari yang terang, remang-remang sampai penuh kegelapan.

Tak kujadikan blogku ini sebagai bahan tutorial sebagaimana kurikulum di sekolahan. Dimana text book itu memang berisi sesuatu yang ideal dalam kehidupan. Padahal kita semua tahu bahwa dalam realita hidup tidak semua bisa kita lakukan.

Temanku berkomentar lebih lanjut. Katanya aku sering cerita sesuatu yang memalukan dan itu sama saja dengan membuka aib sendiri.

Suer aku tak tahu. Mungkin benar aku suka memamerkan borok sendiri di muka umum. Namun bagiku, parameter mempermalukan diri sendiri itu teramat relatif tergantung darimana kita memandangnya. Orang lain boleh mengatakan aib, tapi niatku hanya ingin jujur mengakui bahwa kehidupan itu tak selamanya indah. Secara pribadi, aku malah mengganggap aneh bila aku selalu cerita tentang kesuksesan hidup, keluarga yang senantiasa bahagia, anak-anak yang tanpa cela dan sebagainya. Masa sih aku sehebat itu, bila manusia selevel nabi saja pernah melakukan kesalahan..?

Pola hidup hemat : titip ngasuh ke patung..

Aku balik nanya lagi. Kalo memang aku suka menebar aib, kenapa masih saja nongkrong di blog ini..? Cuma butuh komen balik kah..? Teman itu menjawab, "abisnya lu suka ngaco sih. Mayan buat hiburan daripada bete..."

Nah, akhirnya dapat syafaat juga dia. Mungkin intinya disitu. Aku selalu berusaha untuk melihat segalanya dari sisi positifnya. Saat aku mendapat kesialan, bisa saja aku mewek tergalau-galau di tembok ratapan pesbuk. Tapi apa efeknya buat aku pribadi atau teman-teman dekat. Sudah tau lagi sedih, malah dikasih jempol. Laikdis, katanya.

Ketika aku ceritakan kesialan itu dengan gaya bahasa berbeda, walau aku tetap sedih banyak teman yang justru ngakak. Aku memahami betul kalo manusia itu cenderung suka menertawakan nasib buruk orang lain. Apa salah menghibur orang lain dengan kesedihan kita sendiri..? Toh saat melihat orang lain tertawa, setidaknya aku bisa ikut nyengir biarpun kecut.

Pengen juga sih berbagi motivasi seperti di jurnal orang lain. Tapi apa orang ga jenuh bila semuanya bicara dengan gaya menggurui..? Kayaknya lebih asik aku berikan umpan dengan keapesanku. Biar orang-orang yang berpikir positif bisa belajar dari situ agar tak bernasib buruk seperti aku. Bagaimanapun juga motivasi dari diri sendiri lebih efektif daripada petuah super Mario Teguh.

Pola hidup hemat : mandiin mobil sekalian nyuci anak

Aku memang lebih suka menceritakan pengalaman pribadi karena itu adalah fakta. Kalo aku maksa mendalil, walau secara aqli dan naqli 100% benar, bisakah aku mempertanggungjawabkannya orang semua itu cuma katanya. Pengalaman pribadi siapa yang bisa membantah. Seperti misalnya aku bilang tidur ngelonin panci. Orang mau komplen kaya apa juga egepe. Panci-panci gua ya terserah gua dong mau diapain juga...

Soal salah penafsiran dari orang lain ya terserah dia, otak-otak dia sendiri yang dipake mikir. Jangankan orang jauh, ibue Citra saja suka salah sambung dengan pemikiranku. Contohnya waktu aku ngaca trus bilang ke ibue, "bu, kalo dipikir-pikir aku ganteng juga ya..?"

Sekali-kali, pengen dong dipuji istri. Eh, malah jawabnya, "kalo dipikir sih iya. Tapi kalo dilihat kok enggak ya..?"

Dah ah...
Mulai ngaco
Tapi kira-kira begitu
Dan jangan lupakan satu hal
Pokoknya don't try at home deh...


42 comments:

  1. betul tulisan yang seperti di blog mas ini lebih menarik... lucu lucu dan lebih mendarat gitu istilah saya.. buktinya saya doyan sekali ke sini hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. menarik becak jungkir di sawah dong...?
      hard landing, bro...

      Hapus
  2. blogmu lain dr pada yg lain, punya ciri khas tersendiri
    tiap ke sini pasti seringnya ngakak deh :)

    BalasHapus
  3. dalil aqli, dalil naqli, syafaat... bakat ustade muncul kabeh wiiiis

    BalasHapus
  4. ahahaha be your self itu lebih jelas membahagiakan. jadilah blog yg apa adanya seperti skrng mas :D diri sendiri jelas dpt menjadi motifator yg tangguh di banding org lain! TERUSKAN!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan lanjut gan, ya..?

      Hapus
    2. hehe sama aja kali mas! ini tuh slogan utk pemilu slh satu cagub di daerah saya

      Hapus
    3. kalo teruskan tar kaya lagunya iwan fals dong
      teruskanlah kau bernyanyi... agar tak usai mimpi..

      Hapus
  5. jempolll.... laik dis... hahaha.....
    #elpiji melayang...

    BalasHapus
  6. tulisannya mas rawin malah enak dibaca, sesaui fakta dan tidak dilebih2kan bukan

    BalasHapus
  7. pengakuan jujur dalam menikmati hidup memang sering empiris dengan aib wkwkwkwk
    dan kadang dianggap aneh bagi sebagian orang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukannya orang sekarang pengen dianggap aneh..?
      mengangkat popularitas getoh..

      Hapus
  8. wah, baru pertama kunjung dan blm banyak tau ttg blog ini hehe
    yaaa yang penting ada kontrolnya lah, kan ini bener2 dibaca publik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan banyak tau deh
      tar malah setres loh... hehe

      Hapus
  9. haha, baru pertama baca postingan pak rawins agak nyambung. tapi tetep akhirnya bikin ngakak juga.

    ya kan tiap orang beda pemikiran pak..

    BalasHapus
  10. kalau masalah ini kembali lagi pak ke sudut pandang yang mendengarkan cerita... intinya jadi pendengarpun harus bisa memilah milah, prang ini pamer aib atau ingin berbagi pengalaman hidup...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengajari orang menulis itu mudah
      yang sulit kayaknya mengajari gimana cara menyikapi tulisan orang lain dengan open mind

      kayaknya sih..

      Hapus
  11. Hahaha...
    Dan jgn lah menjadi org yg jaim dan mengharap komentar balik :D
    Ngebloglah, selama tidak melanggar hukum :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. perasaan dah banyak banget melanggar uu ite, om...
      hehe

      Hapus
  12. hmmm... menarik...
    saya follow aja deh :D
    salam kenal, mas

    BalasHapus
  13. Aku bingung aibnya mana om... @.@
    Ihhh ommmm tadi aku baca jurnalmu yang Gunung Slamet Gunung Slamet itu Ressa Ressa...
    Menyedihkaaaaan T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadar kejaiman orang kan beda beda un
      banyak yang merasa dirinya selalu perfect termasuk di jurnal jurnalnya. memang bagus, tapi memandang kelebihan dari sudut pandang orang pertama kan hahaha...

      Hapus
    2. menurut pengamatanku nih ya om, kok tulisan orang di blog kebanyakan lebih bagus dibanding aslinya orangnya ya hahaha
      aku juga gitu...
      suka dikomentarin... kok luwih ayu di foto di blognya... ketimbang asline... asem...

      Hapus
    3. huasemik...
      aku dibilang koyo kangen ben neng blog, njuk asline piye..?

      Hapus
    4. silahkan simpulkan sendiri...
      "dikira abis ngecat rambut
      padahal efek kepanasan + jarang keramas..."
      padahal alay ya om? anak layangan... :p

      Hapus
    5. halah semprul...
      sing ono ki anak melayang layang, un...

      Hapus
  14. Sama kayak Una .. aib apa yang dibuka ? @.@
    Asyiknya mbaca tulisan mas Rawins karena bisa menertawakan kekurangan/kesialan sendiri, atau melihatnya dari sudut berbeda. Dan dengan cara begitu, saya kira mas Rawin belajar untuk lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga tau tuh...
      mungkin sering cerita males mandi, hobi ngupil, dll dll...

      Hapus
  15. Malah tambah manteb kog blognya.
    Inikan ciri khas mas Rawins..., suka nggemeng....hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggemeng ki opo..?
      nggremeng ya..?

      Hapus
  16. don tre et hom...bakalan domaih bojone... "...Nyuci anak"

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena