18 Desember 2011

Selamatkan Bumi = Hoax

Perasaan beberapa minggu lalu situasi di kerjaan sudah demikian kondusif dan tidak terlalu banyak masalah. Begitu mendekati masa cuti, namanya gangguan tiap waktu datang silih berganti. Beneran persis kata pepatah, satu gangguan teratasi, dua gangguan baru nongol. Dua kelar, tiga lagi rusak. Sampe pegel naik turun tower, petir belum juga bosen nyamber antena radio link. Siang ulur-ulur kabel di lapangan, malem begadang utak-atik script error.

Hambatan medan juga semakin berat. Jalanan hancur ditambah hujan turun tiada henti membuat kendaraan 4WD juga tak mampu melintas. Mendingan kalo masih di mess, bisa dijadikan alasan untuk bobo manis menunggu cuaca kembali bersahabat. Kalo sudah telanjur masuk hutan, alamat ga bisa balik kecuali mau jalan kaki atau dijemput pakai alat berat. Evakuasi lewat udara juga susah dilakukan dalam kondisi cuaca buruk.

Bisa jadi alam memang sedang mengingatkan kita bahwa mereka lebih berkuasa dibandingkan manusia. Tapi namanya manusia yang punya hormon bernama adrenalin suka melihatnya dari sisi yang lain. Dikasih cuaca ekstrim, bukannya menjadi sadar bahwa keseimbangan alam telah rusak dan harus dikembalikan ke harmoninya. Yang ada malah lebih tertantang untuk bisa mengatasi keperkasaan alam itu dengan cara membuatnya lebih rusak.

Sebatang pohon menghasilkan 1,2 kg Oksigen/hari. Kita bernafas perlu 0,5 kg Oksigen/hari. Berarti 1 pohon menunjang hidup untuk 2 orang. Menebang 1 pohon sama artinya dengan mencekik 2 orang. Satu alat penebang pohon berbentuk excavator mampu membuka hutan sekitar 3 hektar sehari. Berapa banyak alat semacam itu di Bumi Kalimantan yang beroperasi setiap harinya. Tak terhitung berapa banyak orang tercekik jatah oksigennya dikurangi. Dan berapa banyak tenaga kerja yang harus nganggur karena satu alat itu bisa menggantikan sebanyak 150 tenaga manusia.

Kaskuser bilang no pict = hoax. Tapi dalam hal ini pict bukan lagi sebuah kunci. Karena yang dibutuhkan bukannya gambar pohon, melainkan pohon hidup. Selamatkan bumi tanpa menanam pohon, baru itu namanya hoax. Dengan melestarikan satu pohon berarti kita sudah menyediakan oksigen untuk diri sendiri dan satu orang teman. Satu gerakan kecil mungkin akan sangat berarti untuk bumi. Tapi apakah itu juga akan berarti bila raksasa industri terus saja merusak tanpa henti..?

Manusia memang ditakdirkan punya standar ganda. Tak perlu sampai ke tahap industri. Anak-anak sekolah yang katanya pecinta alam saja dengan damai menjarah edelweisse saat mendaki hanya untuk menunjukkan kalo dia pernah naik gunung. Belum lagi sampah-sampah plastik yang tak pernah mau dia bawa turun dan dibuang seenaknya di hutan.

Lebih jauh lagi, kita begitu menikmati hasil perusakan itu tanpa merasa berdosa. Sering kita lupa bila kertas, listrik dan semua peralatan yang digunakan sehari-hari merupakan hasil merusak bumi. Haruskah kita kembali ke jaman batu agar bumi ini bisa terselamatkan...?

Atau malah kata kuncinya ada pada populasi manusia yang makin tak terkendali. Kalo iya, haruskah even 2012 benar-benar harus terjadi agar isu selamatkan bumi tak lagi sekedar hoax. Ctrl+Alt+Del...

Berkomentar seperti ini, sebenarnya aku juga salah. Kesannya munafik banget pengen bumi lestari, tapi kerja di perusahaan yang merusak alam. Rasa sedih melihat bumi rusak hanya sekedar perasaan doang tanpa tindakan. Mungkin persis dengan korban perkosaan yang merasa tak kuasa melawan, sehingga memilih diam dan mencoba menikmatinya walau dengan hati pedih....

Mbuh ah, mumet...

 

16 comments:

  1. mumet aku juga mas :), fokus mengurus anal dulu deh skt ini

    BalasHapus
  2. maaf tulisan diatas salah, maksudnya fokus mengurus anak dulu skr ini. hihihi salah sentuh huruf

    BalasHapus
  3. Manusia memang ditakdirkan punya standar ganda. Tak perlu sampai ke tahap industri. Anak-anak sekolah yang katanya pecinta alam saja dengan damai menjarah edelweisse saat mendaki hanya untuk menunjukkan kalo dia pernah naik gunung.

    Yupz , pecinta alam harusnya tdak merusak alam, alih-alih buka jalur baru untuk naik puncak - malah menebas ilalang dan lain lainnya .. miris

    BalasHapus
  4. Post yg sangat inspiratif, bang Rawins =)

    Nanti anak cucu kita mau nafas pake apa ya? Oksigen kalengan?

    BalasHapus
  5. kerusakan alam ini merupakan proses yang terjadi sedemikian cepatnya. Ulah manusia yang tak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri telah membuat alam marah dan meluapkan kemarahannya itu sehingga terjadilah bencana. Padahal untuk mengembalikan kelestarian alam butuh waktu bertahun-tahun.

    BalasHapus
  6. senengnya yang bersih, tapi ga mau ikut menjaganya..mental kita deh..

    BalasHapus
  7. Pada enyong malah tambah mumet wong ora ngerti apa2.

    BalasHapus
  8. pekerjaan apa sih?? Sepertinya extrim banget

    BalasHapus
  9. yah, itulah aku bilang. ada yang nunjukin foto2 bikin usaha kelapa sawit babat alas 300 hektar. Pake bangga lagi. aku rasa 2012 itu memang semakin kuat getarannya

    BalasHapus
  10. pantas saja leher ini terasa tercekik tiap hari, lha wong pabrik oksigennya makin berkurang malah pembuat asap makin bertambah.
    saya salut dengan orang --orang kampung yang tak banyak ngomong tapi nanami pinggiran sawah dengan tanaman pelindung, walo tujuan mereka biar ndak ambrol, tapi mereka secara ndak sadar sudaht terkategori no hoax

    BalasHapus
  11. itu maksudnya Ctrl+Alt+Del gimana?

    #sori oot:
    oh iya ini ada tag buatmu, tenang bukan tugas atau apa2 kok. sekedar tag aja.
    Ini tagnya

    BalasHapus
  12. sadar ga sadar, dgn mengkampanyekan selamatkan bumi setidaknya bisa menjadi pengingat buat kita utk meminimalisir kerusakan bumi. itu lebih baik bukan? hehe makasih udah mengingatkan. salam...

    BalasHapus
  13. NICE POST !!!!!!!!!!!
    JOin dan komment post ku juga ya. .
    http://gapekamania.blogspot.com/
    Butuh Kommen nih. . . !!!!
    Saya udah Join Blog anda ..
    PLISSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

    BalasHapus
  14. kalian saja yg merasa cuaca bumi makin panas atau hanya aku?

    BalasHapus
  15. kebanyakan hanya slogan saja,tapi kenyataannya sangat sedikit yang menjalankannya,menanam pohon

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena