17 Desember 2011

Pilih Kasih

Akhirnya dikomplen juga sama ibue gara-gara aku keseringan nanyain Citra dibanding yang lain. Padahal suer, bukan maksudku pilih kasih atau membeda-bedakan anggota keluarga kecilku. Tapi entah kenapa aku lebih sering keingetan sama si Kriwil. Bisa jadi karena weton atau hari lahir yang sama sebagaimana pernah aku ceritakan di jurnal ikatan.

Atau karena dia cewek dan aku jauh di sebrang lautan. Bagaimanapun juga kerja jauh dari keluarga lumayan berat bebannya. Kebutuhan selalu ada sementara godaan bertebaran dimana-mana. Dalam kondisi seperti ini, tanggung jawab kepada pasangan bisa dengan mudah terkikis seperti banyak yang terjadi pada teman-teman disini. Perasaan memiliki anak perempuan kayaknya bisa lebih memperkuat pertahanan hati terhadap hal-hal yang negatif.

Kemungkinan lain tentang harapan orang tua terhadap anak. Walaupun aku tak suka menyetir anak menjadi seperti yang aku inginkan, harapan tentang itu selalu ada. Saat Adi lahir, begitu besar keinginanku agar dia bisa seperti aku yang menyukai alam bebas. Namun kenyataan bicara lain. Jagoanku itu malah lebih suka diam di rumah berkutat dengan komputernya sejak balita. Aku dukung saja minat dan bakatnya itu tanpa aku paksakan dia menjadi orang lain dalam artian seperti yang aku inginkan.

Saat Citra lahir dan mulai belajar memahami kehidupan, aku melihat harapan kepada kakaknya dulu ada pada dirinya. Biarpun cewek, sejak bayi dia begitu lincah dan tak mau diam di rumah. Mulai saat belajar merangkak dia sudah gemar bermain dengan kelinci dan kucing. Saat mulai bisa keluyuran, senengnya main di kebon bareng kambing atau ayam peliharaan mbahnya. Dia juga tak suka main boneka dan lebih seneng ngobrak-abrik ranselku.

Tapi takut ada yang ga beres, aku coba bertanya-tanya kepada teman-teman di mess. Ternyata perasaan semacam itu bukan cuma milikku saja. Teman yang punya anak lebih dari satu mengakui adanya rasa yang berbeda kepada salah satu anak. Tapi sekali lagi, ini bukan soal membedakan kasih sayang, melainkan sebuah kedekatan yang kadang susah diceritakan apa itu artinya.

Benarkah hal semacam itu normal dan dirasakan juga oleh teman-teman..?

15 comments:

  1. wah .. aku blom punya pengalaman ttg hal ini

    salut juga sih kalau anak nggak disetir, jadi bebas menentukan apa yg mereka suka selama msh dlm jalur yg positif

    BalasHapus
  2. Aku juga merasakan om.
    Kalau ibuku pergi,
    yang ditanyain cuma adikku.
    Giliran nyuruh-nyuruh, aku yang disuruh-suruh mulu...

    BalasHapus
  3. Bener kok.
    Mama gua jarang nanya2in gua kalo gua keluyuran, soalnya dia percaya ma gua
    Beda ma adek gua, ke mana dia pergi, selalu ditelponin, hehehe

    BalasHapus
  4. aku merasakannya raw..tapi ini karena beda perlakuan.. kadang efeknya jadi malah negatif :)

    ke bkt nyook..!

    BalasHapus
  5. bel0m ngerti yg beginian, hehe..

    BalasHapus
  6. Aku nggak tahu bapakku lebih dekat ke aku atau adekku. Aku nggak kepingin jadi anak emas, sejujurnya. Tapi aku juga nggak kepingin bapakku lebih sayang sama adekku ketimbang aku. Aku harap bapakku menyayangi anak-anaknya dengan porsi yang sama besarnya.

    BalasHapus
  7. Ibuku berjuta kali mengatakan , kalau mereka tidak pernah membedakan kasih sayangnya antara aku si anak paling bungsu, akan tetapi , saat kami berada jauh dari orang tua, dan saat mereka mengingat kami semua.. wajah yang paling nampak pertama kali di pelupuk mata ibuku adalah wajahku.. lalu muncul lagi wajah wajah kakak kakakku yang lainnya,,,

    BalasHapus
  8. nah itu masalahnya,
    ane masih di bawah umur xexexe

    yg pasti sbg anak terakhir, kadang simbok sering kuatiran kalo ane pergi kemana2; kalo bapak nyante2 wae he he

    BalasHapus
  9. Kata teman-teman yg dah pd beranak pinak, mang ada beda rasa ke masing-masing anaknya tp mereka berusaha agar tetap bisa porposional jd meminimalkan terjadinya konflik kecemburuan di antara anak. Kalau saya bersodara sih ngrasa gak ada yg di perlakukan beda, maklum kebanyakan anak kali ortu saya ya, hehehe..

    Btw, kalau mitos/sugesti kesamaan weton (di daerah saya) justru membuat hubungan kurang 'akur'. Teman sekantor ada yh wetonnya sama ma ibunya, dia ngrasa gitu...

    Benar ato gak, namanya juga sugesti sih..

    BalasHapus
  10. belum punya anak.
    jadi gak tahu rasanya gimana :D

    BalasHapus
  11. aku juga dulu awal2 lahir Pascalsempat komlain, karena yang ditanyain pertama pascal bukan aku hihihi sama anak kok ngiri

    BalasHapus
  12. ingat anak perempuan sehingga menghindari zina itu bagus :)

    BalasHapus
  13. iya juga memang kadang-kadang seperti itu anak perempuan kan lain daripada anak laki-laki apalagi kalau sudah beranjak remaja,love,peace and gaul.

    BalasHapus
  14. Saya punya 3 anak semua laki-laki. Sejujurnnya tidak ada niatan orang tua membedakan rasa pada semua anak, hanya saja nurani tidak bisa menyembunyikan bahwa sayapun sangat menyayangi anak yang no 2. entah kenapa sayapun heran, hanya saja kita tidak perlu menampakan perasaan itu secara visual pada anak-anak karena akan menimbulkan kecemburuan sosial dan kecemburuan cinta.
    Jadi apa yang sampean rasakan pada si Kriwil adalah sebuah kewajaran

    BalasHapus
  15. ya,masih normal wajar mas,soalnya kan anak itu ada yang lebih deket ke salah satu orang tuanya,seperti halnya orang tua.berfikir positif aja

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena