09 Juli 2011

Upil

Manusia berlabel penganggu memang tak pernah bisa hilang dari sekitar kita. Selalu saja ada di lingkungan sekitar atau di pekerjaan. Suka bikin bete tapi tak pernah bisa kita hindari kehadirannya. Dibuang satu tumbuh seribu. Satu-satunya cara mengantisipasinya hanya dengan mengatur bagaimana kita menyikapinya.

Aku sendiri menganggap pengganggu itu laksana upil. Kotoran yang tersaring oleh bulu hidung dan lendir saluran nafas. Dengan upil kita bisa mengukur kadar gangguan yang diterima. Upil berwarna hitam menandakan tingkat pencemaran di sekitar kita termasuk tinggi. Upil yang coklat kehijauan artinya gangguan ringan-ringan saja. Jadi berbahagialah ketika kita menemukan hidung kita berupil banyak. Semakin keras upil, semakin sehat tubuh kita. Bandingkan rasanya dengan ketika upil kita lembek dan meler..?

Saat pengganggu muncul, apalagi dalam jumlah banyak, persis rasanya ketika hidung kita kebanyakan upil. Terasa mengganjal dan tak jarang bikin hidung mampet susah bernafas.  Namun jangan pikirkan rasa tak enaknya. Bayangkan saja kenikmatan yang susah diungkap dengan kata-kata saat kita membersihkannya. Semakin banyak upil yang didapat, semakin tinggi sensasinya. Semakin keras dan susah dijangkau upilnya, semakin asyik kita melakukannya.

Karena banyak orang bilang ngupil itu tidak sopan, lakukanlah di tempat tersembunyi di luar pandangan umum. Sama dengan kita menyelesaikan masalah dengan pengganggu. Perlu pembicaraan di tempat yang privasi. Ngupil di depan orang banyak, sudah nikmatnya tidak maksimal, kadang jadi cemoohan orang. Lakukan perlahan dengan hati-hati. Sedikit-sedikit yang penting kena sasaran dan tidak bikin lecet. Jangan paksakan langsung dapat banyak. Makanya biasakan ngupil pakai jari kelingking. Menggunakan jempol atau sendok garpu sangat tidak direkomendasikan.

Tak perlulah kita berpikir seperti Dr. Friedrich Bischinger yang mengatakan makan upil itu baik untuk kesehatan. Menyantap si pengganggu mungkin memang terasa mantap. Namun menikmati sensasi drag and drop saja buatku sudah cukup. Hadapi gangguan hidup dengan nyaman dan terkendali. Melarikan diri dari masalah sama artinya kita membiarkan hidung mampet dipenuhi kotoran.

Bila kita bisa memahami pengganggu sebagai upil
Pertanyaan akhirnya sangat sederhana
Kemana anda buang upil itu
Jujur saja deh...

10 comments:

  1. ngupil di mobil pas nunggu lampu merah ato pas macet paling nikmaaaaat.....

    BalasHapus
  2. klo ngupil amannya dikamar atau kamar mandi hehehe
    "Melarikan diri dari masalah sama artinya kita membiarkan hidung mampet dipenuhi kotoran." Yoiii setujuhh

    BalasHapus
  3. wow.. luarbiasa.. tapi gak kebayang kalau harus memakan upil.. entah itu harus di artikan harfiah atau gmn :(

    BalasHapus
  4. upil jangan di buang,dikatongi, dikeringkan dan disimpan.
    Ketika upil kita sebesar beras, catat apa yang terjadi dan bagaimana menyelesaikan
    Ketika upil sebesar gajah, catat paa yang terjadi dan bagaimana kita menanggapinya.

    Upil karena bagian dari hidup kita, walopun ngganggu tapi justru menjadi tolok ukur keberadaan kita.
    mari kita koleksi upil kita dengan sungguh-sungguh

    BalasHapus
  5. saya biasanya selain suka ngumpulin upil juga ngumpulin daki. biasanya saya bikin bulatan-bulatan kecil dan saya masukkan akuarium buat makan ikan.

    BalasHapus
  6. bagian bawah meja...

    BalasHapus
  7. ngupil adalah kebiasan unik manusia saat waktu luang...

    BalasHapus
  8. Salam kenal sob, upil itu kan filmnya anak-anak itu ya sob,,,,, upil-ipil,,,,eh upin ipin,,,,ihihhihi biasanya aku kumpulin kalau dah penuh satu sak terus aku loakin ....hihihihi

    BalasHapus
  9. paling enak saat pilek (ingus mengeras, suka kumainin tuh) :p

    BalasHapus
  10. ada tebak-tebakan nih,
    apa bedanya upil dan apel?


    kalau apel letaknya ada di atas meja

    kalau upil... di bawah meja
    :)

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena