07 Juli 2011

Kelinci Citra

Sejak mulai belajar merangkak, Citra sudah kelihatan minatnya terhadap binatang peliharaan. Makin terlihat jelas setelah dia bisa berjalan. Tak pernah tampak rasa takutnya bermain dengan kucing walau beberapa kali dicakar sampai berdarah. Mengejar-ngejar anak ayam juga ga pernah kapok biarpun pernah dipatuk induk ayam yang ngambek. Apalagi saat berada di kampung seperti sekarang. Mana mau dia diam di rumah bermain boneka sebagaimana layaknya bayi cewek. Keluyuran di halaman atau kebun sudah tidak bisa dilarang lagi. Bila pintu rumah dikunci rapat, dia cari jalan alternatif memanjat jendela.

Kebiasaan bermain dengan binatang ternyata membuatnya menjadi anak yang mandiri. Umur setahun, Citra sudah biasa mandi sendiri. Tapi bukan mandi beneran di kamar mandi. Melainkan nyebur di kolam semen belakang rumah sekalian mandiin lele-lele peliharaan mbahnya. Makan juga tak mau disuapin. Lebih suka lesehan sendiri di teras rumah sambil berbagi. Nasinya disantap sendiri, lauknya kasihin ke kucing.

Agak riskan juga dengan kebiasaan itu. Tapi anak itu kalo dilarang mendingan milih mogok makan daripada nurut. Ibue dan mbahnya harus selalu siaga gantian mengawasi. Ga masalah berbagi makanan dengan kucing atau ayam, asalkan tidak sepiring berdua.

Ingat Citra juga seneng bermain kelinci saat di rumah mbah yang satunya, ibue minta agar Citra ada temen bermain yang lebih bersih. Beberapa hari lalu mbahnya kirim sepasang anak kelici. Jadinya rada mendingan, jatah makan Citra tidak harus diembat kucing sebagian. Yang ada malah ransum jatah kelinci yang dia gangguin. Kalo kasih makan kelinci, sesekali sayuran mentahnya dia suapin ke mulut sendiri.

Ga tau mau jadi apa gadis kecilku yang tomboi ini. Tapi, biarin saja lah. Toh bercengkrama dengan alam bebas tak ada salahnya. Kata iklan juga, berani kotor itu baik. Asal diimbangi asupan gizi yang baik, kayaknya malah bagus untuk melatih kekebalan tubuhnya. Nyatanya dia tak mudah sakit dibanding teman sepermainannya di Jogja yang selalu dicegah agar tidak berkotor-kotor.

Lagian wajar Citra jadi penyayang binatang
Orang bapaknya saja suka misuh pake bahasa binatang...
Tetap di jalanmu ya, nak
Jangan sesat seperti bapakmu...

6 comments:

  1. sayang hewan dari kecilya

    BalasHapus
  2. anak pintar masih kecil aja udah sayang binatang
    mirip ma ponakan tuh mas kalo lg maen kerumahku jg gtu minta gendong ayam,ada kucing gak takut malah diajak maen dikejar tapi bedanya ponakanku cowo hehe :D

    BalasHapus
  3. tetap di jalanmu citra...hati2 saat menyebrang :D

    BalasHapus
  4. ati ati, kelincine jok dilungguhi.. hahaha.. secara dulu citra suka lungguh dimana aja

    BalasHapus
  5. well.. biarkan mengalir apa adanya..kang.. yang penting..dalam pengawasan.. sampeyan le misuh..piye..kang..hayoo..kabuuur..

    BalasHapus
  6. kelinci konon ga bisa hidup sendiri, jadi kalau beli musti sepasang (katanya sih)

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena