17 Mei 2011

Manajemen Toko

Kerja di perusahaan yang bermanajamen toko memang suka menggelikan, kalo terlalu kasar disebut memuakkan. Terlalu banyak juragan dengan struktur tak jelas membuat garis komando dan koordinasi acak adut. Bisa juragan yang satu menyuruh kita ke utara namun ditengah jalan diharuskan belok ke barat oleh juragan yang lain. Makanya kalo salah menyikapinya, bisa stress berat. Sampai-sampai karyawan disini jarang sekali yang awet, terutama karyawan pendatang. Namun bila kita bisa menerimanya dengan berbeda, masalah-masalah ajaib yang terjadi bisa dijadikan bahan guyonan saat ngumpul di mess.

Kondisi seperti ini, beban yang cukup berat ada di HRD. Empat bulan disini, aku sudah mengalami 3 kali pergantian manager HRD. Pihak Jakarta bahkan sempat mengirim manager pusat untuk membenahi personalia di site. Tak sampai sebulan kabur dia dengan mewariskan masalah untuk HRD lokal. Dia yang pecat karyawan, staf lokal yang jadi sasaran dipukulin orang.

Gonta-ganti orang personalia yang kadang tidak dibarengi serah terima pekerjaan dengan jelas, sering jadi masalah. Sudah teramat umum disini data atau kontrak kerja karyawan tak tahu dimana disimpannya oleh orang lama. Belum lagi juragan-juragan yang suka memasukan orang seenaknya tanpa koordinasi dengan HRD. Sampai-sampai pas merekap absen untuk gaji mereka bingung kok bisa ada orang baru. Namun bila dikomplen, juragan yang memasukannya yang akan intervensi. Kebalikannya kadang ada juragan yang mengijinkan bolos atau memecat karyawan tanpa lapor HRD. Ada juga yang sedikit tertib melalui prosedur HRD, tapi maksa tanpa bisa mengatakan alasannya yang jelas.

Jumlah karyawan yang menggelembung sampai 350an orang, sementara aku lihat sebenarnya bisa ditangani oleh 200an orang, membuat pembagian pekerjaan jadi tidak seimbang. Ada yang super sibuk dan ada pula yang teramat santai. Yang santai ini bukan karena tidak kebagian kerjaan, tapi memang dia gabisa kerja. Namun susah untuk disentuh karena selalu terbentur, ini orangnya si anu. Ketidakseimbangan beban pekerjaan ini pada akhirnya menjadi penyebab timbulnya kecemburuan sosial. Sehingga karyawan yang sudah membentuk klan masing-masing itu makin terkotak-kotakan.

Aku dan tim juga kebagian getahnya. Pihak manajemen mendesak aplikasi sistem yang aku bangun bisa segera diselesaikan agar bisa menjadi sarana untuk memperbaiki carut-marut itu. Tapi bagaimana bisa jadi bila standar operasional prosedur nya saja tidak ada. Lagi pula aku pesimis, aplikasi HRD ini bisa memperbaiki masalah personalia ini. Bila melihat kenyataan, bahwa yang selalu bikin masalah itu bukan semata-mata dari bawah, melainkan dari atas. Aku tak yakin orang-orang yang selama ini memiliki kekuasaan besar namun tak pernah ada di struktur perusahaan bisa menerima, bila kekuasaan mereka terpotong oleh sistem.

Mumet memang...
Tapi justru itulah bahan ujian yang paling bagus untuk sebuah sistem informasi manajemen yang sedang aku bangun. Kondisi-kondisi ekstrim ini sangat diperlukan sebagai paramater, sehingga ketika diterapkan dalam kondisi apapun, sistem tak perlu sampai error.

Tapi semua ini sudah aku perhitungkan sejak awal. Apalagi untuk yang berkecimpung di IT dan punya tugas membangun sistem. Sudah menjadi kebiasaan bila perusahaan butuh sistem tapi tak mau bayar mahal beli SAP misalnya yang harganya milyaran. Cukup kontrak beberapa orang dengan gaji pas-pasan, setelah sistem selesai, tinggal disepak. Parameterku tentang pola manajemen perusahaan tak perlu terlalu rumit. Kalo saja kantornya deket-deket Glodok, umumnya ya juragan toko yang mengelola.

Kuharap tak perlu terlalu lama lagi berakit-rakit ke hulunya
Dah mulai jenuh tiap hari makan peuyeum
Tapedeeeh...


4 comments:

  1. nggak manajemen toko maupun sekolahan di tempat saya bekerja hampir relatif sama mas. Dan paling enak memang dibawa nyant3 sambil makan peuyem.. :-)

    BalasHapus
  2. begitulah suka duka dan dinamika di dunia kerja, tapi bukankah akan semakin menambah wawasan dan pengalaman kita sobat

    BalasHapus
  3. Di daerah Saya kalo ada yang ngeluarin kerja bukan model dipukulin lagi Mas. Di daerah Saya lebih halus. Disantet tuh orang.. Hehehe

    BalasHapus
  4. selalu saja ada cerita ya ttg manajemen
    Semangat Mas!!! ^^

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawins, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena