06 Februari 2011

Mencari Saudara

Ketika ketauan ortu aku ada di Kalimantan, beliau berpesan agar aku mencari pamanku yang sejak tahun 25 tahun lebih pindah ke Kalimantan dan tak pernah pulang. Aku cuma dapat nama daerahnya di Danau Salak dan nomor telepon tanpa ada kejelasan alamat. Makanya saat itu aku cuma mengiyakan saja tanpa bisa memastikan kapan bisa mencari.

Pas jalan ke Banjarmasin, tanpa sengaja aku melihat papan di pinggir jalan bertuliskan RS PTPN Danau Salak. Nah ini dia. Aku bisa memastikan saudaraku disitu karena memang dulu beliau kerja di PTPN Perkebunan Karet deket rumah dan pindah ke Perkebunan Danau Salak untuk ngajarin macul pekerja setempat yang sebelumnya tidak familiar dengan cangkul.

Makanya, setelah urusan di Telkom Banjarmasin selesai aku cari info transportasi ke Danau Salak. Kebetulan Ibu Anna, Account Manager Telkom orang Wates, jadinya enak ngobrol serasa ketemu orang sekampung karena aku mengaku orang Jogja. Dari Telkom katanya aku naik taksi saja ke terminal dan nanti nyambung pakai mobil jurusan Tanjung. Nah, karena dibilang naik taksi, aku pikir taksi seperti yang ada di Jogja atau Jakarta. Apalagi saat di bandara Syamsudin Noor aku sempat lihat beberapa taksi bandara yang ngetem.

Aku tunggu sampai sejam kok ga liat taksi yang lewat. Akhirnya aku balik lagi dan minta tolong untuk pesenin taksi lewat telpon. Langsung deh aku terbego bego ketika dibilang, "ngapain telpon, wong taksi bersliweran gitu.." Dan jebul yang disebut orang Banjarmasin taksi, kalo di Jakarta sebutannya mikrolet, di Jogja panggilannya angkot. Semprul...

Nah, selama aku di Telkom dan di perjalanan, sempat bingung juga melihat pamanku heboh bolak balik nelpon dan sms menanyakan keberadaanku, sampai mau disusul ke Banjarmasin segala. Padahal selalu aku jawab nanti kalo urusanku sudah selesai dan sudah hampir sampai, aku telepon. Jebul beliau sudah nungguin aku di pinggir jalan dengan cemas sejak jam 11 siang sampai aku tiba disana jam 3 sore. Beliau kawatir karena salah paham. Dikiranya aku baru datang dari Jawa dan sengaja berkunjung ke Danau Salak. Makanya ditunggu dari pagi ga nyampe-nyampe, beliau takut aku ilang di Banjarmasin. Heheh..

Sempat bingung juga karena terakhir bertemu beliau, aku masih kelas 4 SD. Alhamdulillah bisa ketemu dalam kondisi sehat wal afiat. Malah ketika dengar aku pulang cuti bulan April, beliau mengatakan akan ikut pulang kampung juga, kangen saudara-saudara di Jawa.

Mobile Post via XPeria


6 comments:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. taksi a.k.a angkot a.k.a tuyul a.k.a pete-pete, itu sama penyebutannya kayak di papua : taksi yaa angkot..

    untung setelah muter2 ketemu yah?.. coba kalo enggak.. hehehe

    BalasHapus
  3. Selamat malam.... Duh lama gak mampir kesini. Apa kabar? Masih di Kalimantan juga to..? Kirain dah balik ke Yogya.

    BalasHapus
  4. Aku sih gak kebayang di Kalimantan yang seluas itu akhirnya bisa ketemu juga dg saudara. Alhamdulillah... misi berhasil... :)

    BalasHapus
  5. Kok lama di Kalimantannya Om..?

    BalasHapus
  6. Pasti seneng bisa ketemu saudara.

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena