27 Januari 2011

Menyikapi Crop Circle

Copas abis dari BETA UFO (www.beta-ufo.org)

Crop Circle, UFO dan Bagaimana Menyikapinya
Oleh Nur Agustinus (BETA-UFO)
 
LAPAN dan berbagai instansi lain dengan cepat menyimpulkan bahwa crop circle di Sleman dan Bantul adalah buatan manusia. Membuat pengamat UFO yang punya pandangan berbeda seakan tidak mengakui kredibilitas ilmuwan serta dianggap keras kepala karena kesukaannya pada fenomena UFO yang masih dianggap sebagai paranormal. Peneliti crop circle di AS, Nancy Talbott dari BLT Research, saat melihat foto-foto yang ada, menyayangkan sikap LAPAN yang terburu-buru dalam membuat kesimpulan.
 

Abu Mashud, tim investigasi BETA-UFO berada di lokasi crop circle Sleman
Sebenarnya, kalau orang-orang ini ditemui secara pribadi, ngobrol bebas dan tidak direkam atau untuk kepentingan publik, mereka mungkin bisa beda pendapatnya dengan apa yang dinyatakan lewat media. LAPAN secara organisasi tentu tidak mau mendapat kesulitan dengan banjir pertanyaan kalau mereka tidak tahu apa yang menyebabkan terjadinya crop circle.
 
Hal yang sama tentu berlaku ketika mereka secara institusi memberi pernyataan tentang UFO. Thomas Djamaluddin sendiri, seorang peneliti LAPAN, ketika masa mudanya pernah tertarik dan menulis tentang UFO di majalah Scientiae. Sebagai orang yang mewakili institusi yang dianggap penting (dan strategis) saat ini, tentu tidak mudah mengatakan bahwa UFO itu ada. Boleh jadi pendapatnya tentang UFO memang seperti itu saat ini, dan itu biasa sebab fenomena UFO ini sampai saat ini masih kontroversi.
 
Sebenarnya, saya melihat untuk kasus crop circle ini agak aneh ketika LAPAN dilibatkan. Hal ini karena LAPAN seharusnya menangani masalah antariksa dan penerbangan, bukan hal-hal yang ada di tanah. Tentu ini terjadi karena crop circle dikaitkan dengan UFO, sementara begitu bicara soal UFO, orang akan menoleh kepada LAPAN. Ini tidak lepas dari pernyataan kepala LAPAN di era tahun 1980an, Bapak J. Salatun, bahwa LAPAN menerima laporan UFO dari masyarakat. Bahkan dalam buku yang ditulis oleh Salatun, "UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini" (1982), beliau bersama anaknya, Adi Sadewo Salatun (kini kepala LAPAN) pernah melihat dan memotret UFO pada tahun 1982.
 
Kita tidak tahu, apa yang dilakukan pemerintah atau militer menyikapi crop circle ini di balik media. Bisa jadi ada pertemuan khusus membahas hal ini dari aspek yang lebih tinggi. Boleh jadi meski dinyatakan bahwa crop circle ini buatan manusia, penelitian lebih lanjut tetap dilakukan dan terlewatkan dari pantauan masyarakat atau media.
 
Ada kesalahpahaman soal crop circle, di mana orang mengira bahwa crop circle adalah bekas pendaratan UFO. Ini adalah persepsi yang keliru. Crop circle adalah pola unik dan misterius di ladang. Memang ada orang yang bisa membuatnya, namun fenomena ini ada lebih dahulu daripada yang dibuat oleh manusia. Banyak hal yang misterius dalam fenomena crop circle, namun jika bukan pengamat serius masalah ini, tentu tidak akan mengikuti perkembangan informasinya.
 
Saya sering ditanya, apakah dari bentuknya bisa ditentukan itu buatan manusia atau alien? Saya mengatakan bahwa akan sangat sulit untuk mengambil kesimpulan sebab cara pembuatan crop circle yang bukan oleh manusia bisa macam-macam, antara lain karena efek pemanasan semacam dengan gelombang microwave, dan bisa juga dengan frekuensi suara. Yang terakhir ini tentu hanya rebah dan tidak akan ditemukan efek pemanasan apalagi radiasi. Namun saya katakan, bahwa kita bisa menilainya dari informasi tentang terjadinya. Seperti yang ada di Sleman, hingga jam setengah dua belas malam, warga tidak melihat ada yang janggal, aneh atau mencurigakan di sawah. Mereka saat itu duduk-duduk di luar rumah. Keesokan harinya sudah muncul crop circle tersebut. Kalau itu manusia yang membuat, maka tentunya "manusia ajaib". Sulit dinalar bahwa manusia membuatnya dalam waktu beberapa jam dalam kondisi gelap dan tanah persawahan yang cenderung basah. Padi yang ada rebah dan tidak kotor kena lumpur, di mana kalau prosesnya diinjak-injak, tentu akan tampak lumpur berlepotan.
 
Penemuan crop circle kedua di Bantul sebenarnya menambah rasa penasaran. Jika memang dibuat manusia, apakah pelakunya sama? Crop circle di Bantul akan sulit diketahui jika tidak ada yang di Sleman sebab bentuknya sulit dilihat dari atas (tidak ada bukit). Hanya karena petani di sana kemudian penasaran setelah mengetahui yang ada di Sleman, mereka menemukan bahwa pola rebahan juga unik, merupakan bentuk geometris yang teratur. Oleh karenanya, crop circle di Bantul ini, kalau dibuat oleh manusia juga tanda tanya besar.
 
Lalu, jika itu dihubungkan dengan UFO, bagaimana terjadinya? Ada video yang berhasil merekam peristiwa dua buah cahaya orbs (bulatan) yang melakkukan manuver dan kemudian terbentuk lingkaran aneh di ladang. Tapi ada juga kesaksian seorang polisi di Inggris yang memergoki tiga makhluk seperti manusia berukuran tinggi yang berada di ladang, dan kemudian polisi itu mendengar suara statik yang mengganggu telinganya. Saat terdengar suara itu, dia melihat tanaman rebah dengan sendirinya. Saat ketiga mahluk itu melihat ada orang yang mengawasinya, mereka lari dan kemudian terlihat ada benda melesat ke angkasa.
 
Boleh jadi crop circle di kawasan Yogya ini dibuat oleh makhluk-makhluk misterius ini. Proses terbentuknya yang misterius, sangat cepat membuat rasa penasaran yang luar biasa. Tentu akan sangat panjang jika polemik siapa yang membuatnya ini terus dilakukan. Crop circle ini sendiri dengan berjalannya waktu akan hilang bekasnya. Petani akan memanen dan menanami kembali ladangnya. Yang tersisa hanya foto-foto, video dan kesaksian warga. Menurut saya, kasus ini akan tetap menjadi misteri dan tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Mungkin akan muncul lagi crop circle yang lain. Semoga di kesempatan lain, penelitian lebih serius bisa dilakukan.
 
Surabaya, 27 Januari 2011

10 comments:

  1. huhihi, si crop cirle sekarang lagi eksis :D

    BalasHapus
  2. Emang crop circle heboh banget yah belakangan ini.
    Sampai2 di media massa, cetak maupun elektronik tiap harinya itu2 aja beritanya :D
    Kalo buat saya sih, buat asik2'an aja tuh si crop circle :D

    BalasHapus
  3. eh kang, dah di SBY?

    mampir laah :D

    la koq jadi OOT... yowis, apapun bentuk crop circle itu, toh udah kebukti bikinan menungso to

    BalasHapus
  4. Masih jadi yg paling tenar ya ternyata si Crop Circle ini hhe... :P klo aku masih tetep gak percaya sama Alien, So aku berpendapat itu buatan tangan manusia dan cahaya yg dibilang Ufo menurutku cuma cahaya seneter haha... :P

    BalasHapus
  5. biarkan itu menjadi misteri :D

    BalasHapus
  6. Masih misteri mengenai bagaimana dan siapa yang membuat. Buat saya, let it be aja...biarkan seperti apa adanya. Biarkan jadi kehebohan. Asal jangan kemudian digiring ke opini yang meresahkan
    salam

    BalasHapus
  7. siapaun pelakunya, kreatif sekali deh pokoknya.
    berhasil bikin penasaran banyak orang...

    BalasHapus
  8. LAPAN OMDO Alias OMong Doank..Mestinya sebagai Lembaga Resmi, LAPAN setidaknya melakukan Observasi mendalam dulu baru menyimpulkan, jangan seperti Thomas Djamaluddin yang menyimpulkan hanya dengan melihat foto, dan menjadi dalil shahihnya tanpa keilmuan yang mendasar.
    Apakah Lapan tidak memiliki Referensi tentang sejarah Crop Circle? atau pernah membuat Crop Circle.?

    Crop Circle bukan Jejak pendaratan UFO, tetapi diduga dibuat oleh UFO dari udara dengan tekhnologi canggih. Kemudian manusia banyak yang menirunya meski tidak sesempurna Aslinya.

    UFO sendiri berarti Obyek terbang yang tidak teridentifikasi, jadi pasti belum diketahui apa dan siapa, kalau sudah diketahui namanya IFO donk..!

    Sebagai contoh: meskipun Plastik yang terbang, sebelum diketahui bahwa itu Plastik, maka sebutannya UFO. setelah di teliti dan terbukti plastik, baru di sebut Plastik Terbang..

    Coba lihat sejarah dan karakteristik Crop Circle setidaknya buat referensi
    http://www.pcbreonk.co.cc/2011/01/badai-petir-tanda-kemunculan-lambang.html
    Semoga tidak terjebak pada opini Ilmuwan yang kredibilitas keilmuannya juga masih di pertanyakan

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena