10 Oktober 2010

Aku Beri Satu Permintaan

Satu minggu bertapa menghilang dari dunia maya. Bukan untuk cari wangsit ataupun pangsit. Niat awalnya cuma ingin menyenangkan istri yang menyatakan bahwa kemampuan bahasa mandarinnya mulai luntur karena tak pernah dipakai lagi. Agar tak hilang, istriku ingin bikin jadwal pemakaian bahasa sehari-hari di rumah. Misalnya senin bahasa Indonesia, selasa Inggris, rabu Mandarin, kamis Jawa, jumat Arab, sabtu bahasa tubuh dan minggu libur. Ga usah ngomong kali, masa bahasa binatang. Hihihi..

Buku-buku belajar bahasa mandarin langsung ditumpuk didepan mata, ditambah bookmarks website belajar online. Baru melihat bentuk tulisannya saja aku sudah langsung setres. Satu huruf digunakan untuk satu kata. Berarti ada jutaan huruf yang harus dipelajari. Lalu sama istri dikasih petunjuk untuk pakai pinyin dulu yang katanya mudah karena berhuruf latin. Tetep aja aku masih bego menghafal cara baca dimana b dilafalkan p, d dilafalkan t, r dilafalkan j, j malah dilafalkan c, dst dst...

Belum lagi huruf i yang harus dilafalkan e bila bertemu dengan beberapa konsonan. Yang lebih rumit lagi cara baca yang dibagi empat macam, nada datar, nada turun, nada turun lalu naik dan nada naik. Satu kata misalkan gu, bila dibaca dengan nada datar atau naik atau turun atau turun naik akan menghasilkan arti yang berbeda. Hasemm...

Karena sejak awal sudah dipenuhi pikiran itu bahasa yang teramat rumit, hasilnya aku bak pejuang yang merasa kalah sebelum berperang. Seminggu belajar, boro-boro sudah bisa ngomong gong xi fa cai, ngomong rambut sama tahu saja kebolak balik terus pemakaian katanya.

Kalo udah gini aku jadi  merasa harus pergi ke Paiton lagi. Beberapa bulan lalu kyai Soleh sudah bolak balik nelpon menyuruhku kembali ke pesantren untuk melanjutkan proses pembelajaran bahasa asing secara laduni. Tapi waktu itu statusku masih super sibuk sebagai karyawan yang tak kenal libur. Sekarang setelah nganggur seharusnya aku bisa kesana karena sudah tak bermasalah lagi dengan waktu. Tapi sekarang masalahnya di ongkos. Ga punya uang jajan lagi. Beli permen saja harus minta ke istri. Payah...

Makanya aku berhenti sejenak neh. Kayaknya prioritas utama adalah mensugesti diri dulu bahwa bahsa itu tak sulit. Lagian untuk apa aku mikir tata bahasa yang bikin pusing bila kenyataan di lapangan bahasa gaul yang dipakai. Sepertinya aku cuma perlu memperbanyak hafalan dan pengucapan kosa katanya saja. Benar atau salah kayaknya ga terlalu bermasalah deh. Seperti bila aku ngobrol sama temen ora eropa yang belepotan bahasa Indonesianya. Aku selalu memaklumi penggunaan kata-kata yang kebolak-balik dan berusaha mengerti masalahnya. Ketika aku maksa pakai bahasa Inggris yang kacaw pun, temanku bisa memaklumi. Dalam bahasa mandarin seharusnya sama. Menyepi beneran dulu deh sambil mensugesti diri biar siap belajar lagi...

Trus...
Kesulitannya kemarin tuh bukan sekedar di pengenalan bahasanya saja. Tapi si Citra terus-terusan gangguin. Dia kan lagi aktif-aktifnya ngoceh tak tahu waktu. Payahnya dia kalo lagi ngoceh harus ditungguin dan ada yang ikutan ngoceh juga. Kalo ditungguin doang, apalagi ditinggal ceting, bakalan ngambek dia. Jadinya waktuku lebih banyak tersita untuk belajar bahasa bayi. Hihihi..

Pengen pinter aja kok susah yah.
Coba kalo ada yang ngasih satu permintaan.
Aku akan minta satu juta permintaan lagi...
Ngimpi...!!!


8 comments:

  1. Satu permintaan aja belum tentu, apalagi satu juta permintaan, wkakakkaka...
    Tapi gak papa, kan usaha, wkakakka...
    Lagian, sama2 satu! :D

    BalasHapus
  2. PIC nya lucu tu kang.....pas banget sama judulnya ^_^

    BalasHapus
  3. bu dong a...
    haha..........
    selamat pusing ya mas...

    BalasHapus
  4. psti om gi "PU XING" y? smangat om, psti bisa...

    BalasHapus
  5. namanya komunikasi yang penting nyambung, masalah grammar gak usah peduli, itu katanya temenku lho, seorang ibu-ibu mahasiswa dari hongaria, kenalnya waktu di STSI nonton wayang, bahasa inggrisnya juga kacau balau, sama kayak saya...

    BalasHapus
  6. wah...selamat belajar Om... ^^

    BalasHapus
  7. yah ituLah Lik, namanya mau bisa harus beLajar dan mengeLuarkan waktu, tenaga, biaya ekstra. kaLo enggak diniatkan dan diLaksanakan yah enggak akan bisa2.
    katanya, untuk bisa berhasiL untuk meLaksanakan suatu tujuan harus memiLiki modaLitas "keyakinan, benari" dan terakhir di ikuti oLeh "modaL".
    kaLau kiranya mau cara cepat, gimana kaLau kita modaL dengkuL aja dan Citra suruh naik di punggung terus Ibunya Citra yang nabuh gendangnya. hakhakhak...

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena