03 Juli 2010

Pepatah Payah

Orang seringkali begitu mudah membuat pepatah, tapi ketika sampai di pelaksanaan kata-kata, kebanyakan semua itu hanya kembang lambe semata. Seperti ketika orang berkata masa lalu adalah teman dalam kenangan, bukannya beban masa depan. Tapi nyatanya sebuah kebencian dari masa lalu tak juga bisa lenyap sudut mata yang seharusnya tengah berbahagia itu.

Di masa kecil dulu suka ada istilah, "jangan makan dulu kan mau kondangan.." Kini pepatah itu sudah lama lenyap, karena orang tak lagi berminat numpang makan sekenyangnya di hajatan. Namun aku yang kemarin berangkat kelaparan, benar-benar bisa kenyang sebelum mulai makan. Menghadiri hari bahagia, ternyata tidak bisa diterima sebagai upaya menyambung tali silatuahmi yang terkoyak. Justru lebih banyak dianggap penggangu dengan istilah tamu tak diundang.

Tangisan jagoan untuk bisa bersama agak lama pun tak mampu meluluhkan hati yang sebenarnya harus benar-benar bersih di hari yang katanya suci, sebagai awal langkah di kehidupan yang baru. Sampai tak tega melihat wajah yang seharusnya ceria malah cemberut adanya. Bertolak belakang dengan pepatah lama yang mengatakan orang yang lahirnya "kalungan usus", katanya akan selalu sedap dipandang dalam segala situasi. Makanya aku jadi mikir, ini emang beneran kalungan usus, tapi sayang ususnya pas penuh tai, jadinya bau...

Terserah deh apa orang bilang. Yang penting kerinduanku kepada jagoan yang hampir setahun ini tak bisa berkomunikasi bisa sedikit terobati. Walau mungkin hanya akan menyisakan luka baru diatas luka lama yang belum juga sembuh.

Aku tak mau tahu apa yang terjadi. Yang penting aku sudah berusaha untuk berbuat baik sejak awal. Seperti pepatah lama yang mengatakan, balaslah kejahatan dengan kebaikan. Atau berikan pipi kanan di saat pipi kiri ditampar. Makanya ketika aku selalu dilempari batu pun, aku senantiasa membalas dengan melemparnya bunga...

Sekalian potnya tapi...

.

5 comments:

  1. selamat siang sahabat...syukurlah setidaknya kerinduan sudah tergenapkan ya ^^

    BalasHapus
  2. Asal ojo di lempar karo bungan bangkai wae Mas Rawins ... hehe ...

    Anak Rantau

    BalasHapus
  3. pepatah bararti cuma jadi teoti belaka ya? dan amat susah untuk mempraktekannya..:)

    BalasHapus
  4. ada ada aja pepatahnyaa, hihi..
    :p

    BalasHapus
  5. met siankk,,
    dini mampir baca2

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena