10 Juni 2010

ML Di Kolong Mobil

Beberapa hari menjadi kaum FB (terbaca fakir bandwith), membuatku hanya bisa antap intip doang ke blog temen melalui hape. Selain itu, tema yang diangkat aku lihat kebanyakan seragam dan tidak menarik, tentang gosip mesum.

Mungkin fenomena ini yang membuat kita menjadi manusia hebohan tapi juga lupaan. Ketika ada satu topik yang dianggap hangat, semua berlomba-lomba menuju kesana tanpa ada tendensi yang pasti, selain menghanyutkan diri ke arena narcis. Sehingga tak terlalu berlebihan ketika ada gosip baru, cerita lama itu langsung tenggelam tanpa bisa kita tahu kelanjutannya seperti apa.

Lihat saja ketika satu kasus muncul, semua mendukung sampai membuat gerakan sejuta umat. Ketika cerita lain muncul, semua membuat gerakan menghujat tanpa ampun sampai cap jempol darah segala. Tapi sayangnya semua itu hanya anget anget tai ayam semata dan tak pernah dikawal sampai tuntas. Akibatnya ketika seseorang terkena kasus, cara terbaik untuk segera lenyap dari benak semua orang adalah membuat kasus baru yang sama hebohnya. Tak heran bila seseorang hari kemarin masih jadi penjahat, hari ini berubah jadi pahlawan bertopeng.

Kita kadang lupa bahwa dalam segala hal selalu ada sisi gelap terangnya. Seperti ketika kita rame-rame menghujat Israel, kita seakan lupa bahwa Israel itu terdiri dari negara dan rakyatnya. Kenapa kita harus menghujat secara total dengan menggeneralisir kata Israel, bila kenyataannya banyak rakyat yang berbeda pendapat dengan apa yang dilakukan negaranya.

Ketika ada gosip mobil pribadi dan sepeda motor dilarang menggunakan premium, tanpa mengorek data lebih jauh, dengan mudah kita menghujat pemerintah bilang tidak setuju. Padahal banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari kebijakan itu. 32 trilyun pertahun subsidi BBM kebanyakan lari ke mobil yang tidak sepantasnya disubsidi. Kontras dengan kenyataan kereta api sebagai angkutan massal yang harus membeli BBM industri. Padahal di sisi lain kita harus mendukung angkutan massal agar tingkat kemacetan dan polusi dapat ditekan.

Sebelum menghujat, apakah tidak sebaiknya kita telaah dulu manfaat dan mudharatnya secara jangka panjang dan demi kemaslahatan umat. Sampaikan opsi dan bila tidak didengar baru kita demonstrasi. Sebagai contoh ketika program minyak tanah diganti gas. Seperti apa sih hujatan kita waktu itu. Tapi kenyataannya sekarang kita bisa damai menjalaninya. Dan subsidi minyak tanah bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Kenapa kita jarang mau mencoba melihat dari lain sisi untuk diangkat dalam tulisan. Sehingga sebagai blogger kita ikut mendukung pemberdayaan informasi ke masyarakat yang kebanyakan asal copas dan memvonis itu sebagai suatu kebenaran. Pandanglah sisi yang lain dan biarkan masyarakat menimbang-nimbang sebelum memutuskan dalam hatinya masing-masing. Apakah mungkin kita bisa menimbang bila informasi yang masuk kebanyakan hanya dari satu sisi saja..?

Buat aku sendiri, ketika banyak yang heboh mengangkat satu tema, yang ada hanyalah kejenuhan otak melihat bahan bacaan. Ketika Ariel vs Luna Maya jadi hot topic, cerita lain seolah lenyap. Ketika ada cerita baru, bukannya pencerahan yang ditampilkan, tapi kemesuman lain yang sepertinya terus dicari-cari agar bisa menjadikan diri seolah topic starter handal paling up to date.

Kalo memang mau dianggap terkini, kenapa tidak numpang anget misalnya memposting video sendiri. Jadinya orang tidak merasa jenuh dengan berita seragam dan kita terhindar dari dosa menggosipkan keburukan orang lain.

Aku sendiri bingung. Ada teman yang selama ini begitu banyak mengangkat tema agama di blognya, bisa-bisanya kirim pesan lewat japri minta dikirim link untuk dunlut video ga jelas itu. Sampai dia bersusah-payah mendunlut file besar kirimanku mengandalkan koneksi IM2 yang leletnya luar biasa. Padahal yang aku kirim tuh video kucing kawin yang akhirnya membuat dia misuh misuh berkepanjangan.

Kapan yah, kita mulai belajar mengubah pola pikir kita terhadap hot topic berbau mesum..?

Dan kalo ada yang nanya kenapa aku juga post judul yang mesum..? Karena aku pun suka numpang anget terhadap tren. Cuma aku tak ingin seragam dengan yang lain. Biarin ga nyambung juga, yang penting ada gambar bukti sehingga judul tulisanku ga dianggap hoax.

Puas dah, membikin orang ngebut membuka blog ini dengan pikiran ngeres.
Makan tuh kucing kawin...

21 comments:

  1. wahahhahaha9
    si mas yang ini...
    tapi emang aku mah kebetulan lagi bukain blognya si mas yang ini, ngakngakngak..

    eniwei, itu pict ngambil sendiri?
    aowkaowkaaowkaow

    BalasHapus
  2. hahaha,..kreatif ^^

    selamat pagi....

    BalasHapus
  3. wakakaka..kacau jg tuh kucing sempat2nya ml dikolong...

    BalasHapus
  4. hihihi..aku bw doang mas rawin..*__*

    BalasHapus
  5. wakaakkakakakkak
    Tahu rasa tuh temennya...

    BalasHapus
  6. Waow
    Pemaparan dan analisa yang yahud Mas Rawins
    memang harus ditelaah secara terperinci dulu ya
    biar pendapatnya nyerempet2 kek pendapat pengamat Teve
    dan saya kesini mo ketawa doang kok, nggak liat judul. he

    BalasHapus
  7. waduh... nih kcg2 mau bikin sensasi jg ya...

    BalasHapus
  8. tertarik membaca blog anda karena terus terang setelah melihat gambar yg terpampang.. sekian dan wasalam, sonnnnn

    BalasHapus
  9. rosa...
    kirain penggemar juga...
    piss ah...

    BalasHapus
  10. tukcol...
    ngapain penasaran gituang..?
    hehehe

    BalasHapus
  11. julian...
    kucingnya jawab gini, emang gua pikirin..
    hahaha

    BalasHapus
  12. tfd...
    mendingan main sendiri dah. tapi gausah bikin video deh. tar heboh...

    BalasHapus
  13. achen...
    hobi ngerjain orang nenh...

    BalasHapus
  14. buwel...
    terperinci apanya orang asal nyerocos kok

    BalasHapus
  15. skydrug...
    mo coba ga..?

    BalasHapus
  16. Sukanya merendah Neh
    He

    BalasHapus
  17. wah diem2 ternyata situ jago SEO juga :D

    BalasHapus
  18. wah diem2 ternyata situ jago SEO juga :D

    BalasHapus
  19. setuja setuja,, sip deh,,,,

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena