04 Mei 2010

Gosip Teman Curhat

Ada dua cerita pendek pengantar tidur malam ini. Keduanya berasal dari dua orang teman perempuan yang menggosip tentang teman curhatnya masing-masing. Sayangnya aku masih sibuk chat dengan si bos. Dan ketika urusan pekerjaan usai, aku sudah terlalu mengantuk untuk melayani obrolan mereka. Sehingga aku belum bisa mengambil kesimpulan dari masing-masing ceritanya. Cuma aku dengarkan sedikit lalu say good night sampai besok.



Cerita pertama mengeluhkan tentang teman curhatnya yang begitu setia kepada istrinya. Si cowoknya tak pernah mau mencuri-curi kesempatan mengajak temanku untuk selingkuh, termasuk ketika rumah tangganya ada sedikit konflik. Prinsip laki-laki itu, teman chat tetaplah teman, istri tak kan terganti.

Temanku itupun sebenarnya tidak ada keinginan untuk mengajak teman curhatnya berpaling dari istrinya. Namun makin lama dia makin terbakar cemburu. Dia mulai membanding-bandingkan teman curhatnya dengan suaminya yang brengsek, ditinggal kerja sebagai TKI malah kelakuannya ga beres. Tapi setiap kali ia ingin mengatakan tentang isi hati yang sebenarnya, selalu saja akal sehatnya melarang.

Temanku selalu saja teringat kalo dia pernah tersakiti oleh pengkhianatan suaminya. Tak tega rasanya untuk membuat istri teman baiknya merasakan sakit yang sama. Dan iapun selalu teringat ucapan temannya, "kalo kamu menganggapku lebih dari teman, lebih baik kamu menganggap aku tak pernah ada dalam daftar kontakmu..."

Rasa sayang virtual itu membuat dia begitu takut kehilangan. Sehingga temanku merasa lebih baik menahan diri daripada tak bisa ngobrol lagi dengan cintanya. Dalam pertimbangannya, kehilangan cinta virtualnya itu akan terasa lebih sakit daripada dia menahan rasa. Dalam istilah klisenya mungkin, "cinta tak harus memiliki..."

Cerpen kedua kasusnya kebalikan dari yang pertama, walau sama-sama bercerita tentang kecemburuan akan teman onlinenya. Ketika aku bilang, "kalo ga mau cemburu, jangan menyukai suami orang dong..."

Jawabannya sungguh di luar dugaanku. "Ke istrinya aku rela berbagi, mas. Tapi ke penggemar-penggemarnya aku tidak..."

Hayyah...
Malah kaya sinetron pake acara berbagi suami segala.

Mbuh, ah...
Aku mau tidur.

Gud slip deh buat semuanya...

5 comments:

  1. rosa...
    jadi penonton juga ikutan bingung neh...

    dhanis...
    emang masih ada..?

    BalasHapus
  2. hihihihi,....ini yg curhatnya para wanita ya?
    ckckck.... ^_^

    BalasHapus
  3. lapor...
    abis berkunjung ke blog bintang tujuh
    eeeh tujuh bintang
    membuat langit seni Indonesia semakin berbintang

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena