21 Mei 2010

Cinta Putih

Aku kadang bingung kalo ada temen yang ngajak ngobrol tentang cinta. Walau cinta milik umat manusia selama hayat masih dikandung badan, tapi mengingat uban mulai tumbuh di kepala aku suka kagok juga. Mending kalo yang diobrolkan itu tentang cinta tanah air misalnya. Tapi tak mungkin temanya itu. Pasti tentang cinta antara dua , tiga atau empat anak manusia.

Aku sudah berterus terang mengatakan, definisi cinta saja aku tak tahu, untuk apa bertanya kepadaku..? Apalagi bila pertanyaan itu berusaha mengaitkan kata cinta dengan kata bahagia. Makin mumet kepalaku bak melihat perhitungan integral diferensial yang jaman sekolah dulu nilainya tak pernah lebih dari kursi terbalik.

Paling banter aku cuma mengutip kata-kata seseorang yang pernah aku favoritkan jaman masih muda dulu, Katon Bagaskara. Dalam lagunya dia pernah bertanya, "Jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia..?"

Pertanyaan itu dijawab sendiri masih dalam lagu yang sama. "Sepenuhnya trimalah apa adanya dua beda menyatu. Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri. Jadikan percaya yang utama..."

Mudah memang mengutip kata. Tapi ketika aku harus mewujudkan itu dalam kehidupan nyata, kadang terasa berat juga. Bagaimanapun juga manusia diciptakan berbeda-beda, walau secara puitis disebutkan perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi. Namun tetap saja perbedaan itu akan menyulut gesekan. Seperti pergerakan elektron diseputaran proton yang bisa menaikan suhu molekul. Perlu adanya pengendalian diri yang kuat di masing-masing individu agar gesekan itu hanya berefek hangat agar cinta kasih tetap terasa indah.

Yang gawat adalah bila kemesraan antara proton dan elektron itu terganggu oleh tembakan neutron. Apalagi bila kebersamaan itu terjadi pada manusia yang berunsur radio aktif. Gangguan neutron bisa menyebabkan terjadinya reaksi berantai yang mampu meluluhlantakan Hiroshima dan Nagasaki. Padahal sudah merupakan kepastian bahwa hidup itu pasti ada proton, elektron dan neutron. Menyelaraskan ketiganya agar tidak menjadi bencana seringkali terasa berat. Seperti kaum religius bilang, bila kamu berdua dua, yang ketiga adalah setan. Tergantung kepada kita keputusannya. Apakah setan itu akan dicuekin atau malah diajak nimbrung sekalian agar tidak memenuhi kaidah berdua-dua. Karena dalam tuntunan agama tidak ada istilah dosa untuk bertiga-tiga. Karena berpoligami katanya halalan toyibah.

Jadi untuk menjaga cinta dan kebahagiaan, mungkin kita bisa kembali ke syairnya Katon tadi. Sepenuhnya terjalin pengertian antara engkau dan aku. Hanya soal pengertian saja kok, walau belajar mengerti itu teramat sulit. Tapi kan pada prinsipnya bisa. Tak ada salahnya kita bersusah payah demi mempertahankan cinta dan kebahagiaan yang semoga tak lekang oleh waktu. Walau menggunakan kata semoga, tapi anggaplah itu sebagai harapan dan doa, bukannya mencoba menarik unsur pesimistis kedalam hubungan dua insan.

Rumit memang. Terlalu banyak adonan yang harus kita aduk untuk mendapatkannya sampai membawa-bawa masalah ketuhanan segala. Lebih rumit lagi bila kita kembali ke sambungan lagu itu sebagai syarat agar bisa diterima cintanya.

Cukup bagiku, hadirmu...
Membawa kijang...

Minimal harus Innova lagi...
Wah...

15 comments:

  1. wah berat bos kalau cinta pake proton dan elektron hehehe, btw aku setuju ke syairnya katon itu aja deh :)

    BalasHapus
  2. hahaha maap... otak lagi sok ilmiah neh. padahal aslinya ngawur...

    BalasHapus
  3. kaya judul lagu krispatih nya...
    hehehe....

    BalasHapus
  4. Hehehe ga tau. Taunya cuma katon. dasar jadul yah..?

    BalasHapus
  5. cinta???
    hmmmmm....
    manggut2 cabut jenggot

    BalasHapus
  6. hehehe dibilang udah mulai ubanan
    jadi pengen malu...

    BalasHapus
  7. cinta putih katon, yang mana ya, "garuk2 kepala mode on"

    BalasHapus
  8. emang rumit siihh cinta itu... perbedaan dijadiin satu, ribet banget kan?! tapi kenapa ada yang bisa? ya karena adanya kekuatan cinta itu *cieee..* :D

    BalasHapus
  9. hehee... cinta oh cinta.. ^______^

    BalasHapus
  10. saya jg ngga ngerti cinta....

    BalasHapus
  11. naila...
    kan ada videonya tuh...

    BalasHapus
  12. yolizz...
    au ah gelap. malu sebenarnya, udah tua...

    BalasHapus
  13. siroel.. senasib deh kita

    BalasHapus
  14. sama, enggak tau juga definisi cinta, copas waelah, saling mengisi... dan saling diisi... hahaha

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena