07 Mei 2010

C L B K

Karena malemnya meeting sama si bos via skype sampai jam 11, baru paginya aku ngisi buku absensi ke juragan. Pengucapan laporannya dibuat sememelas mungkin dan sok sibuk agar ga ada kesempatan memotong kata-kataku. "Maap ya, sayang. Semalem aku sibuk banget si bos kasih kerjaan baru. Pembukaan galeri baru di Balikpapan saja belum dikerjain sudah harus ke Bali. Baru mau ancang-ancang, semalem dikasih tahu soal tender proyek BTS, bla bla bla...."

Biasanya, mungkin karena pusing mencerna kata-kata bak pelor senapan mesin dari mulutku, istriku paling cuma bilang, "Iya, hati-hati. Kerja yang bener tapi jangan lupa istirahat yang cukup. Cepet pulang ya..."

Kalo udah gitu, dalam hati aku teriak, "Yess..!!!"

Cuma ketika kemarin aku bilang mau ke Bali, istriku komentarnya lain. "Hayoooo, mau ketemu penggemar ya..? Tar CLBK lho..."

Biar ga keliatan beloon, aku googling dengan keyword CLBK. Dan aku baru ngeh ketika inget, ada temen pitik-pitikan jaman kemah Raimuna di Cibubur tahun 92 dulu nongol di kontakku, setelah sekian puluh tahun menghilang. Dan sekarang dia ada di Bali.

Temenku itu memang sangat aku kagumi kegigihannya sejak pertama kali kenal. Dia sangat cepat banget menyerap pelajaran dari sekitarnya. Disiplin dan pantang menyerah sebelum tujuannya tercapai. Mendaki gunung pun tak akan mau berhenti sebelum sampai ke puncak, walau kaki lecet-lecet sepatu diseret-seret.

Dia orang Manado dan tinggal di Makasar. Di setiap surat-suratnya dulu, dia selalu cerita tentang ambisi karirnya. Sayang begitu lulus sekolah, aku putus hubungan. Ketemu lagi sekitar tahun 97 ketika aku kerja di Telkom Bandung dan dia sudah mulai menapaki karir sebagai operator telepon di Hotel Sedona Makasar. Aku kembali rajin telepon-teleponan karena waktu itu aku jadi pejabat yang punya fasilitas telepon unlimited anywhere anytime.

Aku tak pernah memikirkan biaya pulsa saat itu berapa. Santai saja aku ngobrol ketika bongkar-bongkar telepon umum sambil pegang lap dan obeng. Dan saat itu, temanku tetap selalu bercerita tentang ambisinya mengejar karir. Ketika aku pindah ke Kandatel Tasikmalaya, temanku juga pindah ke hotel lain di Manado. Putus lagi deh hubunganku dengan si cerewet yang tak pernah memberiku kesempatan ngomong di setiap telponnya.

Tahun lalu, aku sempat menemukan jejaknya di Multiply dan tercantum alamat kerjanya, Hotel Shangri La Dubai. Sayang MPnya sudah ga keurus, jadinya tak bisa komunikasi lagi dengan si bawel itu. Tapi aku ikut senang dan berpikir cita-citanya sudah tercapai.

Kemarin tiba-tiba dia nongol lagi dan bilang sudah di Bali. Sempat nelpon sejenak dan sms an. Dan teuteup... tidak ada tema lain akan ocehannya itu selain karir dan karir. Dia belum juga puas dengan posisinya yang sudah cukup tinggi di mataku. Sampai dia bilang mau resign dari tempat kerjanya sekarang. Tujuan selanjutnya adalah Australia, Hongkong atau Macau.

Ketika ada kesempatan, aku coba menyela cerocosnya yang mirip radio butut. "Non, aku seneng kamu udah susah ngomong pake bahasa Indonesia. Kamu pinter ngomong je t'aime, ti amo, qīnài de nǐ zěnme atau Ana meshtaklak kteer ya habibi.. Tapi kapan kamu belajar menyukai cowok..?"

Kosa kata baru entah bahasa mana muncul dari jawaban dia, "Hajingaaaaaaaan...."

Selamat mengejar karir deh teman.
Tapi jangan lupakan kalo kamu perempuan yang sudah cukup umur yah...

Flo..
Maap yah fotonya tak pajang sini...

10 comments:

  1. bingung m0u komen apa?

    BalasHapus
  2. waduh
    istrinya gak cemburu tuh bang si abang masang2 poto mbak Flo?
    heheu.... :pv

    BalasHapus
  3. hmm kalo suamiku yang pasang2 foto kayak gitu, pasti udah tak bawain palu godam..

    BalasHapus
  4. Hehehe... justru karena aku selalu terbuka gini, makanya istriku ga pernah ngambek. Daripada maen rahasia-rahasiaan, trus tar ketauan. Waduh bisa gawat tuh...

    BalasHapus
  5. kae nduwur foto bojo keloro ya win...

    BalasHapus
  6. berarti istrimu tergolong wanita penyabar yah.. kalo aku tetep aja gak bisa terima, aku pasti bakalan ngambek semalaman..

    BalasHapus
  7. Hahaha makanya aku bersyukur ga dapat istri kamu, Dhanis...
    hahaha... piss deh misyu tenan...

    BalasHapus
  8. wakakakak...!
    untungnya aku masih punya kamu ya, bisa buat ketawa-ketawaan, jadi sedihnya gak lama-lama.. :D

    BalasHapus
  9. Yo ngapain pake sedih. Hidup cuma sekali kok. Ambil nikmatnya saja...

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena