22 Februari 2010

Ke Bukit Bintang

Hari minggu kemarin, acara ngantar ibu hamil jalan-jalan tidak sampai keluar kota. Cuma ke Bukit Bintang di daerah Patuk, perbatasan Piyungan dan Wonosari. Tidak ada obyek wisata yang unik disitu, cuma pemandangannya memang lumayan asik walu cuma nongkrong di pinggir jalan.

Situasinya mirip daerah Cadas Pangeran kalo di Bandung. Kalo Jakarta persis suasana puncak di seputaran Rindu Alam termasuk warung-warungnya. Cuma bedanya tidak ada kebun teh disitu. Di atas jalan kebun bambu dan di bawah tebing pesawahan dan kebun penduduk. Pemandangan malamnya juga lumayan asyik, lampu-lampu kota Jogja terlihat jelas dari sana. Sayangnya cuaca agak mendung. Orang bilang, disitu asiknya untuk menatap langit bertabur bintang kalo pas cerah. Makanya daerah itu dinamakan Bukit Bintang.



Dari Jogja bisa ditempuh dalam waktu setengah jam. Jaraknya dari pusat kota sekitar 20 kilometer. Dijamin tidak ngabisin bensin deh. Biaya-biaya lain paling hanya parkir 3000 perak untuk mobil. Jagung bakar 4000 dan kelapa muda 6000. Jajanan lain tidak ada yang aneh dan harganya cukup terjangkau.

Tapi bila pesan kelapa muda, kita perlu jelaskan sejelas-jelasnya ke pedagangnya pada waktu pesan, terutama bila datang berdua dengan pasangan. Aku pikir pedagangnya sudah ngerti, ketika aku bilang minta kelapa muda, karena yang datang dua orang ya dikasih dua. Mungkin karena kebiasaan disana, jadinya aku cuma dikasih satu dan harus pesan lagi.

Cuma untuk pesanan pertama, sedotannya dua. Sedangkan pesanan kedua sedotannya satu. Aku melihat ke pengunjung yang lain, baru aku ngeh. Ternyata yang lain walau berdua, pesan kelapa mudanya cuma satu, makanya dikasih sedotan dua. Sehingga di otak penjualnya, asal yang datang berdua, dikiranya orang pacaran kali ya..?

Hehehe...
Apa hubungannya orang pacaran dengan sekelapa berdua..? Biar kelihatan mesra apa emang niatnya ngirit..???

4 comments:

  1. iya bener kata si kosong eh plasu itu pasti argo dumilah

    BalasHapus
  2. Apa iya sih..? Kirain hargo dumilah di gunung lawu...

    BalasHapus
  3. Semoga bayinya sehat selalu

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena