22 Januari 2010

Pikun

Beberapa hari ini, aku mulai merasakan ada gejala-gejala aneh dalam diriku. Aku suka merasa otak dan tubuh tidak singkron. Misalnya ketika aku beranjak mau ke toilet, kenapa malah nyamber kunci mobil di meja. Mau ketemuan dengan pelanggan bisa-bisanya cuma pakai sandal jepit. Dan pagi ini hape aku tinggal yang disakuin malah remote AC.

Untung beberapa detik kemudian kesadaran itu segera datang. Belum parah sampai misalnya ke kantor sudah berpakaian lengkap tapi ga pake celana. Atau ngantar istri trus ketinggalan di pasar. Tapi tetap saja itu suatu masalah. Dan aku tak mau membiarkan itu sampai parah dulu.



Kalo disebut pikun atau mungkin Alzheimer, kayaknya ga mungkin karena penyakit itu setahuku hanya untuk usia lanjut. Dan googling pagi ini, aku menemukan beberapa tips tentang penyakit pelupa ini.

Yang pertama katanya makanan untuk otak tidak boleh kurang. Ini ga pas buatku. Kalo benar apa yang diklaim oleh pabrik makanan suplemen, kebutuhanku akan asam lemak omega 3 tidak bisa dikatakan kurang. Atau otak minta omega 3 alami dari buah kiwi atau ikan salmon..?

Makanan berlemak dan junk food pun aku jarang sekali karena hobiku adalah makan sego pecel yang full serat sayuran. Seperti kita tahu, lemak tinggi bisa berimbas buruk pada sinaps otak. Sinaps adalah bagian yang menghubungkan neuron otak dan penting untuk belajar serta mengingat.

Yang kedua katanya kurang olah raga. Ini mungkin ada benarnya. Karena setiap pagi aku paling mainan freestyle glider cuma 10 menit. Selebihnya hanya olahraga jari seharian mencetin keyboard dan mouse. Mungkin harus ditambah dosisnya jadi setengah jam kali. Walau kayaknya agak susah karena aku seringkali bangun kesiangan dan hanya punya waktu setengah jam untuk persiapan ngantor. Atau harus pindahan kantor ke Beringharjo agar sehat tiap hari angkat junjung karung..?

Yang ketiga katanya otak juga harus olahraga. Mengisi TTS, main games memori, termasuk olah otak yang mencegah kepikunan. Aktivitas ini menstimulasi otak sehingga otak kita terlatih untuk mengingat-ingat selalu alias tidak malas berpikir. Semua itu membuat sistem otak kita selalu siap bekerja kapan saja, tidak mogok. Ini juga kayaknya kurang pas, karena aku termasuk maniak games. Kalo TTS memang aku ga pernah sentuh lagi, karena sekarang lebih suka yang ga pake S.

Selanjutnya adalah trik memori, agak mirip dengan yang di atas. Kegiatan ini membiasakan kita mengingat-ingat dan mengontrol daya ingat. Membuat prediksi juga bisa membantu proses daya ingat. Latihan ini berguna sebab kadang saat kita punya suatu ide, kita lupa data-data lain yang bisa mendukung ide tersebut. Ini kurang pas juga. Karena buatku, apa yang aku temukan sehari-hari adalah sumber ide yang luar biasa dan selalu aku ingat secara dalam untuk kemudian aku tuangkan di blog.

Aku juga punya kebiasaan sejak kecil setiap mau tidur, apa yang aku jalani sejak bangun sampai mau tidur lagi, aku coba buka semua dari memori. Enak ga enak aku baca semua. Kata simbah dulu sih biar aku cepat nangkep pelajaran di sekolah. Kalo buatku sekarang sih agar memori otak menjadi longgar dan tidak "kegawa kelu" pas tidur. Kan bisa gawat kalo siangnya habis jalan dengan cewek trus malemnya ngelindur dan istri dengar.

Poin yang terakhir katanya istrirahat otak harus cukup. Walau otak kita genius, kalau dipakai terus juga akan lelah. Istirahat yang cukup bisa membuat otak bekerja lebih baik lagi. Sebuah studi mengatakan, tidur 90 menit di siang hari bisa membantu kinerja otak.

Nah, kalo yang ini aku setuju banget. Sepertinya aku harus mengajukan proposal ke bos di Jakarta. Agar istirahat siang diperpanjang 2 jam. Setengah jam untuk makan dan sisanya untuk bobo siang. Disetujui apa engga yah..?

Ada yang punya pandangan lain..?

Sumbernya dari sini.

2 comments:

  1. Ide proposalnya menarik sekali, bisa istirahat siang satu jam saja sudah luar biasa bagusnya untuk meningkatkan kwalitas hidup dan kesehatan kita....setuju banget!

    BalasHapus
  2. Hehehe... maunya sih gitu

    BalasHapus

Sebelum membaca jurnal ini mohon untuk membaca Disclaimer dari Blog Rawins. Memberikan komentar dianggap telah menyetujui Disclaimer tersebut. Terima kasih

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena