29 Februari 2008

Toilet Eksekutif

"Hoi, liatin tarif tiket ke Jakarta donk,"
"Pake Air Asia aja tuh, murah, lagi promo."
"Hoi sembarangan, tiket kereta, ndol..."
"Lah, tarif pesawat sama kereta cuma beda 30 ribu."
"Ga mau ah, rugi. Bayarnya mahal, baru naik sebentar sudah nyampe.." 

 
Saya sempat menggerutu dengan usulan dari anggota Pasukan Berani Malu. Enak saja naik pesawat, direktur saja terima naik Kereta Kahuripan pas pulang ke Sidareja kemaren, karena emang ga ada Kereta Eksekutif yang mau berhenti disitu. Masa anak buah pake fasilitas lebih siip. Padahal aslinya sih males, abis itu pasti masuk angin, kena udara AC plus tidak bisa SMSan.

Jadilah meluncur ke Stasiun Lempuyangan diantar A
di. Untung rada gasik, kereta yang biasanya molor sekarang malah nongol setengah jam lebih awal. Tiketnya Jokja - Jakarta cuman 28 ribu perak. Fasilitas ga jauh beda dengan yang eksekutif, cuma karena penuh aja akhirnya selonjor deket WC beralas koran. Aroma room freshner alaminya lumayan sedap dipandang mata, walau lama-lama terasa biasa dan ga perlu tutup idung lagi.

Segala sesuatunya emang sudah dipersiapkan dari sore. Sengaja bawa buku Sillyman from Mars, Pitywoman from Venus yang tebelnya 350 halaman lebih. Cukuplah sebagai teman sampai Jakarta. Walaupun akhirnya ga sempat dibaca karena asyik ditemanin Ayang via YM sampai jam 1. Ayang off mau nerusin baca, malah diajakin ngobrol lagi di Yahoo oleh adik_rimba, temen dari Malaysia sampai subuh. Mau baca lagi, kayaknya tanggung sebentar lagi nyampe.

Jam 8 kurang turun di Stasiun Pasar Senen. Buat ngilangin ngantuk sengaja tuh jalan-jalan cari keringet sampai ke halte busway di bawah jalan layang. Tapi dasar mata ngantuk, naik metromini salah tebak angkanya. Jadinya malah cuman muter balik lagi ke terminal Pasar Senen. He he he...

Eh, tapi ada yang nyebelin tuh pas di kereta. Tau penuh begitu. Ada ibu-ibu yang seenaknya tidur selonjor di kursi buat sendirian. Dibangunin tuh malah ngambek. Pas nyampe Kebumen ada yang turun dan saya bisa duduk tuh. Sampai Kroya ada penumpang cewek yang naik. Ibu-ibu yang bobo dibangunin masih cuek aja. Jadinya saya ngalah deh duduk di koran lagi deket WC.

Buat saya sih ga masalah, cuman kok kenapa hari gini masih ada masyarakat kecil yang begitu kejamnya tidak mau peduli dengan orang lain. Ternyata ada saja ibu-ibu yang menjadi pelaku KDRT (Keenakan Duduk Raurus Tetangga...)


Dasar...
Read More

26 Februari 2008

Semangat Tetap Membara


Demi penghematan pengeluaran tim teknis khususnya untuk kebutuhan internet, alhamdulilah setelah lobi sana sini, akhirnya dapat bantuan berupa koneksi hotspot gratis. Cuma karena terbentur jarak sekitar seratus meteran dari lokasi hotspot, perlu dibantu dengan antena luar.

Alhamdulillah juga kalo akhirnya tim mendapat bantuan berupa radio wifi beserta antenanya dari Kang Boim juragan Giganet Sidareja. Entah karena belum pada mandi atau memang tidak boleh yang namanya perjuangan tanpa pengorbanan, yang pasti pada saat pasang antena hujan turun dengan derasnya. Radio Wifi turut kebanjiran. Itupun masih diganggu oleh telpon dan SMS yang tidak habis-habisnya.

Di tengah kegelapan dan hujan di atas atap akhirnya tim menyerah satu persatu diserang ngantuk, lelah, lapar dan enek bercampur menjadi satu. Semua dukungan teknis via telepon dan YM dari Kang Boim, Kang Ebeg  dan Mas Kanthong sepertinya sia-sia. IP radio tetap tidak terdeteksi. Mungkin gara-gara kehujanan atau malah kesambet, ya..? Walhasil, Efan malah maen game di letopnya dan Adi mendengkur dengan pulasnya...

Tapi belum pasrah juga. Pagi-pagi rencana ke Jakarta diundur, niatnya mau ke Solo dulu minta bantuan Mas Kanthong untuk ndetek IP radio, dengan pertimbangan bila gagal bisa ngembat radio lain yang ada, he he he...

Sayang cuaca ga juga mau kompromi. Hujan terus dari pagi, ada ibu kos nagih bayaran yang nunggak 7 bulan, pedalaman yang sampai 2 hari ga ganti karena ditinggal di beskem dan banyak lagi hambatan datang silih berganti tak menyurutkan semangat. Habis dhuhur, saya dan Adi nekat berangkat ke Solo menggunakan sepeda motor menerobos hujan.

Eh, sebel engga sih. Nyampe di Solo, cuma dicolok sekali tombol resetnya, IP langsung kedetek. Padahal sejak semalam udah dicolok-colok berulang kali dengan berbagai cara dan sarana yang ada, cuma pake linggis dan martil aja yang belom dicoba.
Kenapa ya..?
Engga Bismillah apa ya...?

Pulang lagi ke Jokja masih berhujan ria. Cuma rada mending karena perut sudah terisi dimasakin sama ibunya Fathin. Tengkyu, mbak... Terima kasih juga buat bekal pisang rebusnya... Cuman sayang pisang satu keresek diabisin sama Adi sendirian. Onet loe..

Nasiiib...




Read More

25 Februari 2008

Semangat


Semangaaat... Semangaaat...!!!

Kata-kata itu seringkali terlontar dari banyak temen dekatku. Dan itu aku rasakan penting sekali setelah seringkali aku merasa terpuruk oleh keadaan. Di saat semua terasa menghimpit semantara disisi lain banyak orang mengejar-ngejar hanya untuk menanyakan target, aku kadang mengalami down mental secara mendadak. Tak peduli dalam kondisi ramai sekalipun. Saat rasa itu datang, aku merasa aku tak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Pokoknya semangat hidup turun sampai hampir ke titik nol..

Apalagi di saat tidak ada pilihan ditengah banyaknya pilihan seperti saat ini. Waaah... sering bikin kacau tuh jalan hidup. Tapi alhamdulillah akhirnya ada juga sih penyemangat hidup yang mengena dan benar-benar mampu mendorongku ke arah titik kulminasi yang sebenarnya.

Banyaknya pilihan tak lagi membuat aku kebingungan, tapi cukup banyak jalan dan waktu untuk menyiasati sehingga satu persatu bisa terselesaikan. Atau minimal selalu ada progres walaupun hanya selangkah. Jadi sudah jarang nih jalan di tempat apalagi sampai melangkah mundur.

Insya Alloh semua planningku bertahap bisa cicil sedikit demi sedikit. Biarlah pelan asalkan pasti. Dan awal langkah yang paling penting sudah aku jalani. Aku sudah tidak lagi ndableg seperti dulu. Sekarang aku sudah rajin mandi dan sudah potong rambut...

Read More

24 Februari 2008

Renang di Seturan

Semalaman tidak tidur merancang web dengan mas Adi dan Efan, sepanjang siang keluyuran mencari donasi membuat kepala terasa kliyeng-kliyeng menatap masa depan. Padahal malamnya harus siap tempur presentasi dan menyusun tindak lanjut kegiatan pecel curing. Apalagi bos direktur lembaga dari Cilacap berkenan hadir. Waduh, kepala makin tidak nggenah rasanya.

Sampai akhirnya terbersit ide buat represing di
Sport Center Senturan. Berangkat deh tiga motor berombongan kesana. Walah suasananya asyik juga sih buat cuci mata. Cuman sayangnya hari sabtu, jadi tiket masuk yang biasanya 7000 perak naik jadi 9000. Tapi gapapa lah. Sing penting hepi dan otak bersih dari eres-eres, walau disitu bergentayangan yang bikin isi kepala jadi ngeres.

Bolak-balik balapan renang dengan Bang Yos dan Bung Adi memamerkan berbagai gaya, dari renang gaya batu sampai gaya perkak terbang. Cuman sayangnya karena semalam ga pulang ke basecamp di papringan, jadi ga bawa baju ganti. Nyebur ke kolam pun pinjam kolor Bung Adi. Bingung kan soal CD. Ga dipake takut kaya yang tak pinjemin kolor. Loncat dengan dahsyat langsung menyelam sampai celananya ketinggalan di permukaan kolam. Waduh untung ga bikin heboh tuh...

Walhasil pulang ga pake CD neh. Tapi gapapa lah. Yang penting badan seger dan fresh lagi. Ga sia-sia keluarin dana 9
000 perak, tapi bisa sekalian cuci mata, minum, mandi, pipis dan bersihin daki di satu tempat. Lumayan, ngirit....

Inilah kilas liputannya...

 
Persiapan renang dengan gaya petinju



 
Bung Adi dan Bang Yos in actions



 
Inilah gaya perkak terbangnya Bang Yos...
Read More

Nasi Bakar di Cafe Nusantara


Hari Sabtu, 23 Februari 2008 di Cafe Nusantara Nologaten, sambil nonton bareng sepakbola dan menikmati Nasi Bakar di pinggir sawah, Tim Perumus Lembaga Pecel Curing mengadakan pertemuan sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Markas CRI. Pertemuan yang dihadiri oleh : Mas Fadli Semar, Eko Rawins, Mas Yossy Suparyo, Mas Tato Kanthong, Mas Adi Cool, Mas Efan dan Mas Agung dari Himacita, menyusun struktur Tim Pelaksana Sementara sebelum kelembagaan terbentuk sebagai berikut :

Direktur
Ahmad Fadli

Divisi ICT
Triadi W, Tato Priyo, Saefan
Bertugas menyusun interface web dan database dan menganalisa kemungkinan-kemungkinan teknis beserta bug dan vulnerable systemnya.

Divisi Media dan Informasi
Yossy Suparyo
Bertugas menyusun deskripsi dan pelaksanaan teknis yang berkaitan dengan media dan informasi pendukung lainnya.      

Divisi Riset dan Pemberdayaan Masyarakat
Ahmad Fadli, Agung Pribadi
Bertugas menyusun sistem kelembagaan, uji materi dan teknis pendampingan yang mengarah pada kearifan lokal di lapangan.

Divisi Network dan Pendanaan
Eko Nugroho, Emil Pacul
Bertugas membentuk jaringan SDM dan finansial pendukung semua tim teknis yang ada.

Dengan terbentuknya tim ini diharapkan tercipta suatu pola kerja yang efektif dan efisien secara fungsional sehingga apa yang menjadi target dan sasaran dari Bakal Lembaga ini bisa cepat terwujud.

Selain membentuk tim berikut job description dari masing-masing divisi, pertemuan juga membahas masalah kelembagaan yang secara garis besarnya bisa dilihat seperti bagan dibawah ini :

Bila gambar tersebut kurang jelas bisa diklik untuk memperbesar atau yang dalam bentuk pdf dapat didownload pada atachment blog ini.

Interface website juga dibahas dengan mendemokan tampilan muka berikut kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang telah masuk melalui email atau PM kepada saya. Interface tersebut disusun secara sederhana dengan pertimbangan akses internet di daerah yang kadang lemot. Sehingga kami membuat patokan tampilan dengan asumsi user menggunakan akses dial up. Tugas Tim ICT setelah ini adalah menyusun database dan mengintegrasikan dengan interface tersebut untuk kemudian diupload versi trialnya. Domain yang akan digunakan kemungkinan besar adalah or.id.

Demikian hasil pertemuan di Cafe Nusantara tersebut yang Insya Alloh segera ditindaklanjuti oleh divisi-divisi yang telah terbentuk. Tim ini saya yakin solid, karena kepala divisi juga merangkap manager, merangkap staf sekaligus pembantu umum.

Masukan dari semua pihak yang merasa peduli tetap kami nantikan di blog ini atau via :
email     : mamas_eko@telkom.net
YM        : mamaz_eko999
Telp/SMS  : 6281391634777

atau via Mas Fadlie :
YM        : barongan_cakep
Telp/SMS  : 6285227111149

Donasi dan dukungan tidak mengikat bisa langsung dikirimkan  melalui rekening sementara yang telah disetujui dengan memberikan konfirmasi lewat email, YM, telpon atau SMS.

BCA KCP Urip Sumoharjo
Rekening 4560544061 an Akhmad Fadli

Dan tetap EBEGER MODE : OFF










Read More

22 Februari 2008

Pria dan Wanita di Toilet


Di saat citizen jurnalism sedang menjadi topik hangat, saya malah mendapat PM yang menanyakan pemikiran saya tentang topik yang beberapa waktu lalu sempat hangat menjadi perbincangan, yaitu tentang kesetaraan gender. Padahal bila mau membuka replai atau komen di blog, seharusnya beberapa pemikiran saya sudah bisa terbaca. Saya sendiri sebenarnya kurang menguasai dan kurang tertarik dengan masalah gender itu, hanya saja karena sering terkait dengan masalah hak anak, seringkali hal tersebut ikut tersentuh. Sepertinya lebih layak bila pertanyaan itu disampaikan kepada Yu Rofie atau Shopi yang memang menjadikan gender sebagai bagian dari hidupnya. Tapi demi teman tak apalah saya coba buka kembali sedikit.

Masalah emansipasi dan pemikiran saya agaknya akan menarik jika kita membuka bukunya Allan and Barbara Pease yang berjudul Sillyman from Mars, Pitywoman from Venus. Buku yang menjawab pertanyaan “Mengapa pria tampak bodoh dan mengapa wanita seolah harus dikasihani” itu seolah menebak pemikiran saya secara detail tentang makhluk yang berjudul perempuan. Bahkan saya dulu seringkali menyebut Yayang saya dengan ungkapan Venus. Dewi Cinta yang penuh keindahan, termasuk beribu kemisteriusannya….

Isu kesetaraan sebenarnya lebih banyak diekspos di negara-negara barat yang fakta sendiri mengungkapkan 50% perkawinan kandas dengan perceraian. Pria dan wanita  dengan segala bentuk budaya, kepercayaan dan coraknya tiada henti-hentinya “bertengkar” karena prtentangan pendapat, sikap, perilaku dan keyakinan pasangan mereka.

Saya tak ingin membahas secara detil sampai ke masalah genetika. Cukup kiranya kita ambil contoh nyata yang sederhana dalam masyarakat untuk mencoba mengungkap bahwa kedua tipe seks itu memang berbeda secara struktural dan fungsionalnya, tidak sekedar perbedaan biologis  semata.

Ketika seorang pria pergi ke toilet, biasanya karena satu alasan dan hanya satu alasan. Sedangkan wanita menganggap toilet sebagai sesuatu yang universal, tempat instropeksi penampilan, tempat berleha-leha bahkan dianggap kamar terapi. Wanita yang masuk toilet kendati sebagai “orang asing” bisa saja dengan mengajak teman baik atau sahabat dekatnya. Akan tetapi orang akan menatap dengan aneh bila seorang pria berperilaku seperti Lik Ihin, yang di YM saja tak pernah ketinggalan mengetik, “Saya mau ke toliet, ikut ga, Wins..?”

Perbedaan pandang untuk kasus sederhana itu pada akhirnya mengisi segala aspek kehidupan dan kolaborasi insan berbeda jenis itu sampai ke tahap yang paling rumit. Mereka saling kritik dan saling serang walau di sisi lain mereka saling mengagumi.

Kaum wanita sering mengkritik pria karena dianggap cuek, tidak mau mendengar, kasar, tidak setia, suka selingkuh, tidak bisa memberikan kehangatan dan cinta kasih, hanya menginginkan seks ketimbang cinta dan tak jarang meninggalkan dudukan toilet (toilet seat) dalam keadaan terbuka setelah menggunakannya.

Pria mengkritik wanita karena cara mereka “menyetir” yang tidak bisa membaca marka atau rambu jalan, hanya mebolak-balik peta petunjuk tanpa tahu arah, malah menjerit histeris saat ada pejalan kaki nyelonong bukannya banting stir atau menginjak rem, banyak bicara tapi tanpa “juntrung”, pura-pura pendiam, tidak mau membicarakan seks dan lebih suka dudukan toiletnya dalam keadaan tertutup.

Di lain sisi…
Pria mengagumi cara wanita berjalan “berlenggak-lenggok” di suatu tempat yang ramai dan kemudian memberikan komentar pada semua orang, tapi wanita tidak percaya kenapa pria tidak bisa setia. Pria merasa heran kenapa wanita tidak bisa melihat lampu “indikator oli” menyala merah di dashboard mobil tapi bisa melihat noda kotor di kaos kaki yang berada 50 meter di pojok ruangan.

Wanita merasa kagum karena pria bisa secara tepat “memarkir mobil” di tempat yang sempit dalam kegelapan sekalipun hanya dengan melihat spion dan naluri, tapi anehnya mereka tidak pernah bisa menemukan titik G Spot yang hanya beberapa sentimeter dari ambang pintu.

Secara stereotip, refleksi masyarakat sudah membedakan  gender sejak kita masih polos bagaikan kertas yang siap ditulisi. Bayi perempuan akan diberi pakaian pink dan boneka, sedangkan laki-laki akan dibelikan kostum sepak bola dan mainan tentara-tentaraan. Ketika tumbuh menjadi gadis kecil, dia akan digendong disayang-sayang dengan belaian mesra sedangkan laki-laki kecil dipukuli “bokongnya” dan tidak boleh menangis. Walaupun misalkan kita bereksperimen menempatkan seorang bayi laki-laki dan perempuan di sebuah pulau kosong agar mereka tumbuh tanpa pemaksaan ide dari kultur masyarakat dewasa, anak perempuan kemungkinan besar tetap akan bersifat “ngemong”, penuh belaian, bersahabat dan bermain boneka dari kayu kering. Sementara anak laki-laki secara mental dan fisik akan tetap belajar cara mempertahankan ego dan kuasanya dan membuat senjata dengan kayu kering yang ditemukannya.

Secara spesifikasi memang berkembang secara berbeda karena pria suka “berburu”, wanita suka “ngerumpi”. Pria bersikap melindungi dan wanita memiliki kelembutan dan cinta kasih. Jadi bisa disimpulkan bahwa tubuh dan otak mereka memang diciptakan berbeda secara keseluruhan. Selama berjuta tahun struktur otak pria dan wanita berubah dengan cara yang berbeda.  Kini kita juga mengenal jenis kelamin menyuguhkan informasi yang berbeda pula.
Mereka berpikir, meyakini sesuatu, memiliki persepsi, prioritas dan perilaku yang berbeda. Berbuat yang sebaliknya adalah salah satu “resep jitu” untuk menambah sakit kepala, kebingungan dan kekecewaan hidup kita semua…

Read More

Atas Nama Cinta


Andai saja saya bisa memiliki seorang perempuan  seindah Rossa yang Atas Nama Cinta dia relakan hidupnya merana. Hanya dengan motivasi asal engkau akhirnya denganku dia rela untuk bersumpah, seolah kebahagiaan itu hanya ada dalam diri sang pujaan.

Mengapa selama ini kita selalu mengidentikkan cinta dengan kebahagiaan bila ternyata antara cinta dan benci batasnya hanya sekulit ari. Bahkan Rossa sendiri pun menggugat dengan mengatakan "mengapa yang lain bisa mendua dengan mudahnya...?"
Apakah dengan ini dapat kita artikan bahwa kebahagiaan cinta itu merupakan hal yang langka? Betapa banyak kita mendengar orang begitu mengagungkan cinta namun pada akhirnya tersakiti olehnya.

Mungkin puisi sepanjang 179 halaman yang berjudul Makrifat Cinta karya Otto Sukatno CR perlu kita telaah. Coba saya kutipkan satu bait dari halaman 91,

sebab kebahagiaan hanya dapat dirasa
mereka yang dapat mempertemukan antara
idealitas, harapan dan kenyataan
dan nyatanya, kenyataan penuh dengan rambu-rambu
dikuntit rasa takut dan maut
dan kenyataan selalu berbiak
pada ketidakmenentuan dan perubahan
hanya orang yang dapat menentukan pilihan
dan melakoni dengan senang hati
tanpa penuh tanda tanya dan curiga
itulah kebahagiaan, sekecil apapun artinya

Begitu rumitkah untuk menggapai satu kata yang kita sebut kebahagiaan...?
Tidak semudah dan sesederhana ungkapan hati seorang Rossa..?
Ataukah kebahagiaan itu memang hanya halusinasi kita yang lemah di hadapan Tuhan?

Hmmm...
Saya jadi ingat teriakan Nietsche

Gott ist tot! Gott bleibt tot! Und wir haben ihn getotet!
Tuhan sudah mati! Tuhan terus mati! Kita telah membunuhnya!

Teriakan hati yang menjadi bermakna ketika jaminan kepastian dari Tuhan, dan model-model Tuhan seperti ilmu pengetahuan, prinsip logika, rasio, sejarah dan kemajuan sudah mulai memudar. Dengan kata lain paradigma seluruh krisis kebahagiaan itu adalah "Tuhan sudah mati."

Dengan matinya Tuhan kini orang merasa seolah menghirup udara kosong (der leere raum) dan seluruh cakrawala dihapuskan. Seolah ini menunjukkan pentingnya Tuhan dan jaminan kepastiannya akan kebahagiaan yang absolut. Tapi dimanakah Tuhan kini..?

Mengapa Dia tidak juga mengutus Jibril untuk menebar Cinta. Atau menugaskan Santa Claus berkeliling dunia setiap hari membagikan kebahagiaan kepada umat manusia. Masih relevankah tangisan Rossa yang memohon kebahagiaan atas nama cinta...?

Belum ada jawabnya kepada saya sampai saat ini. Mungkin hanya surat Nietzsche di Pforta yang bisa saya baca sebagai penghibur hati yang duka ini...

jika engkau haus akan kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah
jika engkau ingin menjadi murid kebenaran, carilah
Read More

21 Februari 2008

SMS

Iseng mencoba simcard lama yang sengaja aku non aktifkan untuk menghindari segalanya tentang masa lalu. Malah masuk pesan singkat seperti ini...

Cukup banyak yang masuk. Dari jagoan pun ada sekitar 8 pesan. Tapi ini sajalah yang aku anggap layak posting untuk umum dan 17 tahun ke bawah...

Hmmmm....





Read More

Dejavu


Seorang teman cewek -sebut saja Dini - kemarin baru main ke tempat teman kuliahnya. Temennya nih punya kakak cowok, sebut saja Dono. Pas pinjem komputernya Dono buat ngetik, tanpa sengaja Dini menemukan sebuah foto usang yang hampir mirip dengan dirinya. Pulang dari sana, Dini ini mampir ke tempat saya. Ceritanya dia curhat, nih…

Saya tanya, emang apa kaitannya dengan foto yang dilihatnya itu. Dia bilang kalo sebenarya sudah sekian lama bingung dengan apa yang dia rasakan terhadap si Dono itu. Setiap kali ketemu, pasti dia merasakan seolah-olah pernah hidup bersama, tapi entah kapan, entah dimana, entah mimpi, entah berkhayal, tapi seakan-akan itu nyata. Kalo menurut adiknya Dono, itu foto cewek Dono yang sudah lama tiada. Dan menurut info selanjutnya, Dono juga sering menanyakan soal Dini kepada adiknya, cuma tidak pernah ada progres lanjutan. Jadi hanya sebatas saling memendam rasa saja.

Saya tanya lagi, kamu suka engga sama si Dono. Dia malah menggeleng bingung. “Engga tau, mas. Kalo ketemu juga cuma say hello doang. Tapi yang pasti, aku merasa kalo dia tuh pernah jadi bagian dari hidup aku. Tambah bingung setelah lihat foto pacarnya itu, yang kata temenku orangnya mirip banget sama aku, termasuk suara dan perilaku sehari-hari. Aku sendiri engga tahu, ini cuma halusinasi atau seperti kata temenku, reinkarnasi…”

Mendengar cerita unik temen itu, semaleman saya buka-buka referensi sambil nunggui temen-temen Himacita yang lagi ngerancang web. Saya pikir ini yang sering disebut orang dengan istilah Déjà vu..

Dari beberapa sumber yang saya baca, Deja Vu sendiri sebenarnya tidak jauh dari difinisi Clairvoyance. Yang dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan supernormal yang dimiliki oleh suatu individu, dimana dengan kekuatan pikirannya tersebut dia seakan-akan dapat melihat kejadian masa depan yang akan terjadi/dialami pada dirinya maupun pada orang lain.Bahkan kemampuan Clairvoyance dapat juga untuk melihat situasi-situasi pada kejadian dimasa silam. Biasanya orang-orang yang memiliki penguasaan clairvoyance dengan baik, akan mudah meramalkan beberapa kejadian-kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Misalnya gambaran-gambaran mengenai kecelakaan-kecelakaan buruk yang akan menimpa dirinya dimasa depan.

Hebatnya dari orang-orang yang menguasai Clairvoyance dengan baik, misalnya kita menyodorkan dia dengan suatu benda, maka dengan konsentrasi sedikit, dalam waktu singkat diapun dapat menceritakan sejarah dari benda tersebut, baik siapa pemiliknya, kapan benda itu diciptakan, dst.

Istilah Deja Vu sendiri banyak digunakan pada seni pernapasan/meditasi Yoga. Jika seseorang sudah berada pada tahapan ini dan telah mengalami suatu pengalaman, maka dalam pikirannya nampak pengalaman tersebut serasa familiar bagi dirinya. Biasanya gambaran akan kejadian-kejadian ini muncul apabila kita sedang bengong ataupun sedang tidur, mirip sebuah mimpi. Anehnya, pada waktu kita benar-benar sedang mengalami kejadian tersebut di alam nyata, seakan-akan kita teringat kembali pada gambaran moment-moment yang kita impikan sebelumnya. Dimana moment-moment tersebut serasa tergambar sangat kompleks, bentuk audio dan visualnya dapat kita rasakan dengan pasti. Sehingga dalam hati kita akan mengatakan "kayaknya pernah kejadian nih sebelumnya, tapi kapan ya?".

Yang biasa dialami para maniak-maniak togel mungkin juga termasuk Déjà vu hanya tingkatnya masih rendah. Ketika dia mimpiin sebuah nomor cantik, lalu dipasangin tuh nomor togel dan uniknya dia benar-benar memenangkan nomor yang keluar pada keesokan harinya. Masih banyak contoh Déjà vu yang mungkin bisa disebut taraf rendah, misalnya mimpi seseorang lalu keesokan harinya orang itu meninggal dunia, dll.

Yang termasuk agak tinggi kadarnya mungkin kemampuan Clirvoyance-nya si Nostradamus, atau Jayabaya untuk pemain lokalnya. Untuk yang rada modern mungkin ramalannya si Mama Louren yang sering nongol di tipi-tipi swasta. Masih ingat sama ramalannya Mama Louren di ahir tahun 2006 lalu di salah satu stasiun TV swasta, katanya pada tahun 2007 ada salah satu penyanyi besar Indonesia yang kharismatik meninggal dunia. Cuma dia ga mau nyebutin namanya dengan alasan etika. Ternyata Crisye wafat di tahun 2007. Ini kebenaran atau kebetulan, Wallohu ‘alam bishawab.

Menurut seorang psikolog kondang Amerika, Dokter Alfred W Munzert, dengan menjawab serangkaian test berikut ini, Anda akan mengetahui seberapa besarnya potensi De Javu dan Clairvoyance yang anda miliki. Semakin banyak anda menjawab "ya" maka kepekaan supernormal anda semakin besar, ataupun sebaliknya.

1. Suatu saat anda merasa, bahwa apa yang telah terjadi telah anda alami sebelumnya! Sehingga anda bertanya dalam hati, rasanya peristiwa ini pernah saya alami, tapi kapan?".

2. Anda pernah bermimpi, tenyata mimpi itu menjadi kenyataan?

3. Pernahkah anda mengalami mimpi yang "benar-benar realistik?" Segala yang ada pada mimpi itu, orangnya, benda-bendanya, gerak-geriknya, seperti benar-benar hidup?

4. Ketika mengunjungi suatu tempat, tiba-tiba anda merasa sudah melihat sebelumnya. Padahal anda baru tiba untuk pertama kalinya ketempat tersebut?

5. Anda sering sudah tahu apa yang akan dikatakan seseorang sebelum dia berbicara?

6. Seringkali anda merasakan kehadiran "sesuatu" yang tak terlihat namun terasa "ada"?

7. Anda sering merasa tahu akan kedatangan seorang tamu, padahal si tamu belum tiba?

8. Apakah anda sering mengambil tindakan berdasarkan intuisi?

9. Ketika telpon berdering,dan ada orang lain yang telah mengangkat gagang telpon, anda tahu pasti bahwa telpon itu untuk anda?

10. Pernahkah anda melihat cahaya-cahaya aneh sewaktu-waktu, misalnya cahaya seperti kilat yang putih cemerlang?

11. Seringkah anda melihat ada kilasan gerak disekeliling anda, padahal setelah ditengok tak ada "apa-apa?"

12. Ketika anda teringat ataui bermimpi tentang seseorang, tak lama kemudian orang yang anda ingat tersebut benar-benar muncul?

13. Apakah anda merasa dapat melihat cahaya-cahaya (aura) pada wajah seseorang? Misalnya cahaya cahaya cemerlang pada orang-orang tertentu?

14. Anda masih ingat pada pengalaman ketika masih berusia 2-3 tahun?

15 Anda sering menguasai pengetahuan/keterampilan padahal anda tidak pernah sama sekali mempelajarinya?

16. Ada suatu pengalaman bahwa "perasaan anda tiba-tiba tidak enak ". Beberapa hari kemudian ternyata memang terjadi hal yang tidak menggembirakan?

17. Anda pernah merasa "keluar" dari tubuh?

Kalau memang anda berpotensi, tidak ada salahnya anda mengasah kemampuan ini dengan minta petunjuk seorang profesional di bidang meditasi atau yoga. Siapa tahu bermanfaat di masa depan untuk meningkatkan taraf hidup anda. Jadi dukun atau penebak lotre….
Read More

17 Februari 2008

Kambing Selasa Kliwonan

Saya masih di basecamp sementara Jakal 8,5 ketika Bung Yossy nelpon, "Mas, Kang Ipul mau kesini..."

Saya segera meluncur ke komplek IAIN bersama Kang Pacul. Dan benar disana Kang Ipul Juragan Angkot dari Forum Warga Cilacap yang baru pulang dari Makasar sudah ada disitu. Ngobrol ngalor ngidul tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan dikaitkan dengan rencana pembuatan website Cilacap. Akhirnya kang Ipul mengajak saya dan Bang Yos ditemani Kang Marjuki untuk meluncur menuju ke Wonolilo.

Tujuan kami adalah ke rumah Pak Muhyidin, dedengkot Forum Warga Kabupaten Bantul yang membina kelompok pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dinamakan Selasa Kliwonan. Pengelolaan peternakan kambing di plasma ini sama saja dengan yang lain, tapi ada satu hal yang menarik perhatian saya. 

Bila selama ini umumnya, termasuk waktu rame-ramenya Program Inpres Desa Tertinggal (IDT) dulu, kelompok dibantu dengan kambing lalu setelah berkembang dana digulirkan sehingga seluruh anggota kelompok memliki ternak kambing secara pribadi.

Di plasma yang dikomandani Pak Munasir ini, kambing yang awalnya dibantu permodalannya oleh LSM Forum Warga, dipelihara secara bersama-sama. Dan warga atau anggota kelompok malah menggaduhkan (maro - coro jowone) kambing milik pribadinya untuk dikelola oleh kelompok. Dan ini ternyata efektif untuk membesarkan asset kelompok sekaligus mencegah terjadinya kemacetan modal seperti yang terjadi pada sistem guliran seperti IDT dulu.

Jumlah kandang saat ini ada 10 kandang dengan total ternak mencapai 80 ekor. Sistem penggaduhannya juga cukup unik dan Islami. Contoh perjanjiannya adalah sebagai berikut :


PERJANJIAN PENGGADUHAN KAMBING

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

“Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad – akad perjanjian itu”. “Cukupkanlah takaran jangan kamu menjadi orang-orang yang merugi”.
(Surat Al Maa’idah, 1, Asy – Syu’ara, 181)

Perjanjian Pengelolaan Kambing Gaduhan ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini, Sabtu, 29 September 2007 oleh dan antara:

III. PIHAK PERTAMA
Pihak pertama memberikan gaduhan kambing kepada pihak kedua seharga
1. 475.000.00,-
2. 650.000.00,-

IV. PIHAK KEDUA
A. Pihak kedua berkewajiban memelihara kambing gaduhan dengan penuh kasih sayang.
B. Pihak kedua berhak atas dua pertiga bagian dari keuntungan pemeliharaan.
C. Jika pihak kedua dalam memelihara kambing gaduhan kurang baik maka kambing yang sudah digaduhkan akan diambil oleh pihak pertama.

Dalam pelaksanaan perjanjian ini tidak di harapkan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, dikarenakan dasar perjanjian ini adalah semata-mata karena Allah SWT. Namun apabila karena kehendak-Nya pula terjadi permasalahan kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.

Demikianlah perjanjian ini di buat dan di tandatangani di Melikan
Pada hari dan tanggal sebagaimana di cantumkan di atas.


Ehiya nambah...
Setelah peternakan kambing dianggap sukses, Kelompok Selasa Kliwonan sedang merintis pembuatan kolam ikan. Dan kolam percontohannya sudah berhasil membesarkan lele di rumah pak Muhyidin. Jadi lumayan neh, sorenya kita makan pecel lele....

Ada yang tertarik dengan model ini..? Silakan dikaji dan siapa tahu bermanfaat bagi plasma-plasma yang ada...


Read More

Program Melek Komputer

Baca berita lama tentang penggerebekan tempat perakitan komputer rekondisi, saya kok jadi miris. Apalagi setelah baca berita lama juga tentang pernyataan Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) DR Ir Marzan A Iskandar menyatakan hanya 0,5 persen masyarakat dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang "melek" komputer.

"Itu data tahun 2000, sehingga kurang dari satu persen dari masyarakat kita yang melek komputer, karena itu BPPT saat ini mencanangkan program `melek` komputer di seluruh Indonesia," katanya di Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 (ITS) Surabaya, Selasa. Menurut Marzan Iskandar, program "melek" komputer bertujuan meningkatkan jumlah orang yang memahami komputer dalam bentuk pelatihan komputer, pengenalan word/excel, penggunaan internet, kunjungan ke BPPT, dan semiloka lainnya.

Secara terpisah, Direktur Microsoft Indonesia, Irwan Tirtariyadi mengatakan Microsoft bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan jaringan PULSE (Public University Link System on East Java) pada delapan Perguruan Tinggi (PT) Negeri se-Jatim mulai Jember, Malang, Surabaya, dan Madura.

Weeeh...
Sebenarnya sepenuh hati engga sih pemerintah mencanangkan program itu. Pemerintah menginginkan masyarakat kita melek komputer, tapi dukungan untuk pengadaan komputer murah kurang diperhatikan. Dari sisi software pun subsidi untuk pengadaan software komersial resmi sangat terbatas. Sisi lain sosialisasi software open source kurang diperhatikan. Akhirnya BSA menjatuhkan klain bahwa 87% pengguna komputer Indonesia menggunakan software bajakan. Ini parah banget dan dimanfaatkan oleh para penegak hukum kita dan dijadikan proyek sapi perahan. Berapa banyak sih pengusaha jasa komputer yang masuk golongan UKM kita yang kolaps saat operasi software ini digalakkan.

Kasus lain saya mendapat masukan dari teman-teman LSM tentang penggunaan dana ADD sebesar 42 juta dari total 100 juta untuk proyek komputerisasi dan internetisasi desa. Padahal menurut masukan teman-teman LSM itu dana yang dibutuhkan untuk proyek itu per desa hanya sekitar 17 juta saja. Jadi saya pikir ini benar-benar dalam rangka program melek komputer atau program penggembungan saku birokrat..?

Kembali ke soal komputer rekondisi...
Solusi untuk memiliki komputer dengan harga terjangkau salah satunya adalah dengan komputer rekondisi itu. Mengapa usaha perakitan itu tidak dibantu dan diarahkan oleh pemerintah apabila dianggap merugikan pendapatan negara dari sisi pajak.

Dan kenyataannya sebagian masyarakat kita juga lebih suka membeli komputer rekondisi daripada komputer baru. Apalagi untuk sekolah-sekolah di pinggiran dimana kemampuan wali murid termasuk rendah, sedangkan tuntutan kurikulum sudah mewajibkan adanya pelajaran komputer sejak tingkat SMP.

Harus bagaimana sih menghadapi sepak terjang pemerintah untuk hal semacam ini...?
Read More

Tanpa Kekasihku


langit begitu gelap,
hujan juga tak kunjung reda
ku harus menyaksikan cintaku terenggut tak terselamatkan
Ingin ku ulang hari, ingin ku perbaiki
kau salah, kau kubutuhkan
beraninya kau pergi dan tak kembali

dimana letak surga itu
biar kugantikan tempatmu denganku
adakah tanda surga itu
biar kutemukan untuk bersamamu

kubiarkan senangku menari di udara
biar semua tahu kematian tak mengakhiri
cinta.....

apalah artinya hidup tanpa kekasihku
percuma bila aku disini sendiri

kekasihku, bersamamu.....



Malam tadi, selesai membahas draft Pecel Curing, temen-temen ngajak nongkrong di Cafe BJong untuk nonton bareng pertandingan antara Manchester United dan Arsenal. Saya terus terang tidak begitu suka bola, tapi demi teman saya berangkat juga.

Cukup ramai suasana disana. Sorak sorai penonton tak ubahnya di lapangan bola beneran. Tapi entah kenapa disuasana riuh rendah itu saya malah disergap rasa kesunyian yang teramat dalam yang saya sendiri tak tahu artinya. Saya coba chat lewat HP untuk mengusir rasa itu, tapi tetap saja tidak terobati.


Malah rasa itu terasa semakin menusuk ketika keluar cafe terdengar lagu Agnes Monica terlantun dari kejauhan. Sebelumnya saya kurang begitu suka Agnes Monica. Tapi entahlah...
Saya sampai googling dan mendonlod lagu itu ke HP lalu saya putar berulang-ulang untuk mencari maknanya.

Ada apa dengan lagu itu...?


Read More

Program Melek Komputer


Baca berita lama tentang penggerebekan tempat perakitan komputer rekondisi, saya kok jadi miris. Apalagi setelah baca berita lama juga tentang pernyataan Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) DR Ir Marzan A Iskandar menyatakan hanya 0,5 persen masyarakat dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang "melek" komputer.

"Itu data tahun 2000, sehingga kurang dari satu persen dari masyarakat kita yang melek komputer, karena itu BPPT saat ini mencanangkan program `melek` komputer di seluruh Indonesia," katanya di Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 (ITS) Surabaya, Selasa. Menurut Marzan Iskandar, program "melek" komputer bertujuan meningkatkan jumlah orang yang memahami komputer dalam bentuk pelatihan komputer, pengenalan word/excel, penggunaan internet, kunjungan ke BPPT, dan semiloka lainnya.

Secara terpisah, Direktur Microsoft Indonesia, Irwan Tirtariyadi mengatakan Microsoft bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan jaringan PULSE (Public University Link System on East Java) pada delapan Perguruan Tinggi (PT) Negeri se-Jatim mulai Jember, Malang, Surabaya, dan Madura.

Weeeh...
Sebenarnya sepenuh hati engga sih pemerintah mencanangkan program itu. Pemerintah menginginkan masyarakat kita melek komputer, tapi dukungan untuk pengadaan komputer murah kurang diperhatikan. Dari sisi software pun subsidi untuk pengadaan software komersial resmi sangat terbatas. Sisi lain sosialisasi software open source kurang diperhatikan. Akhirnya BSA menjatuhkan klain bahwa 87% pengguna komputer Indonesia menggunakan software bajakan. Ini parah banget dan dimanfaatkan oleh para penegak hukum kita dan dijadikan proyek sapi perahan. Berapa banyak sih pengusaha jasa komputer yang masuk golongan UKM kita yang kolaps saat operasi software ini digalakkan.

Kasus lain saya mendapat masukan dari teman-teman LSM tentang penggunaan dana ADD sebesar 42 juta dari total 100 juta untuk proyek komputerisasi dan internetisasi desa. Padahal menurut masukan teman-teman LSM itu dana yang dibutuhkan untuk proyek itu per desa hanya sekitar 17 juta saja. Jadi saya pikir ini benar-benar dalam rangka program melek komputer atau program penggembungan saku birokrat..?

Kembali ke soal komputer rekondisi...
Solusi untuk memiliki komputer dengan harga terjangkau salah satunya adalah dengan komputer rekondisi itu. Mengapa usaha perakitan itu tidak dibantu dan diarahkan oleh pemerintah apabila dianggap merugikan pendapatan negara dari sisi pajak.

Dan kenyataannya sebagian masyarakat kita juga lebih suka membeli komputer rekondisi daripada komputer baru. Apalagi untuk sekolah-sekolah di pinggiran dimana kemampuan wali murid termasuk rendah, sedangkan tuntutan kurikulum sudah mewajibkan adanya pelajaran komputer sejak tingkat SMP.

Harus bagaimana sih menghadapi sepak terjang pemerintah untuk hal semacam ini...?
Read More

16 Februari 2008

Tindak Lanjut Pecel Curing


Alhamdulillah, umpan yang saya sampaikan telah begitu banyak tanggapan baik yang optimis maupun skeptis. Tapi semua itu saya terima dengan baik dan sangat berguna sebagai bahan instropeksi.

Apa yang saya tulis kemarin adalah sekedar penyampaian ide yang Insya Alloh sedang kami tindak lanjuti. Sampai saat ini draft masih terus saya susun bersama Bang Yossy dari CRI. Sedangkan mas Fadli semalam sudah luncur ke Sidareja untuk konsolidasi pasukan dalam rangka mengumpulkan data-data yang dibutuhkan masyarakat lokal. Setelah data keinginan masyarakat di Cilacap dan di luar Cilacap yang masuk melalui email terkumpul, walaupun itu tidak berarti mewakili seluruh masyarakat Cilacap, website yang kerangkanya sudah kami siapkan bisa segera dibangun.

Dasar pemikiran pembangunang web ini sebenarnya berawal dari hal-hal sebagai berikut:

1. Selama ini banyak beredar buletin lokal untuk kalangan terbatas. Seperti Buletin Himacita  yang dikelola Mahasiswa Cilacap di Jokja, Buletin AdiSatria yang memberdayakan pemahaman tentang komputer, Buletin Akar Ilalang yang memberdayakan ekonomi rakyat, dll dll Dengan adanya web ini apa yang selama ini beredar secara terbatas bisa diperluas dan Insya Alloh bermanfaat bagi semua kalangan termasuk di luar warga Cilacap.

2. Adanya plasma atau kelompok kelompok pemberdayaan ekonomi rakyat yang merangkum masyarakat di level akar rumput dan berhasil seperti LE Semerlang yang dikelola mas Fadli. Dengan web ini diharapka antar plasma dapat saling berbagi bertukar pikiran atau inovasi. Sangat dimungkinkan kelompok yang satu membutuhkan hasil produksi kelompok lainnya. Disini mereka bisa saling bersimbiose secara mutualisma. Kalo sesama rakyat kecil bisa saling bantu, kenapa kita tergantung kepada permainan konglomerat yang seringkali mencekik.

3. Komputer dan internet oleh Depdiknas sudah dimasukan ke dalam kurikulum wajib sampai tingkat SMP. Sedangkan sarana untuk pembelajaran itu sedikit sekali dipikirkan sedangkan kemampuan pihak sekolah terutama yang di daerah pinggiran sangat terbatas. Untuk membebankan itu kepada wali murid juga sangat berat. Jangankan untuk pengadaan komputer dan internet, SPP saja banyak yang nunggak.

4. Ada informasi dari teman-teman LSM yang menyoroti APBD Cilacap bahwa tahun ini dana ADD sebesar 48 juta(ralat ya... kemarin 42) dialokasikan ke pengadaa internet desa. Dilihat dari pengalaman ADD tahun lalu dimana pengadaan komputer desa tidak ditindaklanjuti dengan pembinaan, yang pada akhirnya komputer desa terutama yang daerah pinggiran banyak yang nganggur karena tidak tahu bagaimana menggunakannya. Data lain menyatakan bahwa internetisasi di Kabupaten Cilacap sebenarnya sudah sampai ke tingkat Kecamatan, namun belum maksimal pemanfaatannya karena hanya sekedar mengirim data ke Kabupaten saja.

5. Saya pribadi atau mungkin teman lain yang berada di daerah seringkali ditanya oleh teman-teman yang di luar daerah atau luar negeri tentang kondisi Cilacap saat ini atau berita apa yang hangat. Banyak juga yang minta dikirim foto-foto daerah. Kami berharap dalam beberapa tahun ini bisa menyusun data base tentang daerah samai ke level Desa. Upload data dan berita dikirim langsung oleh kontributor-kontributor di setiap desa yang telah kami siapkan melalui pelatihan untuk menghimpun data dari warga atau oleh kelompok-kelompok ekonomi binaan. Insya Alloh kami juga sudah siapkan sistem SMS gateway sehingga setiap warga bisa mengupload berita pendek. Dalam jangka panjang kami juga mengharapkan bisa memiliki Tim seperti Merapi Online yang akan turun ke lapangan meliput berita secara lengkap bila berita SMS tersebut dirasa penting.

6. Saat mengembara ke daerah Jokja saya bertemu dengan Bang Yossy dari CRI (Combine Resource Institution) yang juga warga Cilacap di angkringan Wijilan. Beliau menyampaikan tentang Citizen Jurnalism yang saya kira klop dengan apa yang selama ini saya pikirkan. Penjelasan tentang itu dapat dibaca di sini dan di sini.

Jadi diharapkan dengan adanya web Cilacap ini, komputer dan internet yang sudah sampai ke tingkat desa bisa dimanfaatkan oleh warga melalui kelompok-kelompok pemberdayaan ekonomi tersebut. Sepertinya sayang bila dana yang luar biasa besar sampai hampir separuh nilai ADD tahun ini tidak dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat miskin.

Dan sampai saat ini kami sudah mendapat bantuan dari teman kita Yu Vitri warga Sarwadadi yang saat ini berada di HK berupa domain dan webhosting yang sudah dibayar untuk kontrak 4 tahun. Mengingat keterbatasan space di web hosting tersebut dibanding perkiraan database yang akan kami susun, kami membuat mirror server yang Insya Alloh secara lisan kami sudah mendapat komitmen bantuan berupa CPU dari Kang Kanthong dan koneksi dengan bandwith 384 Mbps downstream dan 1Gbps upstream. Ditambah dukungan teknis dari CRI dan Tim Merapi Online, kami sebagai Tim Perintis yakin harapan ini bisa segera terwujud.

Kami tetap optimis walaupun semuanya masih berupa komitmen lisan, mengingat secara kelembagaan kami pun belum terbentuk. Masih berupa kumpulan orang-orang yang peduli dengan Cilacap kita. Setelah trial selama beberapa waktu dan tim solid sudah bisa terbentuk secara resmi, semua sistem Insya Alloh bisa segera dilegalisasi.

Dan ada satu hal yang mungkin sedikit salah pengertian dari teman-teman yang telah mengirim email. Jadi sebenarnya tujuan kami yang utama bukanlah membangun website. Web hanya sarana untuk mempercepat program pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Semoga ini dapat dipahami.

Demikian sementara press release kami dari kelompok akar rumput Nusakambangan sebagai tindak lanjut pencetusan ide Lembaga Pecel Curing. Masukan dan koreksi semua pihak tetap kami nantikan di sini atau langsung kepada saya :

email : mamas_eko@telkom.net
YM : mamaz_eko999
Telp/SMS : 6281391634777

atau mas Fadli
email : barongan_cakep@yahoo.com
YM : barongan_cakep
Telp/SMS : 6285227111149

Mohon bantuan untuk menyebarluaskan kepada teman-teman Cilacapan... Dan jangan lupa, ebeger : off

Read More

15 Februari 2008

Usia Senja di Sekaten Jogja

Sehabis ketemuan darat dengan pasukan Rifka saya dengan mas fadli meluncur ke Sekatenan  di alun-alun utara Jokja. Cukup rame sih pengunjungnya, walaupun awan kelam menggantung di atap langit.

Ada sosok menarik yang membuat saya terkagum disitu. Duduk di rerumputan mengharap belas kasihan pengunjung. Saya pun ikut duduk dan mengajaknya bercerita tentang kehidupannya. Beliau yang lumpuh mengaku punya anak lima orang dan semuanya sudah mentas walaupun tidak begitu mapan. Tapi kelima anaknya seolah mengucilkan keberadaan beliau sebagai orang yang pernah membuat hidup mereka lebih hidup.

Tapi saya tak habis-habisnya merasa kagum dengan prinsip hidupnya. Beliau berusaha untuk menepis semua anggapan negatif kepada kelima anaknya. Walaupun beliau memilih hidup sebagai peminta-minta, namun itu bukan berawal dari keinginan untuk menjadi hina seperti anggapan sebagian orang.

"Anak-anakku wis duwe dalan urip dhewe-dhewe, aku moh dadi renggan. Kuwi wis dadi kewajibanku kok, aku ora ngutangake uripku marang anak. Timbang setres aku mending ngene, le..." begitu jawaban beliau. Kalo diterjemahkan mungkin artinya begini...

"Anak-anak saya sudah punya jalan hidup sendiri-sendiri, aku tidak mau jadi beban. Semua itu sudah jadi kewajibanku dan bukan merupakan hutang hidup kepada anak. Daripada stres aku mendingan begini, nak..."

Sungguh nilai yang sangat luhur di mata say
a. dan menurut yang pernah saya baca, stres merupakan perasaan tertekan saat menghadapi permasalahan. Stres bukan penyakit, tapi bisa menjadi awal timbulnya penyakit mental atau fisik jika terlalu lama. Penyebab stres di kalangan lansia, beda dengan remaja dan anak-anak. Yang paling sering menyebabkan stres pada lansia post power syndrom. Kehilangan jabatan, perasaan kecewa karena tidak lagi dihormati seperti dulu,  merasa tidak diperhatikan lagi anak atau menantunya.

Menghadapi situasi itu, orangtua itu harus cepat menyadari bahwa anaknya sudah punya kehidupan sendiri. Kemudian berusaha membuat kegiatan dan mencari kebanggaan di tempat lain.

Dalam tingkatan terukur, stres diperlukan
untuk adaptasi kondisi untuk bisa melakoni kehidupan berikutnya. Stres wajar sebagai tanda kita punya jiwa dan emosi. Yang penting bagaimana kita mengendalikan diri dalam mengelola stres sehingga bisa eksis dalam pergaulan. Kiat mengatasi stres pada saat lansia: sebelum tua belajar memahami makna hidup ini sehingga bisa menyiapkan diri dan tidak kaget atau stres jika saat tua tiba.

Yang mungkin perlu kita sadari anak bukan tumpuan hari tua. Hidup ini milik Yang Kuasa. Sebagai orangtua sudah selayaknya menyiapkan anak-anak ke arah kehidupan yang lebih baik. Anggapan yang menyebutkan anak-anak tumpuan kita di hari tua, harus dihilangkan sebab mereka juga punya kehidupan sendiri. Kalau kita menyiapkan mereka dengan baik pasti baik juga kita peroleh.

Ada pula yang memikirkan bahwa masa tua bisa dilalui di Panti Jompo. Ada plus minus lansia dititipkan di panti jompo. Bagi si anak, tidak repot, karena sudah ada yang mengurus. Tapi menurut saya lebih banyak sisi negatif dari segi hubungan emosi dengan anak. Ora
ngtua akan merasa diri dikucilkan, merasa dibuang. Perasaan dibuang ini akan berdampak kurang baik bagi kesehatan fisik.

Bergaul dengan orang seusianya mungkin akan membuat lansia akan merasa lebih baik.  Pada usia tua akan banyak penyakit saling menghampiri. Soal panti jompo, di luar negeri sangat dicari para lansia. Coba baca deh tentang panti jompo di Copenhagen yang mend
apat fasilitas pelayanan seksual. Atau panti jompo rasa hotel seperti yang ada di Cinere. Di panti jompo mereka bisa bergaul dengan orang seusianya. Tapi menitipkan orangtua seakan-akan anak tak hirau lagi terhadap orangtuanya..

Hmmmm.... kenapa sih tidak semua ora
ng tua bisa belajar seperti itu. Dan yang paling penting, mengapa banyak anak yang bersikap seperti itu kepada orang tuanya...?
Read More

Calon Reporter Pecel Curing


Citizen Jurnalism sedang merebak dan mulai sering disebut orang. Apalagi setelah tercetus ide pembentukan Lembaga Pecel Curing. Persiapan-persiapan teknis dan SDM sudah mulai dilakukan. Salah satu punggawa yang membidangi reportase dan need assesment mulai belajar hunting berita di Jokja.

Inilah liputan sekilasnya....










Read More

14 Februari 2008

Modar di Jogja


"Kenapa ga kesini... pasti takut ya..." Gitu YM yang saya terima dari punggawa Rifka Anissa, mbakyu Shopi malam tadi.

Trus siangnya pasukan yang lain juga YM kasih berita gembira, "Yu Shopi tas entuk THR kae..."

Langsung deh meluncur deh menuju Rifka Anissa, Sang Pembela Perempuan. Mas Fadli jadi driver, saya navigator di bimbing oleh Yu Rofie. Entah salah bunda mengandung apa navigatore orang bingung, yang pasti dari tempat Kang Pacul meluncur menyusuri ringroad sampai ke ringroad barat. Nanya ke orang lewat katanya kebablasen, jadinya balik lagi.

Bolak-balik berapa kali akhirnya sampai juga di halaman Kantor Rifka. Begitu masuk dan duduk di ruang tamu, saya masih YMan sama Yu Rofie, "makan-makannya besok saja ya... Insya Alloh saya ke Rifka..."

Bersamaan dengan itu, resepsionis Rifka ngasih tau ke Yu Rofie kalo ada tamu dan langsung terbelalak kali ya... Asem, ngerjain... He he he...

Ngobrol-ngobrol bentar, eh beneran lho di ajak makan di luar. Bukan bawa nasi keluar rumah, tapi ke Indo Grosir Jalan Magelang. Ada kali dua jam kita MODAR (Mojok Darat) di situ. Tahu engga apa yang jadi bahasan menarik selama pertemuan itu...? Kangmas Ebeg....

Trus dua bidadari yang baik hati kembali ke Rifka, saya sama Mas Fadli kembali bersasar ria di ringroad. Eh, tau engga sih kenapa kita punya hobi kesasar..?

Itu gara-gara navigator di Yahoo GPSnya terlalu banyak pake istilah yang kurang familiar di telinga kita. Bayangin saja, "Perempatan Jakal belok kanaaaaan...."
Apaan tuh jakal..? Ternyata Jalan Kaliurang.
Jalan Magelang disebut Jamal, untung bukan Jalang ya...?
He he he ... ada ada saja neh...

Cuman....
Dari tadi tuh lagi kepikiran Jalan Karangturi neh.....







Read More

Pecel Curing di Remang Wijilan


Di bawah remang-remang lampu jalanan, rabu malam, 13 Februari 2008 kemarin, saya, mas fadli dan mas paryo nongkrong di angkringan Jawil. Jalan Wijilan kalo yu ropi bilang.

Sambil menikmati nasi pecel curing kita ngobrol ngalor ngidul membicarakan tentang teman-teman kita asal Cilacap. Dan saat itu terbersit sebuah keinginan untuk membuat semacam Sistem Manajemen Informasi yang berbasis web sebagai pengembangan dari bentuk yang sudah ada seperti buletin atau koran lokal. Memang sudah banyak sarana untuk itu namun masih bersifat internal dan sempit lingkupnya. Informasi tentang Cilacap berbasis web yang ada mungkin sudah memadai namun tampaknya kurang dalam hal ekspansi kemasyarakatannya dan lebih cenderung sebagai informasi yang satu arah dari atas ke bawah.

Angringan di Wijilan tempat ide berawal


Dari obrolan ringan tersebut kami sudah membahas lebih serius sore tadi di markas Combine Yogyakarta dibantu Mas Maret dari Merapi Online. Dari berbagai konsep yang kami coba rumuskan, kami merasa perlu untuk membuat suatu sistem informasi dimana web hanyalah sekedar alat saja. Pemberdayaan masyarakat terutama di pedesaan menjadi fokus utama kegiatan ini. Dan web akan dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat Cilacap baik yang berada di Cilacap ataupun di luar Cilacap. Dari pengalaman yang kami dapatkan selama berkecimpung di dunia maya, untuk sementara kami mencatat beberapa need assesment, diantaranya adalah :

1. Profil daerah yang dalam jangka panjang dimungkinkan sampai tingkat desa.
2. Berita warga atau citizen jurnalism yang benar-benar berbasis warga sampai tingkat paling bawah.
3. Kebijakan publik.
4. Pemberdayaan masyarakat terutama dibidang ekonomi dan TI
5. Geografis
6. Budaya
7. List person
8. SMS gateway

Penguraian Need Assesment dan Rencana Struktural oleh Mas Fadli


Mengapa kami berpikir untuk membangun jaringan dengan simpul sampai ke tingkat desa..?
Ada informasi yang kami peroleh bahwa setelah ADD tahun lalu dialokasikan ke pengadaan komputer, untuk tahun ini alokasinya ke pengadaan internet. Bahkan informasi tersebut menyatakan bahwa alokasi dana internet itu per desa mencapai 42 juta rupiah.

Bukan rahasia umum lagi bila selama ini, kita khususnya pemerintah daerah terkesan setengah-setengah dalam memberdayakan masyarakat. Yakinkah kita komputer dan internet di desa yang sudah menghabiskan dana demikian besar akan mencapai sasaran, bila melihat kenyataan internetisasi di tingkat kecamatan yang sudah diprogramkan terlebih dahulu sampai saat ini boleh dikatakan jalan di tempat. Lihat juga program ADD tahun lalu yang hanya memprogramkan dana untuk pengadaan komputer semata tanpa ada pembinaan lebih lanjut dari pemda, sehingga kepedulian mereka terhadap aset tersebut sangat kurang. Seringkali saya menemukan kasus komputer desa yang rusak justru dimasukan gudang dengan alasan yang pakai paling si A atau si B, itupun untuk kepentingan yang entah apa...

Untuk itulah kami ingin masukan dari berbagai pihak tentang apa sih kebutuhan masyarakat yang kira-kira nanti bisa kita bantu dengan pembangunan portal ini. Arah langkah kami adalah bagaimana caranya dalam beberapa tahun ke depan, masyarakat sampai ke level micro bisa menyadari dan merasa membutuhkan yang namanya informasi.

Penguraian system teknis oleh Mas Yossy dari CRI


Plasma-plasma pemberdayaan ekonomi yang sudah ada akan kami jadikan proyek percontohan. Mengapa harus ekonomi terlebih dahulu..? Karena kami menyadari kebutuhan perut di atas segala kepentingan lain. Diharapkan dengan motivasi ekonomi masyarakat menjadi giat belajar dan mendalami Teknologi Informasi setelah yakin bahwa teknologi itu memang sangat membantu peningkatan taraf hidupnya. Jadi dari beberapa kelompok pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sudah berjalan efektif akan diarahkan untuk bisa saling berbagi dan diskusi dengan kelompok lainnya dengan memanfaatkan jaringan ini. Apabila ini sudah berjalan dan masyarakat sudah merasa internet menjadi bagian dari kebutuhan hidup, berbagai pengembangan bisa dilakukan dalam jangka panjang.

Dari awal langkah ini, kami sudah mulai menyusun draft draft strategi ke depan. Mengingat yang terberat itu bukan membangun websitenya melainkan bagaimana caranya membentuk masyarakat yang peduli dengan teknologi informasi. Memang banyak simpul-simpul LSM -karena kami bermaksud bergerak di luar jalur govermen dan akan berbasis komunitas - yang bisa digandeng untuk itu. Tapi kami tidak ingin terseret ke salah satu arah yang pada akhirnya bisa merancukan gerak kami sendiri. Jadi untuk tahap awal kami akan bergerak memanfaatkan netter-netter di daerah yang memiliki kepedulian terhadap hal ini. Tahun pertama target kami di setiap kecamatan sudah ada kontributor sebelum akhirnya dikembangkan ke tingkat desa.

Strukturnya pada tahap awal akan kami bentuk dalam bentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. SDM kami akan memanfaatkan yang sudah ada di plasma-plasma pemberdayaan desa dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta (Himacita). Dukungan teknis dan tenaga ahli kami telah memperoleh komitmen dari Kelembagaan Sumber Daya untuk Pengembangan  Jaringan Informasi Berbasis Komunitas atau Combine Resource Institution (CRI) Yogyakarta.

Perumusan draft bersama Mas Maret dari Merapi Online dan Mas Yosi dari CRI


Tujuan kami secara garis besar adalah memfasilitasi pengambangan jaringan informasi berbasis komunitas untuk mendukung :
1. Kearifan lokal yang berbasis kesadaran kritis, pengetahuan kolektif dan pluralitas nilai budaya.
2. Good Governance yang melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan secara inklusif, demokratis, transparan dan akuntabel.
3. Ekonomi kerakyatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai produktivitas komunitas, pelestarian lingkungan, kemanusiaan dan keadilan.

Karena ini masih bersifat konsep namun mendesak untuk segera diwujudkan, kami mohon masukan dari semua pihak agar maksud kami ini bisa segera terwujud baik itu secara teknis, struktural maupun fungsionalnya. Sebagai gambaran silakan teman-teman melihat web merapi online yang juga di tangani oleh CRI dan sudah efektif berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seputar merapi.

Demikian gambaran dari kami tentang tindak lanjut angkringan pecel curing. Mohon bantuan teman-teman untuk dapat menyebarluaskan informasi ini kepada pihak-pihak yang peduli dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya warga Cilacap. Mohon maaf kepada kaum ebeger untuk mode waras : on khusus di blog ini.






Buat teman-teman yang dari luar jalur MP bisa memberikan masukan melalui :
email : mamas_eko@telkom.net
YM : mamaz_eko999 (tapi maap, di add dulu ya. Soalnya lebih sering akses dari HP)
Telp/SMS : 6281391634777

atau dengan Mas Fadli
YM : barongan_cakep
Telp/SMS : 6285227111149

Terima kasih....
Read More

13 Februari 2008

Jend Sudirman Anywhere

Saya berjalan dari kota ke kota dan melihat ada satu hal yang menarik di mata saya. Jendral Soedirman, Pahlawan Nasional sekaligus tokoh besar Banyumas di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dulu. Boleh dikatakan, nama beliau digunakan di seluruh jalan protokol atau jalan utama kota-kota yang saya lalui.

Sebagai warga Ngapak, ada satu kebanggan tersendiri dalam diri saya tentang hal yang satu itu. Sekaligus ada satu keprihatinan yang mendalam, mengingat nilai-nilai luhur perjuangan beliau hanya diabadikan sebagai sebuah nama jalan. Pewarisan nilai itu tak pernah sampai ke generasi muda kita.

Saya ingat pelajaran sejarah dulu, bagaimana beliau begitu besar pengorbanannya terhadap kemerdekaan bangsa ini sampai melupakan kondisi fisiknya yang sakit berat. Dengan mengandalkan sebelah paru-parunya, beliau bergerilya dari satu tempat ke tempat lain melalui medan juang yang teramat sulit. Sebuah nilai yang sangat luhur dan jauh dari kenyataan yang ada saat ini.

Bahkan kalau saya ingat dalam sebuah ilustrasi, ketika Agresi Militer Belanda II dilancarkan, beliau melapor kepada Presiden Sukarno. Presiden menganjurkan beliau untuk bertahan dalam kota dan melanjutkan perawatan kesehatannya. Namun dengan tegas beliau menjawab, "Saya seorang prajurit. Medan Perang adalah tempat saya. Saya akan melanjutkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan ini."

Beliau benar-benar meninggalkan kota dan mengkonsolidasikan pasukan perang RI yang tercerai berai sehingga bisa menunjukkan keberadaan TNI dan puncaknya pada Serangan Umum 1 Maret yang mampu membuka mata dunia tentang eksistensi Indonesia dan TNInya.

Sungguh nilai yang sangat luhur. Demi negara dan bangsa beliau melupakan kondisi fisiknya yang sakit dan tegas menolak perintah dari penguasa negara yang dianggapnya mementingkan diri diatas kepentingan orang banyak.

Andai saja semua orang di negara ini mampu seperti itu....
Tapi apakah mungkin, bila generasi muda kita lebih mengenal Superman dari pada Sudirman..? Apakah kita perlu membuat film tentang tokoh superhero dengan nama Sudirman agar image kepahlawanan itu mampu menepis popularitas Superman...?

Eh... tapi kayaknya berlebihan deh.. Jangan-jangan setelah film Sudirman malah ada film Sudirboy. Lebih parah lagi kalo Sudirboke numpang tenar...

Hmmm... ngelamun doank, neh...

http://id.wikipedia.org/wiki/Soedirman
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sudirman/index.shtml
Read More

12 Februari 2008

Chat di Kolong Tol

Di saat keluyuran kemaren banyak temen yang ga percaya kalo saya chatting sambil nongkrong dengan anak-anak jalanan di kolong jalan tol. Ada juga yang percaya tapi dikiranya saya bawa letop atau HP mahal. Padahal sudah bolak-balik mengatakan kalo saya cuman pakai Sony Ericsson K750i, trus diinstal aplikasi MIG33Beta. Mig33 beta adalah software gratis untuk chat lewat handphone, yang bisa digunakan untuk MIG, Yahoo Mesenger, MSN, AIM, Google Talk, dll. Migg33 Beta juga bisa dimanfaatkan untuk telpon murah, kirim sms, bahkan anda dapat mengekses phone book anda tanpa keluar dari mig33. Menginstalnya tidak sulit kok. Asal HP anda support aplikasi Java Insya Alloh bisa diinstal aplikasi ini. Caranya ga sulit kok. Yang penting GPRS sudah aktif dan HP sduah disetting termasuk penggunaan GPRS untuk Java. Buka browser HP lalu masuk ke wap.mig33.com. Klik Register lalu masukan nama, pasword dan nomor HP yang akan digunakan. Setelah itu klik download aplikasi. Biasanya begitu selesai download aplikasi langsung terinstal secara otomatis. Selesai menginstal server MIG33 akan mengirimkan kode verifikasi melalui SMS. Catat kode tersebut. Dan buka aplikasi MIG33 tentunya setelah menutup browser. Masukan kode verifikasi tadi. Kalau belum menerima kode, bisa klik resend code atau remind me later bila kode belum juga diterima. Login dengan user name dan pasword yang tadi dibuat. Setelah login berhasil, chat di room maupun PM dengan anggota MIG sudah bisa dilakukan. Kalau pengen masuk ke Yahoo Messenger misalnya, tinggal klik Menu lalu cari Other IM. Pilih Yaho lalu Sign In. Untuk pemakaian pertama kali id dan pasword Yahoo akan ditanyakan. Isi lalu klik Save. Untuk IM yang lain juga sama.

Lebih praktis daripada kita gunakan Yahoo Go misalnya. Karena di MIG33 bila kita chat dengan beberapa orang, akan muncul dalam bentuk tab. Bila kita menerima balasan maka tab itu akan berkedip. Bila banyak tab sehingga tidak kelihatan di layar HP yang sempit, maka yang berkedip adalah tanda segitiga yang fungsinya semacam panah penunjuk kali ya... Jadi kita tidak perlu kembali ke Home Application hanya untuk melihat apakah ada pesan masuk dari teman lain.

Trus kalau kita login atau sign in pada lebih dari satu Messenger, semua bisa berfungsi secara bersamaan. Dan teman-teman yang aktif akan terlihat berjejer ke bawah dikelompokkan menurut ID Messengernya.

Murah... karena perhitungannya berdasarkan besaran data yang kita kirim dan terima tidak tergantung jumlah pesan seperti halnya SMS. Saya coba Chat seharian dengan kartu XL Bebas cuma habis sekitar 5 ribu perak. Coba isi pulsa 100 ribu dan habiskan cuma buat mainan MIG33, dijamin jempolnya benjol deh... Dan sekilas info, sementara ini yang taris GPRSnya murah adalah XL Bebas, Mentari dan IM3. Cuma Rp 1,- per kilobyte. Kalo yang lain tau deh... Coba aja lah sendiri. Eh, satu kelemahan dari MIG33 atau mungkin saya yang belum bisa, kita cuma bisa chat dengan yang statusnya online atau available. Yang invisible kita bisa menerima tapi tidak bisa mengirim pesan.

Aplikasi lain yang bisa digunakan :
SHMessenger ( shmessenger.ro )
EBuddy ( get.ebuddy.com )
Nimbuzz ( nimbuzz.com )

Yang punya info lain tentang MIG33 silakan berbagi disini...
Read More

Satu Jam di Stain Surakarta


Janjian semalem dengan Kangmas Pacul, bangun tidur terus meluncur ke Jogja. Dan ternyata jam sepuluh baru bangun karena emang abis subuh baru tidur.

Selesai packing carrier... walah bahasa jaman jadi orang hutan keluar lagi neh. Menuju ke pinggir jalan besar untuk menunggu bus jurusan Jogja diantar adiknya Mamas Kanthong. Eeeh, malah dibelokin ke Kampus STAIN Surakarta. Yang rencananya sebentar malah jadi lama. Lumayan banyak pemandangan indah tuh di kampus. Iseng-iseng daptar jadi Cleaning Service khusus toilet wanita malah didamprat. He he he...

Lumayan bagus tuh kondisi kampusnya, tidak cuma mahasiswinya doank. Saya sempatin muter-muter sebentar, kali aja ada yang kecantol. Tapi bukan cewek yang nyantol, malah kaki kecantol anak tangga karena mata meleng ke yang alus-alus.

Abis itu, langsung deh meluncur ke Jogja ditemani yang punya kawasan Solo bagian Sragen via YM. Ada sih navigator via YM tapi payah, ngabur-ngabur melulu. Sampai akhirnya nongkrong deh di warung kakilima Janti. Kenyang makan, datang Kangmas Pacul dan langsung menculik diriku ke PT. Pacul Cicipilah Tbk.

Ehiya, maap. Hampir kelupaan saya. Ada yang menarik di program kampusnya STAIN Surakarta. Diantaranya ini nih :

1. Menyelenggarakan kursus bahasa asing bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, Pemandu Wisata dan Haji, dan lain sebagainya.

2. Menyelenggarakan program bimbingan studi luar negeri (Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika) bagi mahasiwa STAIN Surakarta dan di luar STAIN Surakarta

Nah, lho... Bisa juga neh daftar belajar ngomong susah disini. Siapa tahu pengen jadi TKW atau jadi translator. Kayaknya ga mahal tuh. Lagian asyik, banyak pemandangan indahnya. Yakin saya saja betah di sana...

Buruan deh daftar biar kalo digosipin Yu Windie bisa ngerti. Ga cuma mudeng urusan tajin dan beras kencur doank...

Read More

11 Februari 2008

Back To Adventure

Belakang STAIN Kartasura, minggu sore, hujan deres, medhang kopi, udud samsu, tongkrong di teras sambil ndlepus... puuusss...

Terbuka semua kenangan lama bersama seorang teman dan pasukan sampah sekitar 15 tahun yang lalu, saat hidup seperti tidak memiliki beban. Menghayati tepat falsafa
h lama "Mangan Ora Mangan Asal Kumpul.."

Kenyang perih dirasa bersama, baju basah kering di
badan, tidur beralas tenda berselimutkan kabut. Pokoke weees lah, pasukan nekat memang penuh kenangan. Nasi sebungkus buat kroyokan, sebatang rokok tapel koeda dikenyot se erte. Wah, benar-benar masa penuh kebersamaan. Apalagi pas Susilo nelpon ngajak tes fisik ke gunung lagi. Nyambangi Mbah Maridjan minta kekuatan biar masup tipi. Walah... keinginan kembali ke alam bebas makin meluap.

Kadang saya berpikir, kenapa sih saya begitu suka berpetualang..? Kenapa sih avonturir di alam bebas selalu jadi keinginan..? Apakah karena sejak SD saya sudah begitu memfavoritkan novel-novelnya Dr. Karl May..?

Bisa jadi sih.

Yang paling saya suka dari penulis Jerman yang tidak pernah mau disebut novelis adalah cintanya pada perdamaian dan anti rasis yang semuanya dibalut dal
am kisah petualangan setebal rata-rata 600 halaman tiap bukunya. Masa kecil saya begitu terinspirasi oleh tokoh Old Shatterhand dan Winnetou yang menjelajah prairie di benua Amerika. Kisah tentang Pelosok Balkan juga begitu lekat dalam ingatan saya.

Begitu masuk STM, penghayatan akan kehidupan di alam bebas makin meningkat tidak hanya sekedar menjelajah hutan-hutan di sekitar rumah saya dulu sambil cari kayu bakar. Saya mulai berkenalan dengan puncak-puncak pulau Jawa, menelusuri pesisir selatan dan menelusup goa-goa gelap hanya untuk mencari sesuatu yang saya sendiri tidak mengetahui maksudnya. Yang saya rasakan hanya satu, kedamaian. Yaaah... di alam bebas saya begitu damai.

Di saat masalah dan keruwetan hidup muncul, biasanya saya lari ke puncak gunung. Duduk sendiri di dalam sunyi, merenungkan bahwa betapa kecilnya saya di banding segala yang Tuhan ciptakan untuk manusia. Seringkali saya duduk di tebing yang menjulang atau di bibir jurang yang dalam hanya untuk mengingatkan diri sendiri, "bila Tuhan menghendaki kematian saya, akan sangat mudah bagi-Nya meruntuhkan gunung batu di atas saya. Sungguh saya tak punya apa-apa di hadapan ciptaan-Mu. Apalagi bila harus menghadap-Mu..."

Berjalan kaki keliling pulau Jawa atau menjelajah rimba hanya ditemani tas punggung dan sepatu PDL tentara sudah menjadi menu sehari-hari. Sampai akhirnya saya harus berhenti dari kehidupan itu ketika kodrat sebagai manusia yang harus melanjutkan keturunan musti dijalani.

Dan di saat kegagalan demi kegagalan
menjalani kodrat manusia normal itu datang silih berganti, saya begitu merindukan hadir kembali ke masa-masa itu. Cuma, kalau dulu saya benar-benar berjalan mengandalkan kedua kaki ditemani kantong minum dan sebilah sangkur di pinggang, sekarang saya berjalan hanya berada di kota saja menelusuri kehidupan jelata bertemankan sebuah HP GPRS dan koneksi internet. Dulu saat tersesat dan tak tahu arah, saya hanya mengandalkan naluri dan tanda-tanda yang alam berikan, paling banter dibantu meditasi, Kini Yahoo dan Google Earth yang banyak membantu. Perjalanan antar kota lebih sering dengan menumpang kendaraan umum. Entah karena saya sudah berubah atau mungkin sebagai pemanasan fisik mengingat saya sudah 10 tahun lebih tidak pernah berjalan jauh.

Pertemuan demi pertemuan dengan teman-teman bertualang dulu memang memiliki banyak makna. Yang saya lihat mereka memang sudah berubah menjadi manusia normal dengan keindahan keluarganya. Tapi tak ada satupun yang menyangkal bahwa mereka juga begitu merindukan masa lalu saat menjadi pasukan sampah. Saya pun begitu merindukan kehidupan seperti mereka, memiliki keluarga yang bahagia sebagaimana teman saya Kanthong.

Tapi agaknya keinginan itu harus saya tahan dulu sekuat tenaga. Biarlah saya kembali ke alam dulu. Mungkin akan banyak yang saya dapatkan disana. Semoga berarti bagi kehidupan saya selanjutnya...



Alam lalu... saya kembali ke pelukanmu...

Read More

© 2011 Rawins, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena